Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 45 ~ Membela Istri


"Hubungan apa?"


Atensi Ziko dan Jesika langsung tertuju pada pintu di mana seorang wanita cantik berdiri.


"Sayang, aku benar-benar tidak tahu kalau Jesika akan ...."


Alexa mengangkat tangannya seolah-olah menyuruh Ziko berhenti bicara. Wanita itu melirik Jesika.


"Hubungan apa yang ingin kau jelaskan Jesika?" ulang Alexa.


Jesika seketika gelagapan sendiri. "Ak-aku ...."


"Katakan dan segera pergi dari ruangan suamiku!"


"Suami?" Jesika tertawa meremahkan setelah berhasil menguasai kegugupannya.


"Apa kau tau kalau suami kamu telah selingkuh dengaku? Kau adalah wanita bodoh yang tidak tahu apa-apa Alexa! Sejak awal menikah Ziko telah mengkhianatimu!"


"Lalu? Apa saya harus meninggalkan suamiku untuk bersama jala*ng sepertimu? Saya sudah tahu semuanya sejak awal Jesika, jadi bukan saya yang bodoh tapi kau!" tunjuk Alexa dengan tatapan penuh jijik pada Jesika.


Alexa tadi bukan pergi, melainkan menuju ruangan CCTV untuk mengetes bagaimana respon yang dikeluarkan Ziko.


Dia sangat senang karena respon yang dikeluarkan Ziko sesuai rencananya, yaitu membenci Jesika.


"Bisa-bisanya kau berusaha mencelakai kakakku!" Alexa senyum sinis dan menarik tangan Jesika cukup kasar.


Wanita bermata indah itu menyeret tubuh Jesika keluar dari ruangan Ziko. "Pergi dan jangan muncul di hadapan saya lagi!" usir Alexa.


"Berani-beraninya kau mengusirku! Dasar wanita ...."


Jesika tidak dapat melanjutkan kalimatnya sebab sebuah tamparan keras telah mendarat di pipinya, hingga meninggalkan rasa perih dan kebas secara bersamaan. Bukan, itu bukan tamparan Alexa melainkan kekasihnya sendiri.


"Ziko, kau lebih membela dirinya?" tanya Jesika tidak percaya.


"Tentu saja aku membela istriku." Ziko menarik pinggang Alexa untuk dipeluk, membuat Alexa tersenyum penuh kemenangan pada Jesika.


"Sudah puas Nona? Silahkan pergi sebelum keamanan menyeretmu sebab membuat keributan."


"Awas saja kalian!" Jesika mengepalkan tangannya kuat-kuat. Meninggalkan sepasang suami istri itu dengan perasaan marah.


Sementara Ziko dan Alexa tampak tidak peduli. "Aku tidak menyuruh Jesika datang Lexa, aku juga kaget saat ...."


"Stop membicarakan wanita itu Sayang, aku tidak menyukainya. Bagaimana kalau kita mengurus tentang peristiwa kecelakaan itu? Sean sudah menemukan bukti tentang kejatahan Jesika, kau hanya perlu menuntut dia agar polisi segera menurunkan surat penangkapan," bujuk Alexa merapikan rambut Ziko.


"Kenapa? Kamu tidak mau karena masih mencintainya?"


"Bu-bukan begitu Sayang, hanya saja ...."


"Terserah apa mau kamu Ziko, aku benar-benar ...."


"Aku akan menuntutnya, jadi jangan marah Sayang," bisik Ziko membuat Alexa lagi-lagi senyum penuh kemenangan.


Sedikit lagi, maka Jesika maupun Ziko akan benar-benar hancur di tangannya.


"Aku mencintaimu Ziko." Alexa langsung membalik tubuhnya dan memeluk Ziko sangat erat.


Berusaha menunjukkan pada Ziko bahwa dia sangat mencintai pria itu dan tidak akan tergantikan oleh apapun.


"Aku sudah bicara pada dokter, kamu bisa pulang sore nanti Sayang."


"Terimakasih sudah mengurusku dengan baik Alexa, dan maaf karena telah menyakiti hatimu dengan menjalin hubungan dengan wanita lain."


"Tidak masalah Ziko, aku mengerti akan hal itu."


***


Sore yang ditunggu-tunggu Ziko akhirnya datang juga di mana dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Hanya saja dia belum bisa melakukan apapun karena tangan kananya telah patah, bahkan makan harus dibantu oleh Alexa.


Namun, Ziko menyukai momen-momen dimana Alexa dengan setia membantu dirinya, entah menyuapi saat makan atau menemani saat mandi.


"Akhirnya menantu bunda keluar juga dari rumah sakit," sambut Kania di depan pintu.


"Terimakasih Bunda sudah menunggu kedatanganku," ucap Ziko yang tiba-tiba sopan.


"Tidak masalah, kamu kan bagian dari keluarga kami Nak. Lexa bantu suamimu ke kamarnya kita akan makan bersama setelah Ricard pulang."


"Iya Bunda." Alexa menganggu paham dan mengenggam tangan kiri Ziko menuju kamar yang berada di lantai dua.


Untuk saat ini Alexa masih bersabar dan melimpahi Ziko perhatian-perhatian sampai dimana Sean selesai mengurus semuanya.


Cinta? Itu sudah hilang seiring rasa sakit yang Alexa derita karena pengkhiatan suaminya.


Apa memang Alexa sudah ditakdirkan menjadi wanita yang selalu dikhianati oleh suaminya?