Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Perintah Raja Permadi kepada para pejabat istana


Raja kini aku mengerti tiap bait kata yang engkau ucapkan


Aku membaca lagi waktu yang hampir pergi membawa genangan cinta kita


Kemarin aku sempat mengabaikan serpihan bunga allysum biru


Terlebih lagi dunia jin kalau balau memaksa kita tidak bisa bersama


Mereka berjanji bertemu lagi di lembah sungai jin. Pertentangan dua cinta biru yang tidak bisa menyatu tidak di hiraukan keduanya. Raja mengurus satu persatu semua kekacauan yang terjadi di kerajaan Yaksa. Terlebih lagi, mengingat insiden ruang rahasia kerjaan yang di manfaatkan oleh ibu suri untuk kejahatan sindikat penyiksaan para prajurit agar menuruti kehendaknya. Raja juga melacak setiap sudut istana tanpa satupun yang tertinggal. Raja hanya memperluas wilayah penjara bawah tanah untuk menampung para tahanan atau pun para pemberontak. Dia duduk di ruang kebesaran, di depannya sudah banyak gulungan dan misi khusus untuk mengudang kerjasama para saudagar di luar istana.


“Kasim, berikan inti kepada penasehat ku. Katakan padanya untuk membacakan gulungan ini di depan para punggawa istana” perintah raja Permadi.


“Tugas hamba laksana yang mulia.”


Di dalam aula kerajaan, baju kebesaran berwarna merah dengan topi berbentuk tabung terlihat senada menggambarkan ciri khas para pejabat raja. Diantara dari mereka masih ada beberapa yang bersekutu dengan ibu suri untuk mendapatkan jabatan lebih tinggi, harta yang berlimpah dan kepercayaan yang abadi. Sorot mata mereka membelalak melihat penasehat istana memasuki aula. Pandangan mereka lurus ke depan melihat raut wajah menegangkan itu seperti biasanya.


Dia membaca isi gulungan tersebut dengan sangat lantang.


Penasehat istana menutup isi gulungan lalu pergi meninggalkan mimbar.


Mereka saling memandang, ada yang mengusap janggut dan melotot pergi hendak menemui ibu suri. Di depan kamar kebesaran, para dayang menghalangi dua menteri yang bersikeras ingin masuk.


“Ibu suri tidak bisa di ganggu, kondisinya sedang tidak stabil. Jika ada pesan maka aku akan menyampaikannya” ucap dayang utama sambil membungkukkan badan.


Tatapan mata dingin kedua menteri itu melengos menahan kepalan tangan lalu berjalan pergi.


“Walau bagaimanapun caranya kita harus segera menemuinya” ucap mereka berbisik.


Peraturan yang id buat oleh sang raja menjadi bumerang dan kegelisahan oleh perdana menteri keuangan dan perairan, upeti yang mereka pungut secara paksa dari rakyat lambat laun akan terkuak sampai ke permukaan. Mereka ingin cuci tangan, melimpahkan segala kesalahan pada menteri pertahan agar mereka bebas dari hukuman.


“Aku ada ide, bagaimana jika kita menggunakan kesempatan ini untuk melaporkan kepada Raja bahwa pemungutan dan pajak berlebihan karena persetujuan dari menteri pertahanan kerjaan?” ucap menteri keuangan.


“Pertama kita atur strategi untuk membuat buku catatan pengeluaran dan pemasukan wilayah Yaksa, kedua menyumbat pengairan agar terjadi masalah untuknya!” seru menteri perairan.