
"Serin Grayana," gumam Alexa sembari mengaduk gelas susu coklat milik Sean.
Wanita bertama indah itu menghampiri sang suami di meja makan dan meletakkan susu yang baru saja dia buat.
"Aku sangat asing sama nama itu Sean, kenapa dia ingin mengusik hidup kita?" tanya Alexa setelah mendengar semua penjelasan dari Sean.
Sean menjelaskan semuanya karena tidak ingin menyembunyikan apapun pada sang istri yang bisa saja memicu pertengkaran.
"Entahlah Lexa, aku juga tidak tahu," sahut Sean. Pria itu mulai menyesap susu coklat miliknya.
"Apa mungkin dia suka sama kamu?" tebak Alexa.
"Sepertinya tidak, aku tidak pernah memberi harapan pada wanita manapun."
Alexa mengangguk-anggukkan kepalanya seolah mengerti. Pikiran wanita itu masih saja berputar mencari jawaban yang pas untuk pertanyaanya sendiri.
"Perempuan jika sudah cinta pada seseorang bisa sedikit gila dan bodoh. Bahkan perempuan sering kali menyalah artikan sesuatu dari penolakan seorang pria. Inti dari masalahnya pria selalu salah," celetuk Alexa membuatnya mendapat tatapan tajam dari Sean.
"Kenapa? Kau ingin mengatakan kalau wanita selalu salah?" tantang Alexa.
Sean mengelengkan kepalanya bahkan meredupkan tatapannya. Bukan takut, hanya saja tidak ada gunanya membalas ledekan Alexa.
"Apa kalian pernah bertemu? Apa kau punya fotonya?" Alexa kembali bertanya padahal pembicaraan itu sudah terlewat.
Sean yang mulai bosan dengan pembahasan yang sama sejak dia pulang, segera beranjak dari duduknya dan mengendong Alexa ala bridal style menuju kamar.
"Diamlah Lexa, kau sangat cerewet!" omel Sean.
"Apa aku harus diam seperti patung Sean? Kau tahu kalau aku diam berarti apartemen sedang tidak baik-baik saja."
"Ck, gemes bangetsih istrinya Sean." Pria itu menguyel-uyel pipi Alexa.
Mengambil remot tv juga ponselnya yang sejak tadi tergeletak di atas meja. Menyalakan Tv kemudian bersandar pada kepala dipan.
"Mau nonton film apa?" tanya Sean mulai mengotak atik ponselnya mencari film yang pas untuk mereka tonton malam ini.
Sean membulatkan matanya tidak percaya mendengar bisikan dari sang istri. Sungguh jawaban Alexa diluar angkasa. Dia melirik kesamping dimana Alexa sedang tertawa.
"Kamu gila?"
"Bukan gila Sayang, hanya ingin menonton tidak ada salahnya. Kita bisa menikmati dan ... Sean?"
"Bagaimana kalau kita melakukannya saja Sayang? Tidak perlu menonton karena aku sudah pintar, apa kau ingin praktek sekarang?" tawar Sean dengan senyum jenakanya.
Pria itu berhasil membuat Alexa berada di bawah kendalinya.
Ternyata rasa malu Alexa juga bisa datang tanpa diundang. Ayolah Alexa merindukan dirinya dulu yang tidak malu jika berduan dengan Ziko, tapi kenapa dengan Sean dia selalu gugup?
"Kita nonton film korea saja." Alexa mencengkram kedua lengan Sean yang berada di sisi tubuhnya.
Wanita itu meraih ponsel Sean dan mulai mencari film romantis dan mengklik play hingga video tersebut terputar di Tv.
"Filmnya sudah ...."
Sean merebut ponselnya di tangan Alexa kemudian meletakkan di atas nakas. Melirik layar Tv sebentar memudian kembali menatap Alexa.
"Mari adu kecepatan Sayang," bisik Sean dan langsung meraup bibir pink milik Alexa.
***
Tidak terasa sudah seminggu sejak hari pernikahan mereka. Dan mulai hari ini Baik Alexa maupun Sean mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Alexa sedang memanggang roti di dapur untuk sarapan pagi mereka sebelum berangkat.
"Sean, sarapannya sudah siap!" ucap Alexa sedikit berteriak.
"Tunggu sebentar," sahut Sean dari kamar.
Alexa langsung saja meletakkan susu putih dan coklat di atas meja kemudian menghampiri sang suami yang ternyata sibuk menjawab telpon dari Ricard. Entah Ricard sengaja merepotkan Sean atau tidak.
"Iya Tuan saya akan berangkat sekarang," sahut Sean mulai memasang kancing kemejanya.
"Ck." Alexa berdecak melihat tingkah suaminya.
Dia segera memgambil Earphone di laci memudian memasangkan di telinga sang suami setelah menyambungkan ke ponsel.
"Beginikan tidak repot," ucap Alexa. Tidak lupa wanita itu membantu mesangkan kancing kemeja juga dasi.
"Aku juga sering melakukan itu tapi ...."
"Lupa karena terlalu repot saat pagi. Tidak ada berangkat sekarang, kamu harus sarapan dulu!"
"Tapi Lexa, kau dengar sendiri sejak tadi Ricard ...."
"Ssssttt, jika membahasa tentang pekerjaan aku adalah bosmu! Jadi patuhi perintahku!"
...****************...