Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Garis langit


Tujuan takdir membawa Raja bersayap itu turun ke bumi adalah untuk memperbaiki takdir seperti semula. Hal ini sudah berlangsung sama ketiga kali, kemauan kuat kedua kekasih yang tidak bisa bersatu itu berkali-kali di paksa, setelah melewati satu tahun depan di bumi. Mereka akan terpisah lagi dan kembali ke dunia jin untuk menjadi musuh.


“Astro, aku tau kau kini berbeda dari biasanya. Engkau mengatakan bahwa aku adalah Putri Arska dan engkau adalah Raja Permadi. Bayangan mimpi bergambar semakin nyata, aku mengenal mu sebagai Astro sekalipun engkau di kehiduan yang lain adalah raja Permadi” ucap Maharani meraih tangan Raja tepi pinggiran sungai.


Pelukan yang tidak pernah berubah, tatapan penuh cinta. Dia mengusap punggung Raja lalu meletakkan kepala di dekat leher panjang pria yang selalu menggoda dirinya itu. “Mulai sekarang ijinkan aku memanggil mu putri Arska” ucap Raja mendekat erat tubuh mungil gadis itu.


“Raja, kau terlalu erat memelukku” ucap Maharani.


“Biar engkau tau, aku tidak akan pernah melepaskan mu di kehidupan mana pun. Putri, ikutlah bersama ku di kehidupan awal kita bersama. Kembalilah ke dalam tubuh mu yang asli” bisik Raja Permadi lembut.


Ayunan suara yang menggetarkan gelora hangat membuat Maharani mengangguk refleks setuju akan perkataannya.


Namun, apakah mereka akan semudah itu kembali?


Di dunia ini seolah hanya ada aku dan kamu


Di persimpangan jalan engkau mengarahkan ke jalan berliku.


Sungguh aku tak suka bila kita berpisah


Pohon bunga Alysum biru di negeri jin berguguran, dahan dan ranting sedikit lagi berjatuhan jika datang angin kencang menggulung. Tidak terlihat tunas muda atau kelopak yang akan tumbuh. Kehiduan di dunia jin masih berlangsung. Penguasa Yaksa yang di kabarkan menghilang membuat ibu suri meminta Huson menduduki posisi kepemimpinan menjadi Raja pewaris tunggal jika Raja Permadi tidak kembali dalam kurun waktu yang lama. Sebentar lagi pelantikan Huson untuk menduduki singgahsana, paman Raja Permadi itu sudah tidak sabar ingin menjadi penguasa Yaksa selama-lamanya itu.


“Setelah mengambil dua langkah, pertama-tama aku akan menjadi Raja Yaksa dan kedua aku harus mencari ramuan keabadian di pura muara hijau” gumam Huson duduk di dalam ruang kebesaran.


Beberapa prajurit masuk ke ruangan memberi kabar kepadanya: “ Lapor yang Mulia, sampai saat ini kami belum menemukan tanda-tanda kemunculan Raja Permadi.”


Huson melempar cangkir batu ke arah mereka lalu berdiri sambil mengepalkan tangan. “Diam! Jangan sebut dia Raja, aku adalah Raja Yaksa. Permadi sekarang sebagai buronan istana yang sudah berkhianat untuk di penggal. Hidup atau mati, bawa kepalanya kepada ku.”


“Baik yang Mulia..”


Kerajaan itu telah di bangun kembali setelah masa kehancuran akibat eperangan dengan putri Helena. Putri kerajaan yang sudah di rasuki setan dan mempunya ilmu hitam terkuat kini menghilang. Langit jin tidak secerah dahulu, siluman penunggu lembah sungai jin dan para penduduk jin ramai memperbincangkan Raja Permadi dan putri Arska.


Di Muara Pura Hijau


Jin yang mendapatkan anugerah sebagai cenayang dari langit, mempunyai umur yang panjang sekalipun tidak meminum setetes pun air keabadian. Mata cenayang Han menyala, dia membaca garis tangan dari persemedian di pura. Akan kejanggalan tentang putri Arska yang terdengar oleh khalayak ramai bahwa dia telah meninggal bersama Raja Permadi.