
Alexa, wanita itu memutuskan untuk keluar mencari anak-anak juga suaminya yang tidak kunjung pulang. Dia membuka pintu perlahan dan terkejut bukan main melihat 4 orang kesayangannya berdiri di ambang pintu dengan cengiran tidak berdosa.
"Kalian!" Menatap nanar anak-anak juga suaminya.
"Happy Birthday Bunda cantik!" teriak Sean dan triple A serempak.
Ke empatnya mulai meniup terompet juga meletuskan petasan khusus ulang tahun secara serempak, sehingga rambut dan tubuh Alexa di penuhi kertas warna.
"Kami sayang Bunda!" Tanpa aba-aba Sean langsung memeluk istrinya, begitupun dengan triple A tapi hanya sampai kaki saja.
Alexa lantas menunduk lalu memeluk anak-anaknya, mereka berpelukan layaknya teletubis di ambang pintu. Air mata Alexa luruh begitu sana. Antara senang juga kesal karena orang-orang tersayangnya pergi tanpa pamit.
"Idan sayang Bunda banyak-banyak."
"Iden juga, Iden juga." Berlomba mengecup pipi Alexa membuat Sean tersingkir tentu saja.
Jika Aily adalah saingannya Alexa, maka Aidan dan Aiden saingan Sean.
"Minggir!" Aily berkacak pinggang karena selalu kalah bahkan hanya untuk memeluk bundanya sendiri.
Aidan dan Aiden lantas mundur perlahan karena bingung, tapi rawut wajah bingung itu berubah menjadi kesal setelah melihat apa yang dilakukan Aily.
"Sayang Bunda cantik," ucap Aily memeluk bundanya cukup erat.
Gadis kecil itu tadi hampir saja mengagalkan rencana karena mulut dan kakinya yang tidak bisa diam.
Sean dan triple A sedang menyiapkan kejutan di halaman belakang rumah dengan susah payah agar tidak ketahuan oleh Alexa, tapi Aily selalu ingin menemui bundanya untuk mengatakan apa yang mereka lakukan.
"Makasih Sayang untuk ucapannya, dan makasih Husbu." Alexa tersenyum haru, wanita itu berdiri ketika tangannya ditarik paksa oleh Aidan dan Aiden.
Alexa mengikuti langkah kedua putranya, mulutnya menganga tidak percaya melihat apa yang terjadi di halaman belakang.
"Jadi kalian sejak siang ada di rumah?"
"Iya Bunda, Ai mau panggil Bunda tadi pas pulang dari sekolah, tapi Ayah sama yang lain nggak biarin Ai," adu gadis kecil itu.
"Kalau iya kejutannya nggak berhasil!" ucap Sean dan dua putra kembarnya.
Alexa tertawa, tawa bahagia karena mendapat kejutan dari orang tercinta. Dia meneliti segala printilan-printilan di halaman belakang, tepatnya taman bermain anak-anaknya.
Pohon-pohon kecil telah dihiasi lampu-lampu dan di dekat ayunan terdapat tirai bertuliskan namanya juga ucapan selamat.
Sementara Sean berjalan menuju meja panjang yang telah dia siapkan, menarik kursi dan mempersilahkan pemeran utama malam ini.
"Silahkan Nyonya Sean, makan malam sebentar lagi tiba."
"Terimakasih Tuan Sean." Alexa lantas duduk di kursi, diikuti anak-anaknya.
"Jangan makan dulu Ayah, Ai mau tiup lilin!" Mengembungkan pipinya lucu, membuat yang lain tertawa.
Jumlah mereka hanya berlima, tapi ributnya melebihi puluhan orang, untung saja tembok rumah mereka sangat tinggi sehingga tidak menganggu penghuni lain.
Malam yang indah terlewatkan begitu saja bersama anak-anak dan suami tercinta. Siapa yang akan menyangka bahwa Alexa akan menikah dengan Sean yang merupakan asisten kepercayaan kakaknya.
Dan tidak pernah terpikirkan oleh Alexa bahwa dia akan menikahi pria yang telah mengambil kesuciannya.
Hidupku telah lengkap dan bahagia karena kehadiran kalian.
Alexa terus memadangi triple A dan Sean yang sibuk saling bercanda.
Ternyata benar kata pepatah yang mengatakan ... Bersabarlah menghadapi masalah dan yakin bahwa akan indah pada waktunya.
Sekarang Alexa telah menemukan keindahan itu bersama triple A dan suaminya.
"Bunda!" panggil Triple A.
"Iya Sayang?"
"Ceritanya udah selesai?"
"Hm, kisah kita sudah selesai sampai di sini."
"Yah, padahal ayah masih mau ketemu pembaca," keluh Sean.
"Udah Husbu, cerita kita sampai di sini saja."
...Ending...
...****************...
Otor tunggu kehadiran kalian di novel Dokter Harun😍