Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 72 ~ Pengantin baru


Sean menyandarkan punggungnya pada kepala dipan. Dia tengah menunggu istrinya yang tidak kunjung keluar dari kamar mandi, padahal sudah satu jam lamanya.


Pria itu melirik jarum jam yang menunjukkan angka dua pagi, apa Alexa tidur di kamar mandi? Semoga tidak.


Sean melangkahkan kakinya mendekati pintu kamar mandi dan mengetuk sebanyak tiga kali.


"Lexa, kamu baik-baik saja?" tanya Sean.


"Iya aku baik-baik saja. Tidurlah lebih dulu Sean jika sudah mengantuk tidak perlu menungguku," sahut Alexa dalam kamar mandi.


"Baiklah," pasrah Sean.


Hal itu membuat Alexa yang berada di kamar mandi bisa bernafas dengan lega. Sebenarnya wanita itu sejak tadi hanya duduk seraya memainkan ponselnya.


Dia tidak siap keluar untuk menemui Sean karena mengigat tingkahnya akhir-akhir ini yang sering kali mengoda pria itu. Alexa kira dia bisa melewati malam yang panjang tanpa rasa takut dan gugup seperti saat bersama Ziko dulu.


Nyatanya semua berbeda, sekarang dia gugup karena benar-benar mencintai suaminya, tidak seperti pernikahan pertamanya.


Alexa melirik angka di sisi kiri atas ponselnya. Setengah tiga, baiklah sudah setengah jam berlalu saat Sean mengatakan akan tidur, mungkin pria itu sudah terbang ke alam mimpi.


Alexa mengendap-endap menuju ranjang dengan pencahayaan temarang sebab Sean sudah mematikan lampu kamar. Dia merebahkan tubuhnya perlahan di samping sang suami yang tidur membelakanginya.


Alexa mengikuti cara tidur Sean, tidur membelangi pria itu. Tubuh Alexa seperti tersengat aliran listrik saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang.


"Se-sean," lirih Alexa dengan suara tertahan.


"Kau menghindariku hm? Kenapa?" bisik Sean yang sejak tadi pura-pura tidur. Bagaimana bisa dia tidur jika belum minum susu coklat, dan sepertinya dia tidak akan tidur sampai besok pagi karena dia tidak membawa susunya ke hotel.


"Ak-aku tidak menghindar Sean, aku cuma." Alexa menelan salivanya kasar merasakan hembusan nafas Sean menyentuh area belakang telinga.


Tidak, Alexa tidak bisa terus gugup seperti ini. Seharusnya Alexalah yang membuat Sean salah tingkah. Wanita itu memejamkan matanya sejak kemudian berbalik setelah berhasil mengusai diri.


"Sayang, apa kau tidak mengantuk, hm?" tanya Alexa mengelus rahang tegas Sean. Meski cahaya temarang dia masih bisa melihat wajah tampan suaminya.


"Kenapa? Kau ingin melakukan sesuatu?" tanya balik Sean.


"Tidak, aku sangat mengatuk." Alexa buru-buru memejamkan matanya seraya bersembunyi di tubuh kekar Sean.


Sepertinya malam ini dia berhasil meloloskan diri terbukti Sean tidak lagi bicara, mungkin juga sudah tidur.


***


Matanya sangat mengantuk, kepalanya terasa sangat pusing tapi dia tidak bisa tidur hanya karena hal konyol.


Pria itu mengerjap-erjapkan matanya perlahan yang terasa sangat perih.


"Ughhhhhh ...." Lenguhan panjang dari Alexa berhasil menerbitkan senyum Sean di pagi hari.


"Selamat pagi istriku," sapa Sean mengecup kening Alexa sekilas.


"Sean? Kenapa bangun terlalu cepat? Hari ini sampai satu minggu kedepan kak Ricard memecatmu," ucap Alexa.


"Aku belum tidur Lexa," batin Sean sedikit tersiksa. Haruskah dia jujur pada istrinya.


"Tunggu!" Alexa menatap penuh selidik pada Sean yang terlihat sangat lesu. "Kau tidak tidur sejak semalam?" tebak Alexa.


Sean mengangguk sebagai jawaban, pria itu langsung menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Alexa.


"Sean?"


"Aku tidak bisa tidur Lexa sebelum minum susu," gumam Sean.


"Hah? Susu apa? Jangan mesum pagi-pagi ...."


"Susu coklat!" potong Sean dengan wajah cemberut.


Alexa sontak tertawa mendengar pengakuan suaminya. Pria bertubuh kekar dan sangat cekatan mengurus sesuatu tidak bisa tidur sebelum minum susu coklat? Sungguh?


"Jangan ketawa!"


"Tapi ini lucu Sean. Ternyata aku menikahi bayi gede," ledek Alexa mengusap gemas rambut Sean.


"Ayo Sayang kita ke apartemen dan buat susu coklat!" ajak Akexa.


"Kau meledek?"


"Tidak sama sekali, sekarang bangun dan kita istirahat di apartemen saja."


"Benarkah? Ayo!" ajak Sean.


Pria itu langsung bangun dan mengendong tubuh Alexa turun dari ranjang.