Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 124 ~ Kebahagian Sean dan Alexa


Sean menghela nafas panjang ketika melihat kerumunan di depan perusahaan Jonshon group. Meski telah menebak wartawan akan berkumpul, Sean tidak akan menyangka jumblahnya sangat banyak.


Pria itu melirik wanita cantik di sampingnya.


"Sebaiknya kamu pulang saja Lexa, aku takut terjadi apa-apa pada anak kita," bujuk Sean, tapi dijawab gelengan oleh Alexa.


Wanita bermata indah itu masih marah pada suaminya karena telah melanggar janji. Alexa mengira Sean akan menuruti permintaanya untuk memberi waktu Serin agar meninggalkan indonesia tanpa jejak, nyatanya saat bangun tidur, tau-tau berita telah menyebar begitu saja.


"Aku akan ikut kemanapun Husbu pergi, ini hukuman!" imbuh Alexa mengembungkan pipinya.


Sean bukannya marah, malah mengecup pipi yang terlihat mengemaskan tersebut. "Baiklah Sayang, tapi jangan pernah lepaskan genggaman tangan aku," ucap Sean dan segera keluar dari mobil setelah di bukakakan pintu oleh pengawal yang telah siap siaga atas perintahnya.


Sean mengelilingi bodi mobil hanya untuk menjemput Alexa, saat itulah para manusia membawa kemera berlari untuk menghampiri Sean. Untung saja banyak pengawal yang mengepung mobil, jadi mereka tidak dapat menyentuh Sean dan Alexa yang baru saja keluar dari mobil.


"Tuan, apa pendapat anda tentang berita yang telah menyebar, apa benar selama ini nona Serin tinggal dikediaman Jonshon group?"


"Bagaimana kalian bisa setenang ini padahal pelakor jelas-jelas berada di rumah kalian. Ini sungguh mengejutkan."


"Apa yang membuat hubungan kalian baik-baik saja padahal banyak orang yang ingin memisahkan?"


Berbagai pertanyaan terus saja keluar dari mulut para wartawan, tapi Sean dan Alexa hanya tersenyum menghadap kamera.


Tangan Sean tidak pernah lepas mengenggam tangan Alexa, takut para wartawan saling mendorong dan mengenai tubuh istrinya.


"Hubungan dapat berjalan dengan baik karena kepercayaan dan kejujuran satu sama lain. Itu saja yang ingin saya katakan," imbuh Sean yang tidak ingin memperkeruh suasana yang memang sudah keruh sejak awal.


Mempermalukan Serin hingga ke akar-akarnya sudah cukup bagi Sean, terlebih saat mengingat kalimat istrinya yang takut karena sedang hamil.


Karena Sean yakin, jika Serin telah pergi, wanita itu tidak dapat lagi menginjakkan kaki di indonesia dengan kuasa yang dimiliki Ayana Group. Pria itu hafal betul bagaimana sikap Presdir Ayana group dalam menyelesaiakan masalah.


Siapapun yang berani mempermalukan atau membuat masalah pada Ayana group, maka pria baruh baya itu akan menyingkirkannya tidak peduli meski darah daging sendiri.


Kembali pada Sean dan Alexa yang masih dikerumuni orang-orang. Sean langsung mengamit pinggang Alexa dan mengulurkan tangan kedepan seolah memberi jalan pada istrinya.


"Mohon jangan saling berdesak-desakan, istri saya sedang hamil!" pinta Sean.


Hal itu malah membuat semua orang semakin gencar menyorot wajah cantik Alexa yang kini tersipu malu mendengar ucapan Sean.


Suasana hati Alexa yang sejak pagi kusut langsung adem seketika karena ucapan suaminya.


Setelah lolos dari kerumunan orang-orang dan berada di dalam lift, Alexa langsung saja berjinjit untuk mengecup bibir Sean.


Sean membulatkan matanya seraya menyentuh bibir yang baru saja dikecup oleh Alexa. "Berani sekali kau menggodaku pagi-pagi seperti ini hm." Sean menarik pinggang Alexa hingga tubuh keduanya saling menempel. Pria itu menunduk dan mengembalikan kecupan Alexa.


"Sean!"


"Aku harus membalasmu Nona, kau telah lancang menciumku jadi aku juga harus menciummu." Usia mengakatakan hal tersebut, Sean tertawa sangat lebar hingga mendapatkan cubitan di perutnya.


Sungguh ibu hamil di samping Sean sangat hobi mencubit perut seseorang. Tepat saat pintu lift terbuka, Sean kembali mengenggam tangan istrinya dan membawanya keruangan presdir.


Hari ini keduanya berancana akan ke dokter untuk memeriksakan kandungan Alexa. Apakah baik-baik saja dan ada perkembangan.


Alexa jenuh jika harus tinggal dirumah terus, dia ingin periksa dan kembali mengajar seperti biasanya.