Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 32 ~ Mengagalkan pertemuan


Tanpa mengatakan apapun, Ziko langsung mengenggam tangan Alexa keluar dari rumah. Membukakan pintu setelah sampai di garasi.


"Masuk gih, hari ini aku bakal jadi sopir pribadi kamu," ucap Ziko dengan penuh senyuman.


Alexa langsung masuk ke mobil tanpa menyahuti kalimat Ziko, bahkan ketika pria itu kembali mengenggam tangannya.


"Jangan marah lagi ya Lexa? Aku janji bakal lebih baik lagi," bujuk Ziko.


"Aku tidak butuh ucapan tapi pembuktian," balas Alexa fokus kedepan.


Diam-diam Ziko mengepalkan tangannya di balik tubuh. Tidak terima Alexa bersikap cuek seperti ini. Harusnya yang dikejar-kejar dirinya bukan malah sebaliknya seperti ini.


Terjadi keheningan di dalam mobil selama perjalanan menuju kantor, hingga deringan ponsel memecahnya.


Alexa melirik ponsel Ziko yang berada di dasbor mobil. Tertera dengan jelas nama Jesika di sana.


"Angkat dulu Ziko!" perintah Alexa.


"Tidak penting." Dengan sigap Ziko menolak panggilan dari Jesika hal itu membuat Alexa sangat bahagia.


Ini yang dia ingingkan, Ziko lebih memetingkan dirinya daripada Jesika yang hanya seligkuhan saja.


"Kenapa dia menghubungi kamu? Bukannya kalian tidak punya ikatan pekerjaan lagi?"


"Aku juga tidak tahu Lexa, tapi akhir-akhir ini dia sering menelponku dan berusaha menggoda."


"Benarkah?" tanya Alexa penuh selidik dan langsung dijawab anggukan oleh Ziko.


Alexa dengan sigap mengambil benda pipi Ziko kemudian menjawab panggilan yang baru saja masuk.


"Kenapa?"


Hening, tidak ada suara di seberang telpon. Hanya deru nafas itupun sangat samar.


"Suamiku lagi menyentir jadi tidak bisa diganggu. Ah iya tolong berhenti menghubunginya atau kau dalam masalah Jesika!" ucap Alexa penuh tekanan kemudian memutuskan sambungan telpon begitu saja.


"Aku paling tidak suka ada yang menggodamu Ziko."


"Aku tahu."


***


Alexa menguap beberapa kali karena sangat mengantuk, sialnya masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Wanita bermata indah itu menyandarkan tubuhnya pada kursi seraya memejamkan mata. Sungguh, menjadi presdir tidak seindah yang orang lain bayangkan.


Terlalu banyak yang harus diurus hingga beberapa kegiatan harus tertunda.


"Minum dulu," perintah Sean datang membawakan segelas kopi untuk bos sekaligus wanita yang dia cintai.


"Ada informasi baru?"


"Jesika baru saja meninggalkan apartemennya Nona, begitupula dengan Ziko yang meninggalkan ruangan. Sepertinya mereka akan bertemu disuatu tempat," jelas Sean.


"Informasinya sangat berguna." Alexa bangkit dari duduknya. "Sean tolong selesaikan semuanya, aku ada urusan sebentar!"


"Baik Nona."


Alexa meninggalkan ruang Presdir, dan memasuki ruangan Ziko yang telah kosong ditinggalkan pemiliknya. Wanita bermata indah itu langsung mendial kontak sang suami.


"Iya Sayang?" ucap Ziko di seberang telpon.


"Kamu di mana? Aku ada di ruangan kamu dan berencana makan siang bersama."


"Ak-aku ada di ...."


"Di mana?" ulang Alexa.


"Lobi Sayang, aku menunggumu."


"Baiklah aku kesana sekarang."


Tanpa membuang waktu yang ada, Alexa langsung saja menemui Ziko yang ternyata memang ada di lobi. Pria itu duduk di kursi tunggu perusahaan.


"Nunggu siapa?" tanya Alexa setelah sampai.


"Tidak ada, hanya ingin melihat-lihat sekitar. Ayo Sayang!" Ziko mengenggam tangan Alexa dan berjalan keluar dari kantor.


***


Senyuman seorang pria mengembang sempurna setelah sampai di taman, tempat janji sepasang kekasih. Dia adalah Sean yang sengaja datang ke taman untuk menemui Jesika yang telah lama menunggu kekasihnya.


"Nuggu siapa?" tanya Sean langsung duduk di samping Jesika.


"Intinya bukan kamu!" jutek Jesika.


"Kalau kamu sedang menunggu Ziko, dia sedang bersama istrinya."


"Sok tahu banget kamu." Jesika beranjak dari duduknya karena tidak ingin meladeni Sean yang notabenya orang dekat Alexa.


Besar kemungkinan Sean hanya ingin mendapat informasi darinya bukan?


"Jesika!" panggil Sean, tapi Jesika tetap saja melangkah pergi.


"Kau yakin Ziko tidak mencintai Nona Alexa? Dia cantik dan punya segalanya. Hanya pria bodoh jika tidak tertarik pada Alexa!"