
Berkibar lah kemenangan itu di pelupuk mata.
Tubuhnya sangat lemah, para tabib masih sibuk memeriksa di ruangan kebesaran putri mahkota. Raja dan ratu yang berada di sisi kanan dan kiri begitu panik dan gusar melihat keadaannya.
“Raja, lihatlah semua luka sayatan pada telapak dan pergelangan tangan putri kita” ucap sang Ratu.
“Tenanglah ratu, aku akan mencari tau dan menyelidiki semua masalah ini. Putri sudah di nobatkan menjadi putri Mahkota pewaris ratu yang akan menggantikan ku. Pasti para musuh tidak akan tinggal diam dan memanfaatkan kesempatan ini” kata sang raja sambil mengusap punggung sang putri.
Tangisan ratu Jati jajar itu tidak berhenti, dia tidak ingin nasib buruk di derita oleh anaknya. Ramalan kelahiran cenayang di masa lalu seakan menjadi nyata. Anugrah mata ghaib yang di milikinya membuat sang putri mengalami nasib dan derita akibat kekuatan yang berada di dalam tubuhnya.
“Menghadap raja, para punggawa sedang menunggu untuk membicarakan hal penting di aula pertemuan. Mereka sudah menunggu selama berjam-jam lamanya” ucap sang kasim mendekatinya.
“Katakan hari ini aku tidak ingin di ganggu” raja mengeluarkan simbol tanda kekuasaannya agar dekritnya itu di sampaikan oleh sang kasim.
“Baik yang mulia.”
Beberapa menit setelah kasim meninggalkan kamar kebesaran, sosok panglima menemuinya sambil berlutut meminta ampunan.
“Panglima, ini adalah kamar kebesaran putri mahkota, atas dasar apa engkau berani memasukinya dan menerobos para penjaga yang berjaga di depan pintu? Apakah kau sudah mulai melawan kami?” tanya sang ratu sambil menyeka air matanya.
Pikiran dan hati sang ratu yang labil menimbulkan amarah yang tidak bisa dia kendalikan. Sang ratu mendorongnya sampai ke depan pintu, raja yang membantu menahan sang ratu agar bisa mengendalikan diri membuat keributan yang di lihat oleh beberapa jin algojo dan para tabib.
“Ratu maafkan hamba, hamba tidka berniat ingin menjadi bawahan yang membangkang. Para pasukan telaga hitam telah menunggu sang putri untuk memimpin mereka.”
Setelah mendengar ucapan sang panglima, raja dan ratu jati jajar itupun terdiam terpaku dan sangat terkejut.
“Apa maksud mu? Mungkinkah semua luka yang di derita oleh putri karena telah berhasil bertarung mengambil alih wilayah telaga hitam?” tanya sang raja.
Inilah takdir langit, derita dan kesakitan sama hal nya dengan keseimbangan di dalam kekuatan ilmu ghaib ying dan yang. Bahagia dan derita setara dengan semua yang di rasakan oleh takdir sang putri Arska.
“Raja, benar yang engkau katakan. Putri kini menjadi ratu telaga hitam” ucap sang panglima.
Mereka menatap sang putri yang masih tidak sadarkan diri. Raja memutuskan untuk menuju ke aula istana dan mengumpulkan para menteri berserta punggawa. Pertemuan yang sebelumnya di tunda itu kembali di gelar dengan sangat khidmat.
“Raja, sekalipun sang putri ini menjabat sebagai penerus ratu telaga hitam. Tapi dia adalah satu-satunya ratu yang di miliki oleh Jati Jajar. Tidak ada satu ratu di dalam dua kerajaan” ucap penasehat raja.
“Benar yang mulia, kita harus meruntuhkan dan segera mengambil alih wilayah Telaga hitam” ucap menteri pertahanan.
Raja mengetuk-ngetuk ujung jarinya di kursi singgasana. Dia mengerutkan dahi dan menjadi sangat kebingungan dengan semua lontaran yang di katakana oleh para pemerintahan istana.
“Punggawa senior, bagaimana pendapat mu? Engkau yang paling bijak di dalam memberikan pendapat” ucap sang raja.