Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 110 ~ Kabar bahagia


Dokter wanita yang sejak tadi memeriksa denyut nadi Alexa, mulai senyum-senyum sendiri ketika mendapati kejanggalan di tubuh Alexa.


"Dari tanda-tanda yang diberikan istri Anda, sepertinya dia sedang mengandung Tuan. Jika ingin mengetahui lebih jelasnya, Tuan bisa membawa Nona ke dokter kandungan setelah sembuh," imbuh sang dokter melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tangan Alexa.


"Karena saya curiga istri anda sedang hamil, saya tidak bisa memberikan obat selain ini." Dokter tersebut menyerahkan obat yang memang kiranya aman untuk ibu hamil.


Dengan sigap Sean mengambil obat tersebut meski sedikit ragu. Pia itu mengantar dokter hingga di depan pintu dan kembali menemui istrinya.


Sean mematung di hadapan Alexa, berusaha mencerna kalimat-kalimat yang telah dilontarkan sang dokter.


"Husbu?"


"Lexa?"


Keduanya saling tatap satu sama lain, tidak terasa senyum keduanya merekah. Sean langsung memeluk Alexa dan mengecup seluruh wajah wanita yang dia cintai.


"Lexa, kamu dengarkan kata dokter? Kemungkinan kamu hamil Sayang, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua," imbuh Sean dengan pancaran mata bahagia, begitupun dengan Alexa.


Keduanya sama-sama tidak menyangkan akan mendapatkan kabar bahagia di pagi hari.


"Tapi kata dokter masih sepertinya Husbu, bagimana jika dokter salah?"


Sean mengelengkan kepalanya. "Salah atau tidaknya, sekarang kita punya harapan untuk memiliki anak my Wife."


"Husbu," lirih Alexa menitikkan air mata kebahagiaan melihat betapa antusiasnya Sean mengetahui bahwa dia tengah hamil. "Kata dokter, kamu bisa cek pakai tespek dulu Lexa. Setelah bunda dan kak Delia datang, aku akan pergi membeli tespek untukmu."


"Husbu tidak malu?" tanya Alexa memastikan.


Sean mengelengkan kepalanya. "Aku tidak malu selama itu untuk dirimu Lexa," sahut Sean. "Tidurlah Sayang, kau tidak bisa duduk terlalu lama, takut calon bayi kita lelah," pinta Sean mendorong tubuh Alexa agar kembali berbaring.


Mungkin Alexa sekarang akan semakin kesusahan berbuat sesuatu setelah kehadiran janin di dalam rahimnya. Akan ada pria yang posesifnya akan meningkat drastis.


"Jangan berlebihan Sean, duduk tidak akan membuat siapun terluka!"


"Tidak, kamu harus berbaring Lexa. Kamu demam dan sakit kepala!"


Alexa menghela nafas panjang, wanita itu memutuskan untuk berbaring. Senyumnya mengembang merasakan sesuatu yang dingin menyentuh perutnya. Dia mengelus rambut Sean yang tengah menunduk mencium perutnya.


"Bahagia banget," celetuk Alexa.


"Tentu saja," cengir Sean.


"Masuk Bunda, kak Delia!"


"Jangan panggil kak!" tegur Delia yang sedang mengendong Raymond.


"Rasanya aneh kak," gumam Sean.


Pria itu mengikuti langkah Delia dan Kania menuju kamar. Jangan lupakan senyum yang sejak tadi menghiasi wajah Sean. Sungguh dia sangat bahagia mengetahui fakta istrinya tengah mengandung.


"Akhirnya aku akan menjadi ayah," gumam Sean.


Pria itu pamitan pada istri dan mertuanya untuk keluar sebentar membeli sesuatu.


***


Duduk di ruang keluarga bersama kakak ipar dan bunda tercinta, itulah yang tengah Alexa lakukan setelah perasaannya sedikit membaik. Suhu tubuh juga pusing di kepalanya perlahan-lahan menghilang setelah minum obat dari sang dokter.


"Sudahlah Lexa, kita pulang kerumah saja ya! Bunda lebih lega kalau bisa melihat anak-anak bunda setiap hari," bujuk Kania mengelus lengan Alexa.


Sementara yang dibujuk tidak henti-hentinya memperlihatkan senyuman. Tatapannya sesekali tertuju pada pintu berharap suaminya datang membawa tespek, dia tidak sabar mengetahui kebenaran yang ada.


"Lexa!"


"Ah iya Bunda, nanti Lexa bicarakan sama Sean," sahut Alexa.


"Lihat Sayang, sepertinya tante Lexa lagi bahagia. Sejak tadi senyum-senyum mulu padahal lagi sakit," imbuh Delia pada Raymond, tapi ucapannya tertuju pada Alexa.


"Hari ini aku memang sangat bahagia kak Delia, tunggu saja sampai Sean pulang. Aku akan memberikan kejutan untuk kalian berdua."


"Kejutan?" Kania mengerutkan keningnya.


"Iya, kejutan yang akan membuat kalian senang dan akan memelukku." Bangga Alexa.


Delia dan Kania sontak tertawa melihat tingkah Alexa yang seperti anak-anak.


...****************...