Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 64 ~ Susu Coklat


Decakan kasar mulai terdengar ketika jarum jam sudah menunjukkan angka 11 tapi belum ada satupun jemputan datang menemui Sean dan Alexa.


Pria bertubuh kekar itu melepas jasnya dan membungkus tubuh Alexa dari depan. Wanita tersebut tengah tertidur di dekapan Sean. Sementara Sean sendiri berusaha agar calon istrinya tidak kedinginan.


"Kenapa kau lama sekali!" bentak Sean setelah mobil berhenti di pinggir jalan dan pemiliknya turun.


"Maaf Tuan, saya tidak tahu jalan area sini," ucap suruhan Sean.


"Ck," decak Sean kesal. Pria itu membungkuk untuk menurunkan tubuh Alexa perlahan di mobil. Barulah setelahnya menutup kembali dan menglilingi bodi mobil untuk masuk di sisi lainnya.


Sean memeluk kepala Alexa agar bersandar di dadanya setelah mobil melaju dengan kecepatan sedang.


"Bagaimana dengan pria itu?"


"Sudah di amankan Tuan, tapi sepertinya bukan dia yang telah menyabotase mobil Tuan."


"Lalu?"


"Ziko hanya mengikuti Tuan dari belakang itu saja."


Sean menghela nafas panjang mendengar penjelasan orang suruhannya. Lalu kalau bukan Ziko, siapa yang berniat mencelaikanya?


"Jangan biarkan Ziko lepas sampai kau menemukan pelaku yang sebenarnya!"


"Baik Tuan." Pria yang tengah mengemudi itu diam-diam melirik ke jok belakang untuk melihat interaksi Sean dan Alexa.


"Ku harap kau bisa mengendalikan matamu!" tegur Sean.


Sean semakin menurunkan dress Alexa yang sedikit tersingkap dan kembali memeluknya penuh kelembutan. Sesekali mengelus pipi Alexa ketika mendengar lenguhan sedikit demi sedikit.


Ikut tidur? Sungguh Sean tidak bisa tidur atau sekedar memejamkan sebelum minum susu coklat kesukaannya.


Mobil perlahan-lahan mulai berhenti setelah sampai di depan rumah mewah bernuansa eropa milik Alexa.


Pria itu mengendong tubuh Alexa turun dari mobil setelah dibukakan pintu oleh orang suruhannya. Kedatangan Sean di sambut oleh Ricard di ruang tamu tepat di sisi kiri pintu.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Ricard memastikan, tatapan pria itu tertuju pada adik kesayangannya. Sangat tidak rela jika Alexa terluka meski sebesar butiran gula.


Sean melonggarkan peganggannya pada tubuh Alexa ketika Ricard mengambil alih wanita itu dari gendongannya. Ricard adalah saingan terberat Sean jika menyangkut Alexa, untung saja pria itu kakak kandung Alexa sendiri, atau Sean akan cemburu setiap hari melihat sikap Ricard yang lebih posesif darinya.


Sean terus berdiri di sisi sofa memperhatikan langkah Ricard yang telah berada di lantai dua. Dia menunggu pria itu kembali untuk berpamitan.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada kamu dan Alexa?" tanya Ricard setelah kembali.


"Seseorang menyabotase mobil saya. Tidak perlu kawatir Tuan, secepatnya saya akan menemukan orang itu," jawab Sean.


"Intinya saya memberikan kepercayaan penuh keselamatan Alexa padamu, Sean. Jadi jangan pernah kecewakan saya!"


"Tentu Tuan. Kalau begitu saya pamit," izin Sean dan dijawab anggukan oleh Ricard.


***


Sean meringis menahan rasa sakit di punggungnya saat akan berbaring di atas ranjang. Pria itu memutuskan untuk duduk dan memperhatikan punggungnya melalui pantulan cermin.


Sial, punggungnya memerah terutama di bagian tulangnya. Ini karena benturan dimobil sangatlah hebat, terlebih Sean sengaja melepas sabut pengamannya untuk melindungi Alexa.


"Tidak masalah hanya luka kecil," gumam Sean.


Pria itu memutuskan tidur dengan posisi tengkurap, tentu saja setelah meminum susu coklat buatannya sendiri. Entah apa reaksi Alexa jika tahu calon suaminya seorang pencadu susu coklat, mungkin wanita itu akan meledek Sean habis-habiskan karena bertingkah seperti anak kecil.


"Selamat tidur Lexa, sampai jumpa esok hari," gumam Sean dengan mata terpejam.


Sean tipikel pria yang mudah jatuh cinta tapi tidak bisa pindah kelain hati begitu saja. Apalagi sekarang pria itu telah mendapatkan wanita yang telah dia dambakan cukup lama.


Bahkan Sean rela menghabiskan seluruh tabungannya untuk membuat pesta yang sangat meriah untuk Alexa, meski pesta pernikahan ini yang kedua untuk wanita itu.


Dulu Alexa membiayai pernikahannya sendiri sebab menikahi pria modal janji manis saja, dan sekarang Sean tidak akan membiarkan itu terjadi.


Sean rela menguras tabungannya untuk membiayai seluruh fasilitas resepsi.


...****************...