
Dengan gagahnya Sean berjalan memasuki perusahaan Jonshon group, di depannya tentu saja ada Ricard yang berjalan tidak kalah gagah. Sejak tadi Sean sibuk dengan tab di tangannya kerena menghimbau agar berita yang membuat mood buruk pagi-pagi tidak tersebar luas.
Sesampainya di ruangan Ricard, barulah Sean menceritakan apa yang telah terjadi sebenarnya.
"Tuan, seorang paparasi berhasil menyiduk Tuan bersama Nona Delia di rumah sakit," ucap Sean memberitahukan. Tidak lupa dia memberikan tab tersebut pada Ricard.
Artikel berjudul Mantan presdir Jonshon group sedang menjalin hubungan gelap dengan wanita bersuami.
Dapat Sean lihat bagaimana geramnya Ricard saat ini dengan remasan tangan pria itu pada pulpen.
"Singkirkan semua berita konyol tersebut!" perintah Ricard tegas.
"Baik Tuan," sahut Sean dan meninggalkan ruangan Ricard. Dia sedang mencari cara agar berita tidak semakin menyebar yang akan mengakibatkan nama Ricard rusak.
Sean buru-buru menjawab panggilan dari calon istrinya.
"Sean, apa kau sudah melihat beritanya? Kenapa ini harus terjadi setelah kita meluncurkan produk baru?" tanya Alexa di seberang telpon.
Memang benar adanya, berita ini seperti sengaja disebar agar produk yang mereka luncurkan tidak mendapat peminat dan merugikan perusahaan.
"Sudah Lexa, aku juga sudah menyuruh pihak berita untuk menghapusnya. Hanya saja berita sudah terlanjur melebar hingga kita tidak bisa menghentikan."
"Sebarkan berita pernikahan kita! Jadikan itu topik hangat untuk hari ini!" perintah Alexa.
"Aku akan diskusikan dulu pada Ricard, Lexa. Dia tidak mungkin setuju jika ...."
"Sebarkan sekarang Sean, aku yang akan bicara dengan kak Ricard!"
"Baiklah," pasrah Sean meski dia tidak ingin mempubliskan rencana pernikahannya dengan Alexa.
Bukan malu atau berniat menyembunyikan Alexa, hanya saja dia tidak ingin mengambil ke utungan apapun dalam hubungan mereka.
Namun, sepertinya situasi sangat rumit hingga Sean terpaksa mempublikasikannya.
Sean menghubungi perusahaan hiburan yang bisa menjangkau semua pelosok agar berita ini lebih cepat melebar di bandingkan dengan berita konyol Ricard bersama Delia. Sean yakin berita tersebut bukan murni karangan paparasi tapi dendam suami Delia.
"Saya ingin membagikan berita menarik untuk Anda, silahkan cek emailnya!" perintah Sean.
"Baiklah."
Klik, Sean mengklik enter hingga artikel yang baru saja dia buat terkirim pada pihak perusahaan hiburan. Bukan hanya satu, tapi Sean mengirimnya ke beberapa.
Alexa menghela nafas lega melihat berita yang baru saja dirilis.
Setelah terpuruk karena dikhianati, kini Presdir Jonshon Group akan menikah lagi. Siapakah pria beruntung itu?
Presdir Jonshon Group akan menikah lagi padahal baru bercerai.
Beberapa potrer pria yang menjadi calon suami dari Presdir Jonshon Group.
"Akhirnya berita tentang kak Ricard tenggelam," gumam Alexa.
Wanita itu segera meletakkan ponselnya di dalam tas setelah bel pelajaran telah berbunyi. Dia menenteng tas juga buku di tanganya dan berjalan menuju jurusan Ekonomi XI 2.
"Selamat siang anak-anak, sudah segarkan?" sapa Alexa setelah sampai di dalam kelas.
"Sudah bu, apalagi yang ngajar secantik bu Lexa," celetuk siswa laki-laki yang memang sering kali menggoda Alexa.
"Begitu? Awas kalau ada yang mengantuk lagi," ancam Alexa dengan senyuman. Sangat tidak menyeramkan bukan?
Menjadi incaran pada berondong di sekolah SMK Angkasa tidak membuat Alexa dibenci para siswa perempuan. Bahkan siswa perempuan menyukai Alexa sebab pembawaanya yang ramah dan ceria.
"Sekarang kita akan membahas tentang Ketenagakerjaan, ibu harap kalian bisa fokus kali ini okey?"
"Apapun cita-cita kalian nanti, pelajaran Ekonomi haruslah kalian tahu sebab ini dasar dalam kehidupan."
"Jangan terlalu dipaksakan jika memang tidak mengerti," ceramah Alexa.
Dia sama sekali tidak pernah memaksa siswanya agar mengerti di semua mata pelajaran sebab sadar mereka tidak akan mampu. Guru yang sudah sekolah tinggi-tinggi hanya memegang satu pelajaran saja, kenapa siswa yang baru belajar harus dipaksa menguasai semua mata pelajaran, bukankah sangat tidak adil?
Kembali pada topik pembahasan. Alexa mulai menjelaskan apa-apa saja tentang ketenagakerjaan pada siswanya hingga tidak terasa bel pergantian pelajaran terlah berbunyi.
"Baiklah penjesal Ibu sampai di sini saja, jika kalian ingin bertanya boleh datang keruang guru atau langsung chat ibu, okey?"
"Siap bu, kami bakal chat ibu dengan senang hati!" sahut laki-laki paling pojok.
"Tidak jika sudah lewat jam 10 malam!" peringatan Alexa karena dia sering mengalaminya.
Beberapa siswa laki-laki modus bertanya ini itu di atas jam 10 malam dan pembahasan akhirnya selalu sama, menggoda Alexa.