Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 33 ~ Rencana Jesika


Baru saja sampai di rumah dan ingin beristirahat dengan tenang, suara deringan ponsel berkali-kali telah terdengar dari atas meja.


Ziko melirik sekitar untuk memastikan Alexa tidak ada. Barulah setelah itu dia menjawab panggilan dari Jesika.


"Kemana saja kau selama ini Ziko? Apa kau berencana menbuangku begitu saja?" bentak Jesika di seberang telpon.


Ziko sontak menjauhkan benda pipih itu di telinganya.


"Sayang, jangan berteriak seperti itu. Dan ingat hal ini, aku tidak mungkin meninggalkanmu begitu saja," balas Ziko berusaha membujuk.


Untuk sekarang Ziko tidak ingin kehilangan Alexa maupun Jesika, dia menginginkan dua wanita itu dalam hidupnya.


"Kau mencintai Alexa bukan? Ayo jujur padaku Ziko!" desak Jesika.


"Aku tidak mencintainya Jesika, jadi berhenti bertanya seperti itu. Untuk sekarang jangan hubungi aku, apalagi menganggu hidupku. Alexa telah memata-matai kita berdua."


"Apa kau tahu? Berkat rencana busukmu itu Alexa jadi curiga padaku! Dia tahu bahwa kita berencana melenyapkan keluarganya!" Ziko lagi-lagi menyalahkan Jesika akan sesuatu yang dia perbuat sendiri.


"Kau menyalahkan aku seolah-olah kau tidak pernah berbuat salah Ziko. Apa kau yakin Alexa tidak tahu hubungan kita hah?"


"Aku yakin, karena jika dia mengatahuinya. Kau dan aku tidak akan bisa seperti ini. Alexa sangat menyeramkan jika sedang marah."


"Aku tutup sekarang!" Ziko buru-buru mematikan sambugan telpon ketika mendengar suara decitan pintu.


Dia membalik tubuhnya dan menatap Alexa penuh cinta. "Darimana hm? Sejak aku pulang, aku tidak melihatmu di sekitar rumah." Ziko menarik pinggang ramping Alexa untuk dia peluk.


"Aku dari pemakaman ayah bersama bunda dan kak Ricard. Kenapa? Kau merindukanku?" Alexa mengalungkan tangannya di leher Ziko.


"Siapa yang kau hubungi tadi hm?"


"Ak-aku tidak menghubungi siapapun Sayang." Ziko menunduk ingin mengecup bibir Alexa, tapi wanita bermata indah itu menghindar hingga bibirnya hanya menyentuh rambut Alexa.


"Jika aku mengetahui kamu selingkuh, maka kau benar-benar akan tersingkir dari perusahaan Sayang. Jadi berhati-hatilah," ucap Alexa dengan senyum tipisnya.


Tubuh Ziko sontak menegang, baru kali ini dia mendapat seorang wanita seperti Alexa. Sudah banyak korban yang dia telantarkan di luar sana setelah menguras hartanya, tapi Alexa adalah wanita tersulit untuk dia taklukan.


"Aku akan berhati-hati," balas Ziko.


Ziko semakin tertantang untuk memiliki Alexa untuk saat ini. Segala sikap Alexa yang berbeda dengan wanita-wanita diluar saja berhasil menyentil hati kecilnya.


"Bersiaplah untuk jatuh cinta Lexa," batin Ziko.


***


"Bren*gsek, bisa-bisanya dia menyalahkanku seperti ini." Jesika mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Lagi-lagi dia dibuat kesal dengan Ziko. Setelah dibuat menunggu selama berjam-jam oleh Ziko, pria itu malah menyalahkan dirinya.


Apa salah Jesika memberi saran agar meracuni keluarga Alexa? Dia hanya memberi saran, yang melakukan semuanya Ziko sendiri.


"Baiklah Ziko kalau itu maumu," gumam Jesika menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Menatap langit-langit kamarnya.


"Mari kita lihat apa yang bisa kamu lakukan nanti."


Rasa kesal kini telah mengusai hati Jesika, hingga rela melakukan apapun untuk membuat Ziko kembali padanya. Mau itu dari cara licik sampai cara yang tidak disukai oleh Ziko sekalipun.


Aku akan menunggu kabarmu selama seminggu Sayang. Setelah berakhir datanglah padaku dan bawa kepastian, atau sesuatu yang buruk akan terjadi.


Send


Pesan yang baru saja Jesika tulis pada Ziko telah terkirim. Dan dalam waktu salama itupula Jesika akan berusaha bersabar sebelum menemui Alexa dan membongkar semuanya.


"Kau yang memintaku untuk kembali, kau telah menjual rumah peninggalan orang tuaku Ziko. Maka kau tidak boleh pergi begitu saja setelah merampas semuanya."