Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 122 ~ Dua tahun yang lalu


Bukannya ikut tidur bersama Alexa, Sean malah melamun memikirkan jendela yang terbuka lebar tapi. Pikirannya sedang di penuhi berbagai pikiran negatif, terlebih Alexa sedang hamil dan kandungannya rentang keguguran.


Apalagi sekarang Sean telah resmi menjadi presdir Jonshon group, akan banyak musuh dimana-dimana. Hanya menjadi asisten saja, sering kali Sean mendapat teror yang tidak diketahui oleh siapapun, apalagi sekarang.


Sean menghembuskan nafasnya kasar dan panjang. Hal itu membuat Alexa langsung membuka mata lalu menatap manik tajam milik Sean.


"Kenapa belum tidur?" tanya Alexa menderatkan kecupan dirahang tegas Sean, tidak lupa dia semakin merapatkan tubuhnya.


"Dari artikel yang aku baca, ibu hamil sering kali bangun tengah malam minta sesuatu atau ingin makan sesuatu. Jadi aku menunggu waktu itu tiba," imbuh Sean.


Alexa tersenyum lebar. "Aku tidak mengingingkan apapun selain pelukan hangat dan wangi tubuhmu Sean, jadi tidurlah!" pintah Alexa. Matanya terlihat sayu karena sangat mengantuk, tapi Sean sejak tadi urung memejamkan mata, membuat Alexa tidak bisa tidur.


Melihat mata Sean mulai terpejam, Alexa melakukan hal yang sama. Keduanya tidur di bawah selimut tebal yang sama, saling berpelukan tanpa rasa bosan.


Ranjang king size yang mereka tiduri masih bisa menampung banyak orang sakin luasnya tempat yang mereka sisakan.


***


Malam yang sangat indah dengan bintang bertabur menghiasi langit, membuat pesta yang sedang diadakan jauh lebih meriah, terlebih bagi seorang wanita yang sejak tadi duduk bersama adik dan mamanya tirinya.


Dia adalah Serin, tatapannya terus tertuju pada satu sosok pria gagah nan tampan yang tengah bertukar cerita satu sama lain dengan rekan bisnis ayahnya.


"Dia sangat tampan," guma Serin. Sudah sejak lama Serin mendambakan Sean, dah malam ini seperti mendukung cintanya.


Pria yang dia kejar-kejar datang dengan sendirinya ke pesta perayaan Ayana Group. Langkah kaki Serin kian menjauhi keluarganya untuk menghampiri pria yang paling bersinar di antara tamu ayahnya yang lain.


"Nama aku Serin, putri tunggal pemilik pesta," imbuh Serin mengulurkan tangannya pada Sean.


"Sean," balas Sean dan pergi dari hadapan Serin, hal itu tentu saja membuat Serin sangat geram.


Wanita itu duduk di salah satu kursi tamu dan memikirkan sesuatu yang mungkin bisa dia lalukan untuk mendapatkan Sean malam ini, terlebih dia baru saja tahu bahwa telah hamil anak pria yang selama ini sering menghabiskan malam dengannya.


Tepat saat Sean melintas dihadapannya, Serin langsung menjatuhkan diri sambil menarik tangan kekar Sean, membuat pria itu mau tidak mau harus berhenti.


"Aaakkhhhh, kaki aku sakit," rintih Serin.


Sean yang tidak tahu rencana Serin langsung saja membantu wanita itu agar berdiri. "Lain kali hati-hati Nona," ucap Sean.


"Kaki aku terkilir dan sangat sakit, tolong antar aku ke kamar!" pinta Serin menyibak rambutnya kebelakang agar belahan dadanya dapat terlihat jelas. Sayangnya Sean tengah sibuk menatap objek lain mencari pelayan.


"Saya akan memanggilkan ...."


"Sebentar saja," desak Serin menjatuhkan tubuhnya di dada bidang Sean. Karena tidak ingin menjadi pusat perhatian, Sean langsung saja mengantar Serin ke kamar hotel yang berada di lantai tiga.


Setelah mengantar, Sean hendak pergi tapi tanganya telah ditarik oleh Sering yang duduk di sofa.


"Kaki aku sakit, dan aku tidak ingin merepotkan ayah. Apa kamu bisa membantuku mengambil handuk di kamar mandi?" pinta Serin dengan raut wajah tidak enak, membuat Sean tidak kuasa menolak.


Pria itu segera mengambil handuk di kamar mandi lalu menyerahkan pada Serin.


"Saya harus pergi Nona, panggilah pelayan!" imbuh Sean dengan wajah datarnya.


Serin mengangguk seraya menyilangkan kaki hingga dress mininya semakin terangkat memperlihatkan sesuatu yang tidak seharusnya.


"Sebangai ucapan terimakasihku, minumlah dulu Sean," cetus Serin menyerahkan botol mineral yang telah dia bukan.


Dengan sigap Sean mengambil botol minum tersebut dan hendak meminumnya.