
"Bunda tahu kapan waktu tepatnya Serin akan datang?" tanya Alexa. Wanita itu menghampiri bundanya ke kamar karena penasaran kapan Serin akan tiba di Indonesia.
Wanita itu ingin menyiapkan sesuatu yang spesial untuk sepupu jauhnya. Akan sangat menyenangkan bukan bertemu sepupu jauh hasil perselingkuhan?
"Bunda tidak tahu tepatnya kapan Nak, yang pastinya dalam waktu dekat. Memangnya kenapa?" tanya balik Kania. Wanita itu sedang mengeluarkan isi lemari yang tidak terpakai lagi.
"Aku sangat penasaran bagaimana keponakan ayah itu Bunda. Tinggal di korea, dia pasti sangat cantik."
Kania tertawa mendengar penuturan putrinya, wanita itu berdiri dan mengambil ponselnya di atas ranjang. Kania memperlihatkan sebuah foto perempuan pada Alexa.
"Tante Griya mengirim foto ini semalam, akan bunda kirimkan ke ponselmu. Siapa tau kalian tidak sengaja bertemu di jalan," ucap Kania langsung mengirimkan foto tersebut pada Alexa.
"Makasih Bunda, Lexa pergi dulu." Alexa mengecup pipi bundanya sebelum meninggalkan kamar.
Akhirnya dia mendapatkan foto Serin.
"Selamat datang di duniaku Serin," gumam Alexa dengan senyum liciknya.
Jika teringat saat dia dan Sean kecelakaan karena rem blong, ingin rasanya Alexa menjambak rambut Serin hingga terlepas dari tempurung kepalanya.
Andai malam itu Sean tidak pandai mengendalikan situasi, mungkin sekarang mereka terbaring dirumah sakit tanpa adanya pernikahan.
"Akan kubuat kau merasakan hal yang lebih menyakitkan. Apapun alasan kamu menganggu kehidupan kami, satu yang kuyakini kau menyukai suamiku."
Alexa mengemudikan mobilnya sendiri menuju perusahaan untuk bertemu sang suami. Toh dia tidak tahu harus melakukan apa dirumah, pergi bersama teman dekat? Ayolah Alexa tidak mempunyai temat dekat karena sudah trauma di kehidupan sebelumnya.
Selingkuhan mantan suaminya dulu adalah sahabat baik Alexa.
Wanita bermata indah itu meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas, kemudian menyambungkan pada Earphone setelah terhubung pada seseorang.
"Kau mau uang?" tanya Alexa pada seseorang di seberang telpon.
"Tantu Nona, saya selalu menunggu telpon Nona untuk memberi tugas dan mendapatkan uang yang banyak."
Alexa senyum miring mendengar jawaban seseorang diseberang telpon. "Saya sudah mengirimkan foto wanita padamu. Dalam waktu dekat dia akan tiba di Indonesia. Tugasmu mudah, buat hari pertamanya di Idonesia menjadi sial."
"Akan kulakukan sesuai perintah Nona."
Setelah sambungan telpon terputus, Alexa mulai memfokuskan tatapannya pada jalan raya yang mulai padat karena kendaraan yang berlalu lalang.
Senyuman wanita itu mengembang sempurna melihat suaminya baru saja keluar dari lift.
"Husbu," panggil Alexa tanpa malu. Berbeda dengan Sean, telinga pria itu langsung memerah karena tatapan karyawan lainnya.
Sean langsung menghampiri wanitanya dan mengamit pinggang Alexa kembali memasuki lift.
"Kenapa tidak mengabariku kalau kamu akan datang, hm? Hampir saja aku pulang untuk menemuimu," bisik Sean tepat di daun telinga sang istri.
"Kenapa pulang? Kau ingin makan gaji buta hah?" Alexa menatap tajam suaminya. Jarum jam baru menunjukkan angka 2 siang tapi Sean mau pulang? Sungguh sangat rajin.
"Bu-bukan itu Lexa, aku hanya ...."
"Apa?" Alexa menaikkan alisnya.
"Kau membuaku candu sampai tidak ingin berpisah terlalu lama." Sean kembali berbisik, bertepatan pintu lift terbuka dan menampilkan pria tampan dan gagah berdiri di sana.
"Kak Ricard," sapa Alexa.
"Bucin terus," ledek Ricard. Pria itu memasuki lift, berbeda dengan Alexa dan Sean yang malah keluar dari lift karena telah sampai di tempat tujuan mereka.
"Kak Ricard juga kan mau nemuin kak Delia." Tebak Alexa menujulurkan lidahnya, untung saja pintu Lift buru-buru tertutup atau Ricard akan menarik lidah tersebut.
"Jangan meledek Ricard seperti Lexa, dia kakak kamu," peringatan Sean.
"Baiklah, aku hanya akan meledek dan menggoda Hubusku. Apa tidak masalah?"
"Tidak sama sekali, tapi kau harus menanggung akibatnya," bisik Sean kemudian membuka pintu ruangannya.
Pria itu menarik Alexa agar duduk di sofa panjang.
"Kau menyuruh seseorang untuk mengerjai Serin?" tanya Sean.
"Lah kok tahu?"
...****************...