Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 52 ~ Masa lalu


"Ak-aku mengelanya," gugup Alexa.


"Maaf Lexa, karena membuatmu menderita sebelumnya. Aku di penuhi dendam dan tidak terima kamu menolakku begitu saja, itulah mengapa aku berusaha menghancurkanmu dengan membantu mantan suamimu," lirih Sean. Pria itu benar-benar menyesali perbuatan jahatnya di kehidupan sebelumnya.


"Ja-jadi kamu adalah Alden?"


"Hm, aku Alden, Lexa."


Setes air mata berhasil membasahi pipi mulus Alexa. Wanita itu membalas pelukan Sean tidak kalah erat.


"Maaf karena sudah jahat dan menghinamu di kehidupan sebelumnya. Aku terlalu cinta pada suamiku hingga tidak mempercayai semua perkataanmu," lirih Alexa. Dahulu dia telah menghina Sean habis-habisan karena tidak terima pria itu menjelak-jelakkan suaminya. Kini Alexa telah menyesal menyakiti hati Sean.


"Tidak perlu meminta maaf Lexa, aku mengerti kenapa kamu bersikap seperti itu, sayangnya terlambat." Sean melerai pelukannya dan menghapus air mata Alexa.


"Kita bisa memulainya dari awal tanpa harus mengingat kehidupan sebelumnya lagi. Dari sana kita belajar bahwa mencintai dan membenci seseorang tidak boleh berlebihan sebab itu bisa menghancurkan diri sendiri," ujar Sean dan dijawab anggukan oleh Alexa.


"Aku senang bisa bertemu dengamu lagi, sekarang aku lega telah meminta maaf atas kesalahan yang telah aku lakukan," lanjut Sean.


"Aku juga Sean." Alexa membalas senyuman Sean. "Btw, katanya kamu mencintai wanita yang telah kamu hancurkan dan membantunya di kehidupan sekarang, apa itu aku?" tanya Alexa tanpa memberi jeda pada jantung Sean yang sejak tadi berdetak tidak karuan hanya karena mereka berpulakan.


"It-itu, saya harus pergi." Sean berdiri dari duduknya, bahasanya juga kembali formal pada Alexa.


"Baiklah lupakan tentang wanita yang kau cintai." Alexa menarik tangan Sean agar tidak pergi. "Ceritakan padaku kenapa kamu bisa meninggal!" pintanya.


Sean tersenyum lega karena Alexa mengalihkan topik, pria itu kembali duduk di samping Alexa.


"Akan saya ceritakan semuanya hari ini ...."


"Ayolah Sean jangan terlalu formal padaku lagi!" kesal Alexa dan malah dibalas senyuman oleh Sean.


"Baiklah Nona ...."


"Lexa!"


"Ah ya Lexa," lirih Sean. Pria itu mengaruk tengkuknya padahal tidak gatal, dia merasa salah tingkah melihat Alexa yang begitu antusias ingin berteman dengannya.


"Ceritakan!" perintah Alexa.


"Aku bunuh diri."


"Kenapa?"


"Harus banget aku ceritain dari awal sampai akhir?" tanya Sean.


Alexa yang ditanya langsung melirik arloji di pergelangan tangannya. "Waktu jam kerja sampai 4 sore, dan sekarang baru jam 1 siang. Kau mempunyai banyak waktu Sean," cengir Alexa. "Ayo!"


Sean menghela nafas panjang dan mulai menceritakan kenapa dia bisa bunuh diri.


Malam itu, di saat hujan sangat lebat dan petir saling bersahut-sahutan. Sean baru saja pulang dari tempatnya bekerja di sebuah warung makan. Pria itu tidak sengaja melihat seorang wanita tergelatak di pinggir jalan.


Ternyata wanita itu adalah Alexa, wanita yang telah dia hancurkan hidupnya melalui suami wanita itu sendiri. Karena tidak mempunyai uang yang banyak untuk memesan taksi, Sean mengendong Alexa di tengan hujan lebat menuju rumah sakit.


Ketidak berdayaan membuat Sean sangat frustasi saat itu. Dokter mengatakan harus melakukan operasi untuk menyelamatkan nyawa Alexa, tapi dia tidak punya uang.


"Jika tidak ditangani lebih lanjut, maka istri anda akan meningal," ucap sang dokter membuat Sean semakin gugup.


"Operasi dia sekarang juga!"


"Maaf, kami tidak bisa mengoperasinya sebelum anda menyelesaikan administrasinya."


"Saya bilang lalukan operasi sebelum terlambat sia*lan!" teriak Sean dengan air mara berderai. Dia menguncang tubuh sang dokter sangat kencang.


"Dokter, nona Alexa telah tiada."


Dunia Sean langsung runtuh mendengar kalimat tersebut. Pria itu langsung menyingkap horden pembatas antar pasien lainnya dan menemukan wajah pucat Alexa tanpa tanda-tanda kehidupan lagi.


"Alexa jangan pergi, aku mohon!" teriakan pilu Sean sampai terdengar oleh pengunjung lain. Pria itu memeluk tubuh Alexa sangat erat dan menangis di pelukan wanita yang dia cintai.


Karena merasa putus asa dan rasa bersalah dalam dirinya, pria itu bunuh diri. Sean melompat dari Rooftop rumah sakit berharap di dunia lain dia akan dipertemukan dengan Alexa.