Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 98 ~ Untuk istriku


Sean buru-buru turun dari mobil hanya untuk membukakan pintu untuk istrinya. "Ayo Nyonya Sean," ucap Sean mengulurkan tangannya pada Alexa, membuat wanita bermata indah itu mengembangkan senyumnya.


Alexa langsung meraih tangan Sean untuk dia genggam, mengikuti langkah suaminya memasuki gedung yang baru kali ini Alexa kunjungi. Terlihat sangat sepi tanpa penghuni, tapi tampilannya sangat mewah dan elegan.


"Sean, kau menyewa tempat ini untuk kita?" tanya Alexa memastikan.


"Apapun untukmu Sayang," jawab Sean yang tidak pernah melepaskan tatapannya dari wajah cantik sang istri.


Tatapan Sean turun ke gaun yang Alexa kenakan. Gaun sebatas lutut dengan lengan panjang bagian atasnya.


Jika mengingat drama saat akan berangkat tadi, ingin rasanya Sean tertawa. Ekspresi Alexa sungguh sangat kesal karena dia menyuruh wanita itu mengganti gaun hingga lima kali hanya karena tidak ingin ada yang menikmati bahu mulus sang istri.


Sementara yang terus di tatap memfokuskan atensinya pada ruangan yang sangat luas yang terlihat sangat indah. Ruangan polos itu telah disulap seperti istana keranjang yang akan menyambut tuan putrinya.


Karpet merah membentang sepanjang Alexa berjalan dengan bunga mawar putih bertaburan di atasnya.


"Sayang banget bungannya keinjak Husbu," ucap Alexa menunduk memperhatikan kolopak bunga yang dia injak.


"Bunganya tidak akan rusak hanya dinjak olehmu Lexa. Bahkan bunga itu sangat beruntung karena injak oleh wanita secantik dan sesempurna kamu," bisik Sean.


Pria itu menarik kursi setelah sampai di meja sepanjang dua meter persegi, sungguh makan malam kali ini benar-benar istimewa bagi Alexa.


"Ini terlalu berlebihan," cibir Alexa.


"Berhenti mengomel Lexa dan nikmati saja apa yang terjadi malam ini," bisik Sean. Pria itu mengecup pipi istrinya sebelum duduk di kursi tepat di hadapan Alexa. Keduanya duduk dengan jarak dua meter sepanjang meja.


Di tengah-tengah meja terdapat bunga mawar merah beserta gelas cantik khusus angur merah yang berbaris rapi di tengah-tengah mereka.


"Kau sangat romantis Husbu, aku semakin jatuh cinta." Alexa mengulum senyum. Sesekali memegangi dadanya yang terasa sesak karena debaran jantung tidak beraturan.


Sungguh, Alexa malam ini sangat senang karena diperlakukan layaknya putri kerajaan oleh suaminya sendiri, bahkan dikehidupan sebelumnya Alexa tidak pernah sebahagia ini.


Bertepatan seorang pelayan memasuki ruangan melalui jalan yang Alexa dan Sean lewati tadi.


"Selamat manikmat makan malamnya Tuan, Nona," ucap sang pelayan menyuguhkan steik berbentuk hati di atas meja, dengan hiasan membentuk huruk A dan S.


Alexa membekap mulutnya melihat itu semua, terlebih cake lumayan besar datang bertuliskan.


Mari membina rumah tangga bersama tanpa ada keraguan dalam hati.


"Sean sungguh ini semua sangat istimewa untukku," lirih Alexa menatap suaminya penuh cinta.


Alexa meraih note yang diserahkan oleh pelayan. Dia membukanya dengan penuh kehati-hatian.


Lexa, aku mencintaimu tanpa melihat apapun dalam dirimu. Kumohon jangan berkecil hati hanya karena mimpi yang kau temui. Aku yakin cepat atau lambat malaikat kecil akan menghuni rumah kita, jika tidak sekarang, mungkin esok atau nanti. Intinya aku tidak akan meninggalkan wanita yang aku cintai hanya karena alasan bodoh seperti yang kamu ucapkan.


Tidak terasa air mata menetes membasahi pipi Alexa karena sangat terharu dengan kejutan-kejutan yang terus berdatangan malam ini.


Melihat hal itu, Sean langsung beranjak dari duduknya dan mengulurkan sapu tangan pada sang istri.


"Berhenti menanggis Lexa!" pinta Sean.


"Hanya itu?" Alexa mendongak untuk menatap wajah tampan suaminya.


Sean hanya perhatian lewat surat dan perlakuan saja, yang keluar dari mulutnya jika tidak mesum malah hal menyebalkan.


Alexa menurunkan pandangannya seiring Sean bersujud di depannya.


"Mencintaimu adalah keinginanku, dan meninggalkanmu adalah hal mustahil yang akan aku lakukan. Lexa, istriku. Kau adalah perempuan pertama yang menghuni hatiku dikehidupan sebelumnya dan dikehidupan sekarang. Dan akan aku pastikan hati kecil ini hanya akan terisi namamu." Sean menunduk untuk mengecup punggung tangan Alexa.