Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 135 ~ Tragedi


Sean melirik ponselnya yang terus saja berdering sejak tadi, pria itu memelankan laju mobil padahal hampir melewati lampu lalu lintas. Dengan sebelah tangan, Sean langsung menjawab penggilan dari orang suruhannya, sementara tatapan lurus kedepan.


"Ada apa? Telpon nanti saja, saya sedang ...."


"Hentikan mobil Tuan sekarang juga dan turun, seseorang berencana melukai ...."


Belum selesai mendengarkan ucapan dari orang suruhannya, mobil yang dikendarai Sean dihantam mobil truk hingga tergelincir beberapa meter dari jalan. Sekuat tenaga Sean mengedalikan setir kemudi, tetap saja dia kalah apalagi pecahan kaca mobil telah menancap di beberapa kulitnya.


Mata Sean terpejam seiring tubuhnya terpental karena mobilnya diapit oleh truk besar juga tiang listri.


Kesadaran Sean langsung hilang, beberapa bagian tubuh terhimpit mobil juga kepala yang mengeluarkan darah segar karena terhantam benda keras.


Semua pengendara sontak berhenti untuk melihat kecelakaan yang terjadi tepat di perpatahan jalan. Sementara Serin perlahan-lahan membuka matanya setelah berhasil menabrak mobil putih dengan kecepatan di atas rata-rata.


Melihat semua orang tengah fokus pada mobil putih, Serin buru-buru turun dari truk tersebut dan hendak berlari meninggalkan tempat kejadian. Naasnya, dia tidak sengaja melihat orang yang terhimpit mobil di dalam sana.


Jantung Serin berpacu sangat cepat mengetahui orang yang telah dia tabrak bukanlah Alexa, malainkan pria yang sangat dia cintai.


Serin membalik tubuhnya, berjalan sangat pelan mendekati kerumunan yang telah di kelilingi polisi yang datang dengan cepat.


"Sean!" teriak Serin dengan air mata terus saja berjatuhan dimanik indahnya. Wanita itu berusaha sekuat tenaga untuk menerobos kerumunan polisi yang berusaha mengeluarkan Sean dari mobil.


"Nona minggirlah, kami harus mengeluarkannya segera, sebelum mobil meledak!" cegah salah satu polisi, tapi Serin memberontak dan terus saja maju.


"Dia kekasih aku, aku harus melihat keadaannya. Sean maafkan aku, Sean!" teriak Serin terus merancau seiring tubuhnya ditarik oleh petugas menjauhi TKP.


***


Sentuhan terakhir Alexa berikan di bibirnya yang terlihat sangat pucat, senyumnya merekah hingga membuatnya terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Wanita itu telah siap dengan setelan rok juga kemeja dan tinggal menunggu suaminya untuk berangkat ke sekolah.


Alexa keluar dari kamar dengan sedikit gerutuan keluar dari bibirnya. Sean telah berjanji akan datang jam 9 pagi, tapi sampai sekarang pria itu belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Entah kemana ayah kamu, Ca," guman Alexa langsung memangku Eca yang sedang tiduran di sofa. Wanita itu akan bersabar sedikit lagi menunggu kedatangan suaminya.


"Ck, gaya banget sampai pencet bel," decak Alexa.


Wanita itu langsung membuka pintu, dia terkejut melihat dua polisi muda berdiri tepat di depan pintu.


"Lexa!" panggil seseorang.


Alexa langsung mengalihkan tatapannya pada Ricard yang terlihat ngos-ngosan seperti habis berlari dengan jarak cukup jauh.


"Ada apa Pak?" tanya Alexa kembali menatap dua polisi di hadapannya.


"Apa benar ini kediaman Tuan Sean?" tanya sang polisi.


"Saya yang akan memberitahunya, pergila Pak!" ujar Ricard setelah mengatur nafasnya yang memburu.


Pria itu berlari menaiki tangga dari lantai satu hingga lantai 7 hanya karena tidak ingin polisi memberitahukan kabar buruk pada adiknya yang sedang mengandung.


Setelah kepergian polisi, Ricard langsung memeluk adiknya cukup erat. "Sabar ya, Sayang. Ini ujian yang harus kamu terima, semuanya pasti akan baik-baik saja," bisik Ricard. "Mau kerumah sakit bareng kakak?" tanya Ricard setelah pelukan terlerai.


Alexa mengelengkan kepalanya, menolak juga tidak mengerti dengan sikap dan ucapan Ricard.


"Siapa yang sakit? Dan kenapa kedua polisi itu mencari Sean, Kak?" tanya Alexa balik.


Ricard terdiam, rasanya untuk memberitahukan kabar buruk ini pada adiknya bukanlah hal yang tepat, tapi Alexa adalah istri Sean.


"Kak?"


"Se-sean kecelakaan Lexa, dia sekarang ada dirumah sakit. Kakak harap kamu ...."


"Su-suami aku kecelakaan? Kakak bohongkan? Kakak mau prank aku seperti tahun lalu?" Alexa tersenyum.


Berbeda dengan Ricard yang tersentak kaget, dia baru ingat besok adalah ulang tahun adiknya yang ke 28 tahun.