Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Tegukan sebuah rasa


Kemudian dia mengetuk pintu kembali namun tidak ada jawaban.


Tok, tok..


“Non…”


Putri membaca salah satu file yang tersimpan di dalam layar, dia tidak ingin menanggapi apapun yang ingin mengganggu. Matanya berkaca-kaca saat membaca isi lembar tulisan.


Untuk Maharani yang sangat aku cintai


Dari Astro


Bahagia ku bila meletakkan seutuhnya hatiku untuk mu sampai aku tiada


Aku berjanji kita akan bersama


Janji sebagai pria sejati yang mempunyai harga diri


Tunggu aku datang menjemputmu dan kita akan bahagia selamanya


Bersabarlah menanti


Maaf bila aku pernah mengecewakan mu


Semua itu akan aku tebus dengan seluruh darah dan nyawa ku


Jika kamu masih marah dan ingin menarik kembali kata pisah


Aku akan menyayat tubuh ini dan mati hanya untuk mu…


Alangkah kagetnya dia saat melihat ada sebuah gambar di bagian bawah tulisan. Gambar yang mirip dengan wajah Raja Permadi.


“Non, apakah non baik-baik saja?” teriak si pekerja mengetuk pintu lebih keras.


“Aku baik-baik saja”


...----------------...


“Sekarang tahun berapa? Bagaimana aku bisa kembali lagi ke istana Jati Jajar?” gumam putri.


“Tapi, apa yang arus aku selesaikan di dunia manusia?” gumam putri kembali.


Dia ingat terakhir kali bertemu Astro, sepertinya tubuh Maharani seharusnya tidak hidup kembali. Pertemuan pertama untuk berpisah terakhir. Takdir yang menyakitkan untuk keduanya. Putri jadi memutar kembali kejadian di alam jin yang dia alami, saat Raja Permadi hampir tergoda oleh putri Helena.


Dia menoleh ke kaca jendela, halaman rumah yang di tumbuhi oleh bunga yang mirip di negeri jin.


“Bukankah seharusnya itu pohon Allysum biru? Di alam dunia bunga itu berubah menjadi rangkaian batang kecil yang bersemai di sepetak tanah dekat bunga lainnya.”


Putri berlari menuju halaman, dia memetik beberapa tangkai bunga yang mekar. Dengan menggenggam ponsel, dia menerima panggilan dari Astro. Dia ingin mengatakan semuanya, siapa sebenarnya nama aslinya dan mengapa dia bisa berada di dalam tubuh Maharani.


Pesan singkat dari nomor Maharani:


Temui aku di halte bus


Pakaian putri belum dia ganti setelah bertemu dengan dengan Astro terakhir kali, hiasan rambutnya sedikit berantakan dan polos bibirnya tidak memakai pelembab bibir namun tetap Nampak ayu untuk di pandang.


“kekasih ku, mari kita buka lembaran baru..”


Saat bertemu dia langsung memeluk erat putri, ketidak perdulian nya sedang berada di depan umum. Astro menahan air mata yang akan menetas. Gerakan tubuh putri ingin melepaskan di tahan oleh pria keras kepala tersebut.


“Lepaskan aku! Aku bukanlah Maharani!”


Putri menolakkan tubuh dan berlari meninggalkannya.


“Apa maksud mu? Apakah benturan waktu itu masih sakit?” tanya Astro mengusap kepala putri.


“Ayo kita berjuang bersama” tambahnya.


“Aku bukan Maharani, aku adalah putri Arska..”


Sang putri menjelaskan semuanya, dengan meyakinkan tapi Astro tetap tidak mempercayainya.


“Kamu pasti sedang berbohong untuk menghindari ku. Aku akan bunuh diri sekarang!”


Apa bedanya lelaki itu bunuh diri saat mengetahui kenyataan bahwa sosok yang berada di dalam tubuh Maharani adalah seorang putri di masa lalu. Maupun setelah sadar jika sebenarnya Maharani memang sudah tidak bernyawa lagi dan Maharani di depannya dapat menatap dirinya karena sudah di isi oleh sosok lain dari dunia jin.