Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 84 ~ Tanggung jawab penuh


Alexa hanya bisa terganga melihat tingkah Sean tengah malam seperti ini. Setelah pria itu mengeluarkan semua isi dompetnya, Sean kembali mengisinya.


Yang berbeda hanya nama pemilik kartu saja.


"Kenapa harus diganti Sean? Ayolah aku tidak merasa terbebani dengan membelanjakan uangku sendiri," keluh Alexa.


"Tidak Lexa, sekarang aku suamimu. Sudah seharusnya memberi kamu nafkah. Terima kartu ini dan tinggalkan kartumu di laci," jawab Sean dengan wajah seriusnya.


Pria itu tidak akan menafkahi Alexa setengah-setengah. Dia masih mempunyai uang jadi tidak akan memakai uang Alexa meski sepersepun.


Sementara Alexa menatap Sean dengan tatapan berkaca-kaca. Dia terharu melihat betapa seriusnya Sean ingin membina rumah tangga dengannya.


Sekarang dia merasa menjadi wanita paling beruntung karena mendapatkan sosok pria bertanggung jawab seperti Sean. Andai dulu dia lebih mencintai Sean dibandingkan Ziko, mungkin sakit hati tidak akan dia rasakan dalam pernikahan pertamanya.


"Sayang Husbu," lirih Alexa langsung memeluk Sean sangat erat.


"Haruskah aku membalasnya, hm?" bisik Sean membalas pelukan Alexa penuh kelembutan. "Habiskan uangku Lexa, aku bekerja keras hanya untukmu bukan orang lain."


"Tidak, aku tidak bisa menghabiskanya begitu saja karena ada orang yang akan menghabiskan semua itu Sean," ralat Alexa.


Sean mengerutkan keningnya, dia melerai pelukan dan menatap Alexa. "Siapa?"


"Anak-anak kita nanti, kan kamu maunya kembar." Alexa mengulum senyum. Wanita itu tersipu malu karena membahas tentang anak.


"Kembar lima, apa kamu bisa mengabulkannya Sayang?" bisik Sean menggoda.


Alexa menelan salivanya kasar, apa Sean serius dengan perkataanya? Hey apa dia kembaran kucing hingga bisa melahirkan sebanyak itu?


"Sean kau mau membunuhku?"


"Aku mencintamu," sahut Sean.


"Aku juga mencintaimu," balas Alexa.


Kedua manik indah mereka bertemu, entah dorongan dari mana Alexa memajukan wajahnya lebih dulu dan meraup bibir Sean cukup lembut. Dia mengalungkan tanganya di leher sang suami agar sesapannya lebih dalam lagi.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Sean membalas ******* demi ******* yang diciptakan Alexa. Membaringkan tubuh wanita itu tanpa melepaskan pangutannya.


"Aku suka kamu yang agresif Sayang," bisik Sean menelusupkan tangannya dibalik kain tipis milik Alexa.


***


Sean mengerjap-erjapkan matanya perlahan memperhatikan wajah terlelap Alexa dalam pelukannya. Dia menunduk untuk mencium tulang selangka milik Alexa penuh kelembutan.


"Pagi my Wife," bisik Sean dan hanya dibalas gumaman oleh Alexa.


"Lexa, ayo bangun. Katanya mau berangkat pagi agar bisa sarapan bersama Bunda," bisik Sean tapi Alexa malah semakin mengeretkan pelukannya.


Sean terkekeh kecil, dia mengusap pipi Alexa dengan jari telunjuknya. Usapan itu turun ke bibir dan menyentuh bibir seksi Alexa cukup lama.


"Lexa," panggil Sean.


"Aku masih mengantuk Sean, lima menit lagi setelah itu aku bangun," gumam Alexa.


"Baiklah tidurlah selama 5 menit, aku akan mengendongmu sampai ke kamar mandi," putus Sean yang juga kasihan melihat mata sayu Alexa.


Pria itu membuat Alexa lembur sangat larut karena meladeni keganasananya yang diluar angkasa.


Dengan sigap Sean mengendong tubuh seksi Alexa yang hanya terbalut baju kaos tanpa dalaman apapun.


Menurunkan Alexa di dalam bathtub secara perlahan.


"Masih mengantuk?"


"Hm."


Sean mengulum senyum, dibasuhnya wajah Alexa dengan air hangat, setelah itu membuka baju kaos yang di kenakan Alexa sudah payah. Pria itu membulatkan matanya tidak percaya melihat bekas kemerahan ada di mana-mana terlebih di bagian gunung kembar Alexa.


"Apa ini perih? Apa aku terlalu menyakitimu semalam?" tanya Sean menyentuh bekas merah yang dia ciptakan sendiri.


"Tidak Sean, aku menikmatnya jadi jangan cemberut seperti itu," gumam Alexa belum sadar kalau kini dia tidak mengenakan apapun lagi. Untung saja Sean tidak dalam mode baperan.


Sean keluar dari bathtub dan menyetel air hangat untuk istrinya, tidak lupa menuangkan sabun cair yang banyak karena tahu Alexa suka bermain busa.


"Mau dibantu mandi Nona?" tawar Sean.


"Aku bisa sendiri," gumam Alexa.