
"Sean, ayolah jangan ngambek kayak ini," bujuk Alexa mengoyang-goyangkan lengan Sean yang hanya fokus pada makanan saja.
Ini juga salahnya karena tadi langcang mamandagi Ziko keluar dari lift. Sudah tahu Sean sangat posesif setelah mereka resmi menjalin hubungan, matanya malah jelalatan kesana kemari.
"Aku tidak suka udang ini, apa kau tidak mau?" tanya Alexa lagi, tapi tetap Sean tidak bicara.
Wanita itu menghembuskan nafas panjang dan memikirkan hal lain untuk meluluhkan hati Sean. Dengan senyum nakalnya, Alexa menujulurkan kakinya hingga mengenai paha Sean.
"Sayang, apa kau benar-benar marah padaku?"
Uhuk
Sean langsung terbatuk karena ulahnya, langsung saja Alexa memberikan air minum untuk pria itu, tidak lupa mengusap bibir kekasihnya dengan tisu.
"Lexa apa yang kau lakukan?" tanya Sean menyingkirkan kaki Alexa dari pahanya.
"Makanya jangan diam saja Sean. Maaf karena buat cemburu, udah ya ngambeknya Sayang?" pinta Alexa dengan mata mengerjap pelan hingga terlihat mengemaskan.
"Baiklah," sahut Sean.
"Nah ginikan enak makannya."
Alexa tersenyum, terlebih saat Sean mengambil udang yang ada di piringnya.
"Makan yang banyak biar gemuk!" perintah Sean menyodorkan pasta untuk Alexa.
"Biar empuk ya?" goda Alexa.
***
"Ini tidak bisa dibiarkan!" gumam Ziko yang diam-diam memperhatikan interaksi Sean dan Alexa sejak tadi.
Saat keluar dari lift, Ziko juga melihat Alexa dan Sean, itulah mengapa dia memutuskan untuk tinggal demi memantau keduanya.
Ziko bangun dari duduknya melihat Sean dan Alexa akan pergi. Dia mengikuti kedua orang itu dengan mobil miliknya yang tidak jadi dia jual, sebab tubuhnya bisa menghasilkan uang yang banyak.
Mobil Ziko melaju sangat cepat tepat di belakang mobil Sean dan Alexa.
"Jika Alexa tidak bisa menjadi milikku, maka dia juga tidak bisa menjadi milikmu Sean!" geram Ziko semakin menambah kecepatan mobilnya.
Pria itu berniat menabrak mobil Sean dari belakang hingga menyebabkan kecelakaan di jalan raya.
***
"Sean hati-hati, jalanan sangat padat!" perintah Alexa memejamkan matanya. Sungguh kecepatan mobil Sean mengajak pindah alam.
"Halo, seseorang mengikutiku dari belakang. Plat xxxxx bereskan dia malam ini!" perintah Sean pada seseorang di seberang telpon. Tatapan pria itu fokus pada jalanan sebab mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Apa sebenarnya yang ...."
Ciiitttttttttt
Alexa sontak memejamkan matanya karena tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada mereka. Keringat dingin membasi tubuh Alexa ketika mendengar suara tabrakan dan tubuhnya di dekap oleh seseorang.
"Sean kita baik-baik saja?" lirih Alexa dalam pelukan Sean.
"Tentu, aku tidak mungkin membiarkanmu terluka," bisik Sean. Pria itu melepaskan sabuk pengaman di tubuh Alexa kemudian menendang pintu mobil agar segera terbuka.
Sungguh punggung Sean sangat sakit sebab membentur dasbor mobil saat berusaha melindungi Alexa agar tidak terbentur apapun.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Sean setelah mereka berada di pinggir jalan yang sangat sepi.
"Hm, apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba menabrak pohon?" tanya Alexa.
"Rem blong jadi aku sengaja menabrakkannya ke pohon," jawab Sean. Pria itu memilih menabrakkan mobilnya sebelum tidak bisa dikendilakan karena panik.
"Rem blong?"
"Hm, Ziko sepertinya ingin kita celakan. Aku sempat melihat dia mengikuti dari belakang. Tapi tenang saja tidak akan terjadi hal buruk padamu." Sean menurunkan Alexa dari gendongannya dan memutuskan duduk di pinggir jalan menunggu jemputan.
Pria itu menarik Alexa agar duduk di depannya.
"Udara sangat dingin," gumam Sean memeluk Alexa dari belakang. Pria itu menumpu dagunya di pundak sang kekasih.
"Kok aku malah senang kita terdampar di tempat seperti ini?" celetuk Alexa menoleh hingga bibirnya menyentuh pipi Sean.
"Kenapa?"
"Aku bisa merasakan betapa romantisnya calon suamiku ini," balas Alexa.
Sean terkekeh dan semakin mengeratkan pulukannya karena udara sangat dingin.
"Ayo peluk yang erat Sean!"
"Lexa, berhentilah bercanda. Udara sangat dingin aku takut kamu sakit. Ini semua karena pria bajingan itu," geram Sean.
"Sabar Sayang, kita bisa membalasnya setelah pulang dari sini," bujuk Alexa mengelus punggung tangan Sean yang melingkar di perutnya.