
Sudah hentikan semua tanya ini dan fokuslah untuk kembali mencintai ku
walau kini aku menjadi setengah sosok lain untuk mu
Aku menemukan mu kembali di jiwa yang berbeda
Goresan raut wajah sendu itu masih aku ingat lagi persis seperti sedia kala
^^^Astro di dalam tubuh Raja kedua Yaksa^^^
...💙💙💙...
Di dalam aula kerajaan sudah ada barisan rapi para punggawa beserta para petinggi kerjaan lain. Beberapa diantaranya mengeluarkan Petisah akibat segala suntikan perkataan Huson dan Futon yang menyudutkan Raja.
Sementara di balik kamar kerajaan, ibu suri sedang meringis menekan-nekan dahinya yang sedang di perban. Dia sangat mengkhawatirkan kecantikannya yang akan pupus akibat luka yang sedang dia alami.
"Tabib, cepat berikan aku ramuan penyembuh tanpa harus meninggalkan bekas pada wajah! atau aku akan memenggal mu!" ucap ibu suri melingak linguk lalu pandangan menuju cermin dan meja riasnya.
Dia masih mengingat tragedi tadi malam, arwah para hantu yang mengganggu dan mencelakan nya.
"Dayang, dimana Raja Permadi? kenapa dia tidak melihat ku?" tanya ibu suri.
"Raja baru saja meninggalkan bilik dan pergi menuju aula" jawab dayang sedikit terbata.
"Apakah ada rapat penting? kenapa mereka melangkahi dan mengabaikan ku?"
"Beri hormat pada ibu suri!" ucap salah satu punggawa menunduk.
Dia menghela nafas dan kembali menekan dahi. Ibu suri mengangkat tangan ke atas memberi kode untuk mendengarkannya.
"Aku Hadir untuk meminta hasil rapat dan aku berharap selama aku masih hidup dan bisa berdiri di kerajaan Yaksa. Jangan lewatkan satu pertemuan pun tanpa aku. Bukankah kalian juga para pengikut ku yang setia?"
"Nenek, bukan maksud ku.." bisik Raja ke arahnya.
Wanita tua itu hanya membalas senyum kecut dengan menaikkan bibir. Salah satu jin punggawa berdiri di depan barisan dan membuka setiap lembar gulungan.
Gulungan pertama:"Permintaan pelepasan Jabatan Raja kedua Yaksa karena tidak bisa mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin dan tidak dapat melindungi keselamatan para rakyat"
Gulungan kedua:"Segera pindahkan kepemimpinan salah satu dari paman Raja untuk memimpin kerajaan"
Gulungan ketiga:" Mempercepat hari pernikahan Raja dengan putri Helena untuk memperkuat benteng pertahanan istana dan posisi Raja kedua Yaksa"
Setelah membaca semua dengan lantang, sosok punggawa meletakkan di depan meja Raja dan kembali menunduk menuju barisan. Astro yang dari tadi sudah mengepal tangan seolah ingin melenyapkan para pemberontak yang ingin melengserkan kedudukan Raja yang sedang dia diami. Dia menutup lalu membuka mata kembali. Setelah sudah bisa menstabilkan perasaan, jiwa manusia itu berdiri menampakkan tatapan yang tajam.
"Aku raja kedua Yaksa, memberi perintah untuk menghapus semua Petisah yang di layangkan semata untuk keinginan dasar para penuntut tanpa mengetahui sebab akibat yang terjadi. Atau secara paksa aku akan memenggal siapa saja yang ingin memberontak di belakang ku" kata Raja Permadi lalu menarik pedang dari pinggang pengawal ke arah sosok punggawa yang berdiri paling depan.
"Raja, apakah kau sudah lupa keinginan ku akan pernikahan mu dengan putri Helena?" ucap ibu suri mendekat.