
Mungkin orang lain mengira Alexa adalah istri yang baik untuk Ziko jika melihat dari cara Alexa merawat suaminya di rumah sakit.
Sejak kabar kecelakaan Ziko terdengar, Alexa tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di perusahaan. Aktivitas wanita bermata indah itu hanya rumah dan rumah sakit. Entah apa lagi yang sedang dia rencanakan, hanya dia sendiri yang tahu akan hal tersebut
Alexa dengan setia duduk di sisi brangkar dan menyuapi Ziko sarapan yang telah dibawakan oleh suster.
"Makan yang banyak biar cepat sembuh," ucapnya tersenyum, tapi tidak ada yang tahu senyum itu tulus atau palsu.
Alexa mengembangkan senyumnya ketika punggung tangannya di genggam oleh Ziko.
"Apa kamu tidak marah tahu aku selingkuh Lexa? Kenapa begitu baik padahal aku sudah mengkhianatimu?" tanya Ziko.
Pria itu merasa heran dengan perhatian-perhatian yang diberikan Alexa akhir-akhir ini. Dia mengira malam di mana dia dan Alexa membicarakan tentang perselingkuhan, wanita itu akan mencampakkannya begitu saja.
"Untuk apa aku marah dengan sesuatu yang sudah berlalu? Bukankah sudah kukatakan bahwa yang aku ingingkan pembuktian cintamu, bukan penyesalan akan masa lalu," jawab Alexa.
"Kamu serius memberi aku kesempatan Lexa?" tanya Ziko memastikan. Sungguh jika itu terjadi, mungkin Ziko akan bersikap lebih baik lagi dan tidak serakah mengingingkan harta Alexa lagi.
Melihat perhatian Alexa setelah tahu dia berkhianat, menjadi dorongan untuk Ziko berubah. Mungkin tuhan telah mempertemukan Ziko dengan Alexa agar berhenti dengan perbuatan bejatnya.
"Tentu," sahut Alexa.
"Tunggu sebentar Ziko." Alexa langsung beranjak dari duduknya setelah meletakkan mangkuk bubur di atas meja.
Ponsel wanita itu sejak tadi berdering, hingga memilih menjauh dari jangkuan Ziko.
Alexa berdiri di dekat jendela seraya menikmati pemadangan kota di pagi hari. Sangat padat dan penuh keributan, itulah yang dapat Alexa tangkap dari lantai lumayan tinggi.
"Ada informasi baru?" tanya Alexa pada Sean setelah berhasil menjawab panggilan.
"Jesika sedang menuju rumah sakit Nona, sepertinya akan menjenguk Ziko."
"Oke."
Setelah sambuangan telpon terputus, Alexa kembali menghampiri Ziko yang duduk setengah berbaring.
"Sayang, aku ada urusan mendadak sebentar. Aku tinggal dulu." Izin Alexa merapikan tasnya.
"Tidak masalah." Ziko menarik tengkuk Alexa dengan tangan kiri kemudian memgecup kening wanita itu sebentar. "Hati-hati Sayang."
"Hm."
"Apa selama ini aku salah memperlakukan Alexa? Dia begitu baik padahal sudah tahu kelakuan bejatku," guman Ziko.
"Bukan dia yang jahat tapi aku. Tidak seharusnya aku membenci dia hanya karena dia berusaha melindungi perusahaan dan keluarganya."
Detik demi detik Ziko perlahan-lahan mulai menyesali perbuatannya yang telah lancang menyakiti Alexa hanya karena keserakahan dia miliki.
"Sialan, aku tidak pernah jatuh cinta sampai seperti ini," geramnya merasa kesal pada diri sendiri karena telah kalah oleh cinta.
Ziko memutar bola mata malas ketika pintu ruang rawatnya terbuka dan menampilkan wanita yang telah menyebabkan dia berada di rumah sakit.
"Sayang, aku sunggu mengkhawatirkanmu. Aku takut kamu ...." Kalimat Jesika terjeda karena sentakan Ziko.
Pria itu engang disentuh oleh Jesika.
"Keluar!" usir Ziko dengan wajah datarnya.
"Aku datang untuk menjengukmu Ziko, sebentar lagi kita akan menikah, tapi kamu malah kecelakaan seperti ini."
Ziko senyum sinis dengan tatapan menukik tajam pada Jesika. "Bukannya ini ulahmu?"
"Ma-maksud kamu apa Sayang? Tidak mungkin aku melukai calon suami ...."
"Kau memang tidak berniat melukaiku Jesika! Tapi kau berniat melukai Ricard! Sudah aku peringatkan bahwa jangan melukai keluarga istriku, tapi kau!" Ziko menunjuk wajah Jesika penuh kekesalan.
"Bohong, aku tidak melakukan apapun!" Elak Jesika.
"Alexa telah menceritakan semuanya!"
"Dan kau percaya begitu saja sama dia Ziko? Dia wanita licik, kau harus tau itu! Dia hanya ingin memisahkan kita. Aku mohon jangan bersikap seperti ini!"
"Pergi!" Ziko kembali mengusir Jesika.
Untuk kali ini dia benar-benar marah pada Jesika karena tidak mendengarkan dirinya. Andai saja Jesika tidak nekat, mungkin dia tidak ada dirumah sakit sekarang.
"Kalau kau terus bersikap seperti ini aku akan bicara pada Alexa tentang hubungan kita!"
"Hubungan apa?"