
Arnold masih bergeming di tempatnya, menunggu kalimat baru yang akan dilontarkan Griya. Pria itu masih ingin penjelasan lebih lanjut tentang ucapan mertuanya.
Namun, pembicaraaan harus berakhir ketika Serin datang dan langsung memeluk lengan Arnold.
"Aku sudah selesai, ayo kita tunggu mama di depan!" ajak Serin.
Wanita itu terlihat sangat cantik dengan dres hitam di bawah lutut. Serin benar-benar mempersiapkan diri untuk menyambut mama Arnold.
"Cantik bange." Puji Arnold.
"Benarkah? Apa aku tidak terlalu berlebihan?"
"Tidak sama sekali."
Arnold berpamitan pada Griya sebelum keluar dari rumah untuk menunggu kedatangan mamanya sesuai permintaan Serin.
Senyuman pria itu mengembang saat melihat mobil berhenti tepat di halaman rumah Serin.
"Ayo sapa!" bisik Arnold.
Serin menganggukkan kepalanya, berjalan mendekati ibu Arnold sebagai sambutan.
"Akhirnya Mama datang juga, ayo masuk dulu. Mama sudah sarapan?"
"Sudah." Ibu Arnold berusaha tersenyum meski sedikit canggung.
Setelah memikirkan semalaman perkataan Ayra, wanita paruh baya itu memutuskan mencoba menerima Serin masuk ke keluarganya.
Menjadi single parent sejak anak-anaknya berusia 6 tahun, membuat dia terlalu mengatur Arnold dan Arya agar tidak sengsara dalam berumah tangga.
"Serin senang Mama mau berkunjung kerumah. Bunda masak banyak pagi ini, Mama harus mencicipinya."
Serin terus saja bicara sambil mengamit lengan mertunya sampai di meja makan.
"Eh sudah datang ternyata, duduk dulu!" Griya dengan ramah menyambut kedatangan ibu Arnold. Membuat wanita paruh baya itu merasa sangat malu sebab tidak datang ke acara pernikahan karena menolak Serin menjadi menantunya.
Tetapi lihat respon Serin dan Griya, mereka sangat ramah tanpa memperdulikan sesuatu yang sudah berlalu.
"Terimakasih," ucap ibu Arnold.
***
"Aku pulang cepat hari ini jadi tidak perlu menjemput anak-anak," kata Alexa.
"Hm, semangat kerjanya Sayang."
"Dah Husbuku." Alexa melambaikan tangannya untuk mengantar kepergian sang suami.
Seperti biasa Alexa akan mendapat sapaan dari para siswanya jika berjalan sendirian memasuki lingkungan sekolah. Karena sedikit terlambat sebab mendapat drama pagi dirumah bersama Triple A, Alexa langsung saja masuk ke kelas untuk mengajar tanpa mampir dulu ke ruang guru.
Mempunyai jadwal jam pertama adalah tantangan tersendiri untuk Alexa yang mempunyai anak-anak hebohnya bukan main jika dipagi hari. Belum lagi sang suami sering kali ikut bertingkah seperti anak kecil. Entah saling berebut untuk disisiri rambutnya, atau sekedar duduk di atas mobil.
***
"Tuan Azka mengajak anda untuk makan malam bersama dalam rangka mempererat persaudaraan," imbuh Arya setelah semua urusan Sean telah selesai di kantor.
"Terima saja!"
"Baik Tuan."
Arya mengangguk kepalanya, lalu segera menghubungi asisten Azka untuk memberikan jawaban atas permintaan pria tersebut. Setelahnya, Arya kembali memperhatikan Sean yang tampak sibuk memeriksa berkas-berkas penting yang baru saja dia bawa.
"Dimana berkas yayasan SMK Angkasa?"
"Ini Tuan, jika ada waktu kita sudah bisa pergi sekarang. Tuan Azka sangat senang mendengar Tuan ingin menjadi penyuntik dana tetap di sekolah."
"Mari pergi sekarang!" Mengambil berkas di tangan Arya dan berjalan lebih dulu keluar dari ruangannya.
Sudah sejak lama Sean merencanakan ingin menyuntik dana ke sekolah SMK Angkasa yang masih terbilang baru, terlebih setelah mendengar curhatan sang istri yang mengatakan beberapa bangunan dan fasilitas belum terlalu lengkap. Itulah mengapa Sean ikut berpartisipasi di dalamnya.
Terlebih Azka juga bukanlah orang asing bagi Sean, mereka kenal karena sering bertemu di beberapa pertemuan bisnis belakangan ini meski tidak satu jalur.
Perusahaan Jonshon Group bergerak dibidang kecantikan, sementara Wijaya Group penambangan batu bara.
"Apa saya harus mengabari Nona Alexa tentang kunjungan kita kali ini, Tuan?" tanya Arya terus saja berjalan di belakang Sean.
Sean mengelengkan kepalanya tanda tidak perlu, toh pria itu ingin melihat apa saja yang sering istrinya kerjakan di sekolah jika jam istirahat seperti ini.
"Sebelum berkunjung, mampirlah ke sekolah Triple untuk menjemputnya!"