
Seperti kesepakatan sebelumnya, hari ini Alexa akan menemani Sean untuk memeriksakan kaki ke rumah sakit. Wanita itu ingin mengetahui kondisi suaminya secara langsung dari mulut dokter Harun. Apa yang harus dan pengobatan apa yang akan Sean lakukan agar bisa berjalan normal lagi seperti sebelumnya.
Sejak pagi wanita berbadan empat itu sangat sibuk keluar masuk kamar hanya untuk mengurus dirinya sendiri juga Sean yang sejak tadi seakan menunda waktu saja.
"Husbu mau mandi atau tidak?" tanya Alexa berkacak pinggang memperhatikan Sean yang sejak tadi hanya fokus pada laptop di pangkuannya.
"Sebentar lagi Sayang, aku harus mengerjakan ...." Sean menghela nafas panjang saat laptop dipangkuannya diambil paksa oleh Alexa. Istrinya benar-benar over protektif sekarang.
"Mandiin!" manja Sean.
Tidak ingin membuat waktu terlalu banyak, akhirnya Alexa menyentujui permintaan sang suami, terlebih dia juga belum mandi.
"Makin hari bayi gede aku makin manja," sindir Alexa mendorong kursi roda Sean memasuki kamar mandi.
Alexa tidak perlu takut akan tergelincir atau terjatuh di kamar mandi, sebab dia menggunakan sendal anti licin. Alexa berhenti mendorong setelah Sean berada di bawah shower.
"Tunggu disini aku ambil shampo dulu," ujar Alexa dan dijawab anggukan oleh Sean.
Pria itu hari ini tidak banyak bicara dan hanya memperhatikan istrinya yang sangat sibuk kesana-kemari. Memang benar Sean sedang mengulur waktu sampai Arya berhasil membujuk dokter Harun agar tidak membocorkan tentang operasi pada Alexa.
"Kenapa lama sekali Sayang?" panggil Sean karena Alexa belum juga terlihat. Senyuman pria itu mengembang melihat istrinya masuk membawa shompo juga handuk di pundak.
Sebelum memandikan Sean, Alexa akan membantu suaminya keramas lebih dulu.
"Dari depan saja!" Sean menarik tangan Alexa yang hendak memutari kursi roda, membuat wanita itu urung.
"Mau modus hm?" Alexa menaikan alisnya setelah menyangga tubuhnya di kedua sisi pegangan kursi roda, sehingga wajah keduanya sangat dekat.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Sean langsung saja menarik tengkuk Alexa dan meraup bibir yang sejak pagi terus saja mengomel.
Pria itu senyum simpul setelah berhasil mendapatkan apa yang dia ingingkan.
"Selalu terasa manis," bisik Sean berhasil membuat pipi Alexa merona merah.
Setelah mengalami drama berbagai macam genre, akhirnya Alexa dan Sean sampai dirumah sakit di dampingi oleh Arya yang telah resmi menjadi asisten pribadi Sean.
Pria itu dengan setia berjalan tiga langkah di belakang Alexa yang tengah mendorong kursi roda di koridor rumah sakit.
"Lexa, apa tidak sebaiknya aku menggunakan tongkat saja? Itu lebih mudah Sayang." Sean mendongak menatap wajah istrinya.
"Seperti ini jauh lebih romantis," sahut Alexa menunduk hanya untuk mengecup bibir Sean.
Wanita itu memelankan langkahnya saat hampir sampai di ruangan dokter Harun, lantas Arya yang melihatnya sedikit berlari untuk membukakan pintu.
"Akhirnya Tuan Sean datang juga, anda adalah pasien saya yang sangat bebal!" omel dokter Harun yang usianya sama dengan Sean.
Dokter tersebut mempersilahkan Alexa dan Sean duduk lebih dulu sebelum membahas tentang penyakit yang diderita Sean.
"Jika suami saya tidak ingin berobat lagi seperti kemarin, jangan suangkan untuk memberutahu dokter. Suami saya memang sedikit keras kepala," cetus Alexa seakan menyindir Sean.
Sementara yang disindir tampak acuh sebab fokus pada dokter Harun. Sean mendapat kabar dari Arya bahwa Harun tidak bisa dibujuk dan bersih keras ingin memberitahukan solusi yang terbaik yaitu operasi.
"Sebenarnya melakukan terapi pada kaki Tuan Sean hanya untuk membantu cidera patah tulangnya saja, sementara penyakit yang ...."
"Dokter, saya akan rajin terapi untuk cidera tulang jadi anda tidak perlu khawatirkan apapun. Dan tentang pembicaraakan kita sebelumnya di pertimbangkan lagi," potong Sean yang tidak ingin Alexa tahu tentang penyakit yang sebenarnya dia derita.
Penyakitnya bukan berasal dari kaki, melainkan otak, itulah mengapa Sean bertemu dokter Harun sebagai spesialis saraf.
"Pembicaraan apa?" Alexa menatap Sean tidak mengerti.
"Tidak ada yang serius, Nona tidak perlu mengkhawatirkan apapun," balas dokter Harun.