Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 96 ~ Merasa dicintai


"Aku akan menelponmu nanti Serin, Alexa baru saja melewatiku," ucap Irwan pada Serin di seberang telpon.


"Apa dia mendengar kita? Kuharap tidak Irwan!" kesal Sering di seberang telpon.


"Sepertinya tidak."


Irwan langsung menutuskan sambungan telpon begitu saja dan mengikuti langkah Alexa yang sepertinya menuju belakang sekolah entah untuk apa.


Pria itu memperhatikan Alexa yang duduk sendirian di bangku usang seraya menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Sementara yang diperhatikan berusaha menghilangkan rasa cemas di pikirannya akan ditinggalkan dan dikecewakan untuk ketiga kalinya.


"Plis, menyingkirlah dari pikiranku! Sean tidak mungkin mengkhianatiku karena dia tulus mencintaiku," gumam Alexa menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Sungguh sekuat tenaga Alexa menghilangkan rasa cemas itu tapi tidak bisa dan malah semakin menganggu dirinya.


Wanita bermata indah itu mengusap keningnya yang merasa sangat pening memikirkan hal-hal yang tidak akan terjadi, itu pasti.


"Hanya kamu wanita yang ada dihatiku Lexa, jadi jangan khawatikan apapun. Aku akan selalu berada di sisimu meski seluruh dunia meninggalkanmu."


Ucapan Sean semalam mulai mendominasi pikiran Alexa berbarengan dengan deringan ponselnya terdengar. Alexa langsung menjawab panggilan dari sang suami.


"Husbu?" lirih Alexa.


"Kurahap kamu sudah makan siang."


"Tentu aku sudah makan siang, Husbu dimana? Kenapa ada suara bayi menangis?" tanya Alexa penuh selidik.


"Dirumah Bunda, aku ada urusan dengan Ricard. Tenang saja Lexa, Serin tidak ada dirumah dia sedang keluar."


"Aku tahu," gumam Alexa.


"Aku akan membawa Eca bersamaku agar ada yang menemanimu dirumah. Akan aku ubah ruang kerja menjadi kamar Eca."


Alexa membulatkan matanya tidak percaya mendengar keputusan Sean. Ayolah, ada yang menyangi Eca dengan tulus sungguh membuat Alexa sangat bahagia.


Senyuman manis di wajah cantik Alexa terbit, membuat pria yang sejak tadi mengintip terhipnotis melihatnya.


"Ada Raymond dan Delia yang menemaninya Lexa, aku akan tetap membawanya untukmu. Ah iya aku sudah memesan tempat untuk kita makan malam nanti, sampai jumpa dirumah my Wife."


Alexa tersenyum geli saat mendengar kecupan di ponselnya. Pipi wanita cantik itu tiba-tiba memerah karena perlakuan Sean padanya. Ah sungguh perasaanya sangat labil, baru saja dia cemas takut ditinggalkan oleh Sean, kali ini dia senyum-senyum sendiri karena suaminya.


Alexa mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Aku tidak boleh lemah hanya karena mimpi, Sean mencintaiku dan tidak akan meninggalkan aku," ucap Alexa dengan keyakinan penuh.


Perasaanya langsung membaik seketika, wanita itu berdiri dan hendak meninggalkan taman yang jarang di kunjungi oleh siswa maupun guru. Namun, langkah Alexa terhenti ketika melihat sekelebat bayangan yang dia yakini Irwan.


Alexa kambali duduk di kursi usang dan menangis histeris demi mengundang orang tersebut menghampirinya. Dugaanya benar-benar terjadi orang itu menghampiri Alexa dan mengelus pundaknya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Irwan yang telah masuk perangkap Alexa.


"Sudah kuduga dia yang menguping," batin Alexa menatap Irwan dengan tatapan sulit di artikan.


"Saya tidak baik-baik saja," lirih Alexa mengusap air matanya, hal itu membuat Irwan bersimpati sekaligus mengambil kesempatan.


Pria itu langsung duduk di samping Alexa tanpa izin.


"Aku bisa menjadi pendengar yang baik untukmu, Lexa. Kau bisa ceritakan seluruh keluh kesahmu."


"Saya tidak bisa percaya begitu saja padamu," sahut Alexa.


"Percayalah padaku!"


"Apa kau benar bisa dipercaya?" tanya Alexa memastikan dan dijawab anggukan oleh Irwan.


Alexa langsung menundukkan kepalanya seraya meremas jari-jari tanganya.


"Saya tidak bisa hamil dan Saya takut suamiku tahu lalu meninggalkan Saya Pak Irwan," lirih Alexa kembali terisak.


Irwan yang merasa bersimpati memberanikan diri mengelus pundak Alexa yang terhalang rambut.


"Kalau dia memang mencintaimu dia akan bertahan meski tahu kamu tidak bisa hamil Lexa. Kalaupun dia meninggalkan kamu, masih banyak pria diluar sana yang mengingingkan dirimu," ujar Irwan.


Alexa langsung mendongak dan menatap manik Irwan cukup dalam. "Termasuk kamu?" tanyanya.