Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 73 ~ Serin Grayana


Tanpa istirahat sedikitpun, Alexa langsung saja menuju dapur satelah sampai di apartemen. Wanita itu tidak tega melihat wajah lesu sang Suami karena tidak tidur sepanjang malam.


Sebenarnya Alexa ingin menggoda Sean atau mengejeknya, tapi urung dia lakukan sekarang. Nanti setelah pria itu bangun tidur barulah dia akan memulai aksinya.


Usai membuatkan susu untuk sang suami, Alexa langsung membawanya ke kamar dimana Sean berada. Dia mendudukkan diri di pinggir ranjang dan menyerahkan segelas susu pada Sean.


"Ayo minum susunya setelah itu tidur. Kerumah bunda malam saja," ucap Alexa.


Sebenarnya Alexa dan Sean berencana pagi ini akan kerumah untuk mempersiapkan kepindahan tanpa berpamitan pada Kania juga Ricard. Hanya saja tertunda karena susu coklat yang menyebalkan tapi juga mengemaskan.


"Makasih, Lexa." Sean segera meneguk susu itu hingga tandas, lalu meletakkan gelasnya di atas nakas.


Pria itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan bersiap untuk tidur. Ya sedahsyat itulah susu coklat bagi Sean.


"Tidurlah, aku mau ... Sean!" pekik Alexa ketika tubuhnya terjerambah di atas tubuh sang suami.


Sean benar-benar menyebalkan karena menarik Alexa begitu saja tanpa abah-abah.


"Temani aku tidur!" pinta Sean. Pria itu mengulingkan tubuh Alexa ke samping dan memeluknya sangat erat.


"Semalam aku menemanimu hingga pagi, jadi sekarang giliran kamu," gumam Sean. Pria itu mencari posisi ternyaman sebelum memejamkan matanya.


Sungguh ini adalah tidur ternyaman yang pernah Sean rasakan. Tidur dalam dekapan wanita yang dia cintai sangatlah membahagiakan.


"Tidurlah bayi besar dan jangan bergerak!" titah Alexa dan hanya dijawab gumaman oleh Sean.


***


Alexa memanyungkan bibirnya seraya menatap Sean yang masih setia menutup mata. Hampir tiga jam Alexa dalam posisi miring memeluk Sean dan tubuhnya terasa sangat pegal, tapi Sean tidak ingin melerai pelukan barang sejenak saja.


Setiap Alexa akan bergerak, maka Sean akan mempererat pelukannya.


"Kalau sudah bagun, bangun saja Sean! Jangan modus seperti ini," ucap Alexa yang tahu betul akal bulus suaminya.


"Aku masih nyaman sama posisi ini Lexa. Setengah jam lagi," gumam Sean.


"Hm, baiklah setengah jam lagi."


Sean mengembangkan senyumnya dan semakin menenggelamkan batang hidungnya di antara dua gundukan besar yang terhalang kain tipis tersebut.


Memang Sean sudah bangun sejak tadi, tapi dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan seperti ini.


Apa penelpon itu tidak tahu bahwa Sean dan Alexa sedang ingin menghabiskan waktu berdua saja?


"Sean, ponsel kamu berdering itu," ucap Alexa memperingatkan. Pasalnya Sean belum juga bergeming padahal deringan itu sudah terdengar beberapa kali.


Senyuman Alexa mengembang mendengar dengusan dari Sean. Pria itu turun dari ranjang dan mengambil ponselnya di atas meja.


"Sudah saya katakan jangan menelpon selama satu minggu kedepan!" omel Sean pada anak buahnya.


"Ini sangat penting Tuan, kami sudah menenukan siapa yang telah menyabotase mobil Tuan."


"Siapa?"


"Nona Serin Grayana, Tuan."


"Siapa dia? Saya tidak mengenalnya."


"Dia putri tunggal Ayana Group Tuan. Kami belum tahu alasan dia ingin mencelakai Tuan dan Nona."


Sean menghela nafas panjang, pria itu mengira setelah pernikahan, dia hanya akan menjalani hari bahagia bersama sang istri. Nyatanya seseorang yang tidak Sean kenal malah mencari masalah.


"Saya menunggu kabar!" ucap Sean dan memutuskan sambungan telpon.


"Kenapa wajah kamu terlihat marah seperti itu hm?" Alexa langsung memeluk Sean dari depan. Meletakkan pipinya di dada bidang sang suami.


"Bukan Ziko yang membuat ulah tapi seorang gadis."


"Gadis? Apa dia mantan kekasihmu?"


"Ck, sejak kapan aku punya mantan Lexa? Aku hanya sibuk bekerja dan memikirkanmu saja."


"Lalu kenapa dia ingin mencelakai kita?"


"Entahlah, tapi apapun alasannya akan kuberi dia pelajaran."


"Aku mendukungmu suamiku," gumam Alexa dengan penuh senyuman karena merasakan elusan di kepalanya.


Seorang gadis? Lihat saja apa yang akan Alexa lakukan jika gadis itu ternyata menyukai Suaminya. Alexa akan membuat gadis itu menderita dan menyerah.