
Alexa menghela nafas panjang seraya menatap wajahnya pada pantulan cermin. Hari ini dia merasa benar-benar telah merawat bayi yang menyebalkan. Andai saja Sean tidak sakit mungkin Alexa tidak akan serepot ini mengasuh suaminya sendiri.
"Sabar Lexa, Sean suami kamu," gumam Alexa.
Wanita itu segera keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya. Diliriknya Sean yang telah tidur membelakangi pintu.
Alexa tersenyum, dia membungkukkan tubuhnya untuk mengecup kening sang suami.
"Tidur yang nyenyak Husbu," gumam Alexa.
Wanita itu keluar dari kamar dan menuju dapur yang telah berantakan karena ulahnya sendiri. Sekarang baru jam 3 sore, dia harus beres-beres dapur agar tidak terlalu berantakan.
Biasanya Sean yang membantunya, tapi kali ini pria itu tidak enak badan.
Alexa mendudukkan diri di meja pantri setelah selesai membereskan kekacauan, dia melirik kulkas 4 pintu milik Sean hingga dia teringat sesuatu.
Alexa membuka kulkas dan mencari kiranti miliknya tapi tidak menemukan apapun di dalam sana.
Ayolah dia sangat membutuhkan kiranti itu, tubuhnya terasa berat karena telat datang bulan selama dua minggu lebih. Harusnya di hari pernikahan mereka, Alexa haid, tapi darah itu tidak kunjung keluar dari tubuhnya.
"Apa dipindahkan sama Sean ya?" guman Alexa.
Wanita itu mencari diluar kulkas hingga atensinya tertuju pada tempat sampah.
"Sean!" teriak Alexa, sementara tatapannya masih berada di tempat sampah. Botol kiranti yang dia beli tergeletak di sana.
Sementara Sean yang mendengar pekikan sang istri langsung berlari keluar kamar dengan rambut acak-acakan. Pria itu langsung memeluk istrinya dari belakang tanpa rasa bersalah.
"Kenapa, hm?"
Alexa memutar tubuhnya menghadap Sean. "Husbu minum kiranti aku?" tanya Alexa.
"Kiranti? Aku tidak minum itu, memangnya gunanya apa?" tanya balik Sean.
Alexa langsung berjongkok dan memperlihatkan botol kiranti yang telah kosong. "Coba baca!" perintah Alexa.
"Hueek, pantas saja rasanya aneh." Rasanya Sean ingin muntah sekarang juga membayangkan minuman untuk wanita dia teguk hingga habis.
"Tuh kan benar Husbu yang minum. Padahal aku beli semalam buat minum hari ini!"
"Aku tidak tahu kalau itu jamu untuk pelancar haid Lexa, maaf," bujuk Sean menarik tangan Alexa.
"Apa susahnya sih sebelum minum baca dulu? Bukan masalah aku mau minum atau tidak, tapi itu penyebab Husbu diare ih, jamunya tidak cocok sama Husbu. Sudahlah, badan saja gede tingkah kayak bocah, sampai merhatiin kesehatan sama makanan sendiri ceroboh!" omel Alexa.
Sekarang wanita itu tahu penyebab besar kenapa Sean bisa sakit perut pagi-pagi. Itu karena ketidak cocokan jamu di perut Sean.
"Tengah malam setelah itu ... Anu ... minum susu dari sumbernya, aku haus terus ke dapur. Karena gelap dan tenggorokan aku serek jadinya langsung minum saja. Rasanya agak aneh tapi tetap aku minum terus tidur," jelas Sean mengikuti Alexa ke kamar. Ikut duduk di samping istrinya.
"Aku beliin sekarang ya? Aku sudah sehat bisa keluar sebentar. Kamu butuh berapa biar aku yang ...."
"Bukan itu!" tekan Alexa. Wanita itu langsung memeluk tubuh Sean.
"Aku kesal karena Husbu ceroboh sampai sakit perut. Sehat itu mahal tau tidak? Ayah awalnya juga cuma sakit perut biasa, lama-lama jadi asam lambung. Terus lambungnya bermasalah dan ...."
"Maaf," bisik Sean mengelus pundak Alexa.
Sekarang Sean menyesal telah membohongi Alexa tentang kesehatannya, pria itu tidak tahu kalau riwayat penyakit membuat Alexa sedih.
Pantas saja Alexa begitu khawatir pada Sean, ternyata ada trauma yang disimpan oleh wanita itu.
"Maaf ya?"
"Jangan lagi ya Husbu? Sehat itu mahal!"
"Iya Lexa Sayang. Sekarang aku akan lebih hati-hati lagi dan tentunya tidak ceroboh dalam mengonsumsi apapun. Aku beliin kiranti lagi ya?"
Alexa mengangguk masih dalam pelukan Sean. "Tubuh aku terasa berat karena darahnya belum keluar juga. Harusnya pas malam pengantin aku haid."
Sean mengulum senyum mendengar curhatan istrinya untuk yang satu ini. "Kalau malam pengantin kamu datang bulan, aku uring-uringan dong tidak dapat jatah. Untung saja tidak datang, pintar ya darah kamu." Sean mencubit cuping hidung Alexa, membuat wanita itu cemberut.