
Kening Sean mengerut saat mendapatkan aroma tidak biasanya dari botol minum tersebut, dia menyipitkan matanya dan mendapatkan butiran obat yang telah meleleh.
Atensi Sean teralihkan ke segala ruangan, hingga tatapannya tertuju pada vas bunga yang ada di atas meja.
"Saya tidak haus," ucap Sean meletakkan botol minum tersebut dan berjalan mendekati vas bunga. Di ambilnya kamera kecil yang tersemat di sana dan pergi begitu saja.
***
Mata Serin terbuka sempurna dengan tubuh menengang setelah memimpikan kejadian dua tahun yang lalu.
Jebakan yang seharusnya berjalan lancar, tapi malah mempermalukan dirinya sebab Sean mengambil kemera kecil yang dia suruh letakkan di sana oleh pelayan. Bahkan di dalamnya, ada video dimana seorang pelayan memasukkan sesuatu ke dalam botol minum tersebut.
"Aaakkkhhhhh, Sean hanya milik aku!" teriak Serin tidak terima kenyataan bahwa Sean telah menikah dengan sepupu jauhnya sendiri.
"Dia hanya bisa menjadi milikku," gumamnya.
Wanita itu beranjak dari ranjang, terlebih matahari telah menampakkan sinarnya. Wanita itu duduk di sofa dengan kaki berselonjor. Jejak percintaanya bersama Ziko masih tersebar di seluruh tubuh Serin, apalagi wanita itu memakai pakaian lumayan seksi.
Tangan Serin bergerak meraih repot di atas meja untuk menyalakan layar tv untuk menonton berita terbaru.
Pemirsa, pagi ini kita kembali di kejutkan berita hangat dua perusahaan terkenal.
Serin semakin memicingkan matanya, tidak lupa menambah volume agar dapat mendengar dengar jelas keributan yang telah terjadi di luar sana.
Berita yang telah tenggelam dua tahun yang lalu tentang scandal putri tunggal Ayana Group dengan asisten pribadi Presdir Jonshon group, kembali mengemparkan dunia maya setelah postingan itu kembali diunggah oleh salah satu akun.
Berikut Video yang sempat mengemparkan dunia perbisnisan dua perusahaan.
Pembawa acara mulai menayangkan video dimama Serin berusaha menggoda Sean di dalam kamar hotel.
Ini bukan tentang scandal masa lalu, tapi putri Ayana Group ternyata kembali menggoda Sean Varos Grady, yang telah resmi menjadi milik orang lain. Kesimpulan ini dapat kita lihat melalui beberapa ungahan foto.
Tangan Serin terkepal hebat, amarah kini telah mengusai diri wanita setengah waras tersebut. Jengah melihat berita yang mempermalukan dirinya, Serin segera mengganti tayangan tv yang isinya sama saja.
"Apa tanggapan Tuan tentang berita yang sedang beredar di dunia maya? Benarkah putri Tuan berusaha merusak rumah tangga presdir Jonshon group karena obsesi?"
Tayangan dimana para wartawan terus menghujani ayah Serin kini telah muncul di tv. Beberapa wartawan terus mengikuti dan melayangkan pertanyaan meski para pengawal berusaha menyingkirkan mereka semua.
"Beberapa postingan mengatakan putri Tuan memiliki riwat penyakit mental, apa itu benar adanya?"
"Tolong beri kami jawaban Tuan."
"Selama ini putri Anda tinggal di rumah lawan bisnis anda, apa Tuan mengetahuinya?"
Berbagai pertanyaan telah wartawan lontarkan, tapi tidak satupun yang dijawab oleh ayah Serin. Pria paruh baya itu terus saja melangkah memasuki perusahaan Ayana Group.
"Aaakkkkhhhhhh, bukan aku yang gila tapi kalian!" teriak Serin melempar benda yang berada di dekatnya.
Tubuh Serin bergetar hebat, keringat dingin mulai membasahi baju tipis yang dia kenalakan.
"Aku tidak akan mengampunimu Lexa, kau merebut kekasihku dan kau telah lancang mempermalukanku!" teriak Serin sekencang mungkin.
"Aku orang gila? Sakit mental? Baiklah, mari kita lihat apa yang bisa diperbuat orang sakit mental sepertiku!" geram Serin.
Wanita itu melempar vas bunga kearah Tv, hingga vas bunga juga Tv tersebut pecah. Serin beranjak dari duduknya dan masuk ke kamar untuk berganti baju.
Dunia benar-benar telah memperlakukan dirinya, terlebih fakta bahwa dia mengalami penyakit mental. Pernah mengandung dan melakukan aborsi berulang kali, semuanya telah terkuak ke media karena ulah Alexa. Itulah yang ada di pikiran Serin saat ini.
"Aku akan membunuhmu juga calon anakmu dengan tangan aku sendiri Lexa. Kau tidak pantas hidup bahagia karena merebut Sean dariku!"