
Alexa menunduk untuk mengecup kening suaminya cukup lama. Rasa cinta Alexa tidak akan memudar begitu saja meski suaminya kini tempak lemah tanpa bisa melakukan apapun lagi.
Wanita itu menegakkan tubuhnya setelah puas mengecup kening Sean, dia mengembangkan senyumnya seoalah-olah semuanya baik-baik saja.
"Aku pulang dulu ya Husbu, aku harus melakukan sesuatu pada seseorang yang telah membuat kamu seperti ini," bisik Alexa.
Wanita itu mundur selangkah dan berbalik membelakangi Sean sehingga tidak melihat tangan Sean bergerak, mungkin tidak membiarkan istrinya pergi.
Namun, Alexa yang tidak menyadari itu tetap saja meninggalkan ruang perawatan Sean. Wanita itu menutup pintu perlahan, kebetulan perawat laki-laki sudah tiba di depan ruang perawatan.
"Tolong jaga suami saya baik-baik, saya akan kembali nanti malam," ucap Alexa pada perawat.
"Pasti Nona, saya akan menjaga tuan dengan baik," sahut perawat.
Alexa menganggukkan kepalanya dan berjalan menjauhi ruang perawatan. Wanita itu mengendarai mobilnya sendiri untuk pulang kerumah bersiap-siap lebih dulu sebelum menemui seseorang yang telah lancang menghancurkan hidupnya.
Dia mengendarai dengan kecepatan pelan sebab tidak ingin sesuatu yang terjadi pada Sean, terjadi padanya juga. Jika itu terjadi, siapa yang akan merawat Sean?
Alexa memutar setir kemudi memasuki halaman rumah milik orang tuanya yang lebih dekat dari rumah sakit di bandingkan apartemen Sean. Wanita itu turun dengan senyuman yang menghiasi wajahnya, senyuman untuk menyembunyikan luka yang masih menganga sangat lebar di dalam hatinya.
"Lihat Ray siapa yang datang?" sambut Delia yang lebih dulu melihat kedatangan Alexa. Wanita itu beranjak dengan Raymond di gendongannya.
"Bagaimana keadaan suami kamu?" tanya Delia. Sebenarnya wanita itu ingin menjenguk seperti yang lain, tapi Raymond sangat rewel setelah demam tinggi. Ditinggal sebentar saja akan menangis tanpa henti.
"Keadaanya sudah lebih baik Kak, aku ke kamar dulu." Alexa mengecup pipi Raymond sebentar sebelum berlalu ke kamar, membuat bayi mengemaskan yang berada di gendongan Dalia tertawa.
***
"Kak Ricard kemana?" tanya Alexa dengan pakaian lebih rapih dari sebelumnya. Wanita itu mengedarkan pandangan ke segala sisi ruangan tapi, tidak menemukan keberadaan Ricard maupun Kania.
"Ricard sekarang ada diperusahaan, kenapa? Aku akan menelponnya jika kau membutuhkan dia," sahut Delia.
Alexa mengelengkan kepalanya dengan cepat, sebenarnya dia mencari Ricard hanya untuk memastikan kepergiannya tidak di ketahui oleh siapapun.
Alexa beranjak dari duduknya dan segera meninggalkan rumah. Kini tujuan wanita itu adalah Villa selatan untuk bertemu langsung dengan Serin. Alexa benar-benar akan memberikan Serin pelajaran karena berani menyakiti orang tersayangnya.
Di tengah-tengah mengendarai mobil, seseorang mengikuti Alexa dari belakang, membuat Alexa semakin menancap gas mobilnya sehingga mobil hitam yang mengikuti tadi hilang jejak.
Baru saja merasa lega, Alexa sudah melihat mobil yang sama berhenti di tengah jalan padahal jalan menuju Villa selatan lumayan sempit juga sepi.
Seakan tidak kenal takut, Alexa turun dari mobil dan menghampiri mobil hitam yang berani mencegah perjalanannya. Hari mulai sore, Alexa tidak ingin pulang dalam keadaan gelap.
"Permisi Tuan, tolong buka pintunya!" perintah Alexa dengan nada sedikit tidak bersahabat. Tangannya sejak tadi mengedor-gedor jendela mobil.
Alexa terkejut bukan main setelah mengetahui siapa pria yang berusaha menghalangi jalannya.
"Kau?"
"Saya tidak mungkin membiarkan Nona pergi sendirian, masuklah!" imbuh orang kepercayaan Sean.
Alexa memutar bola mata malas, tapi tetas saja masuk ke mobil setelah satu orang turun. Orang yang akan mengendarai mobil Alexa pulang kerumah.
Mobil perlahan-lahan melaju menyisir jalanan yang tampak lenggang juga sepi. Hanya keheningan yang menemani perjalanan Alexa menuju Villa selatan bersama pria bertopi tersebut.
"Bagaimana dengan Ziko?" tanya Alexa.
"Ada dirumah penyekapan Nona."
"Jangan biarkan dia lolos. Dia harus menanggung kesalahan atas apa yang telah dia lakukan pada suami saya!"
"Tantu."
Laju mobil semakin kencang seiring bertambahnya menit, itu semua atas perintah Alexa sendiri agar bisa sampai ke Villa selatan dengan cepat.