Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Kelopak mata Ghaib kembali menyala


Mengingat segala yang sudah berusaha menebas secara sadis di cerita ini. Maka hanya satu kata yang tidak bisa terpisahkan. Akan kesetiaan keduanya tanpa beralas saling membalas dendam. Badai, petir dan amukan bencana pasti kan terganti dan terobati. Kamu dan aku, kita akan selalu berjuang bersama-sama.


Ku sudah terbangun untuk mu


menunggu cinta mu yang hangat untukku


ku telah kembali ke dunia untuk mu


Sesungguhnya aku hanya utuh milik mu


Dalam musim hujan yang berkepanjangan ini aku menitipkan sejuta kerinduan yang tidak bertepi


^^^Teruntuk Raja kedua Yaksa^^^


...💙💙💙💙...


Di dalam sosok raga jin itu, masih tersimpan sukma manusia. Sedang Raja Permadi masih tertidur pula disana. Pelaku utama para suku Taraya yang ingin merenggut jiwa Raja kedua Yaksa untuk mengambil alih kekuasaan dengan mencuri serpihan sayap jin milik Raja Permadi. Bayangan mata lain cenayang Han menyala melihat kedua takdir dan nasib dua pemberi sinar dunia jin. Han memukul kepala dan memikirkan berulang kali. Siapa yang harus dia tolong?


"Sekalipun aku tidak pernah menolak segala keinginan mu wahai Ratu ku" bisik Raja mengusap dahinya.


Dia berdiri menatap cenayang Han menunjuk ke arah luar jendela.


"Jika kau gagal maka kau harus keluar dari sana" ucap Raja melotot.


Cenayang mentransfer setengah energi yang dia dapat dari ilmu Karang. Sesuai amanat terakhir yang dia minta dan ingin penuhi. Karang berusaha semaksimal mungkin untuk membangunkan nya. Tiga jam sudah berlalu, sampai matahari tergelincir menuju ufuk barat. Cenayang Han menghentikan aktivitas dan menundukkan kepalanya.


"Pergilah!" bentak panglima menekan ujung pedang ke pundak Han.


"Jangan biarkan darah cenayang muara hijau tumpah, panglima simpan kembali pedang mu!" bentak Raja.


Dia tidak akan pernah lupa segala jasa leluhur cenayang muara hijau kepada nya. Namun sepertinya Raja jati jajar mendapatkan berita keliru akibat selembaran pencarian cenayang Han tertulis atas nama permaisuri dari kerjaan Yaksa. Jauh di dalam hati Raja jati jajar masih melihat wajah Han tanpa kepalsuan.


Namun setelah hari ini dia mematahkan perkataannya maka seolah semua hanya tipu muslihat Han untuk terbebas dari permaisuri. Tiga langkah lagi kaki cenayang Han naik ke atas jendela. Dia melompat dari ketinggian istana dan susul teriakan para dayang dari bawah.


"Arghh! arghh!"


Serpihan bunga dandelion bercampur kelopak bunga alysum biru menyemai terbang memasuki jendela kamar putri. Seketika putri menggerakkan jari dan membuka mata.


"Cenayang itu telah berhasil menyelamatkan putriku cepat bantu dia!" bentak Raja berlari mendekati Arska.


Seisi istana gelagapan bagai berhamburan tanpa arah. Para prajurit dan panglima mengira cenayang Han sudah tiada. Mereka berkeliling mencari-cari tubuh nya yang baru saja terjatuh. Namun tidak ada yang melihat dimana keberadaannya. Sampai sosok datang utama berlari menyampaikan kabar bahwa Gangga telah membawanya pergi meninggalkan istana.


"Cepat cari dia!" perintah panglima mengerahkan pasukan kuda jin.