Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Kekacauan


Ufuk barat telah di sambut corak kilatan langit di balik awan hitam mengeluarkan cahaya cemeti tanpa henti. Alam jin yang penuh dengan kerusuhan dan aroma anyir lebih menusuk rongga hidung.


Apa yang membuat musim salju di negeri jin kembali datang? bukan kah Matahari dan bulan yang seharusnya tidak bisa bersama dapat melalui hari panjang semalaman?


Selepas sang raja kedua Yaksa memeluk putri Arska, dia berjanji kepada dirinya sendiri akan kembali dan lebih memeluk lebih erat dari biasanya.


Mereka sudah menuju arah yang berbeda, demikian pula para bala tentara yang menghentikan peperangan setelah Raja memberi sinyal kembali menuju istana.


"Peperangan macam apa ini? apakah kerajaan Yaksa kini di pimpin oleh raja yang lemah?" ucap Futon terus menerus menebas kepala musuh.


Ada banyak cerita suka duka mewarnai perjalanan setiap makhluk yang bernyawa. Tangis dan tawa hanya pelengkap hari dimana kita harus selalu melangkah. Jalan yang terjal bahkan tikaman dan serangan dari arah belakang membuat luka dan hampir membunuh. Harus di paksakan segera sembuh dan kembali bangkit berjalan walau sekalipun menapaki duri dan serpihan gelas kaca sendiri.


Lalu kau masih tetap ku jaga dengan setia


Sedang keterbatasan dan kehampaan masih terasa


sesak nafas ini


letih terus saja bertahan melalui hari


Kamu yang katanya sudah kembali


Hati?


Raja keduanya Yaksa lebih memprioritaskan kemenangan kerajaan jati jajar. Padahal sedikit lagi kerajaan jati jajar akan dia kuasai jika saja hatinya tidak di Runtuh kan oleh sang putri Arska.


Angin kencang malam ini menampar wajah-wajah para jin yang sedang terlelap di malam yang larut. Dingin menelusup di kulit menusuk tulang dan sendi-sendi di sekujur badan. Ranting pohon yang patah tersapu di bawa masuk ke jendela kamar ibu suri. Bersama hawa magic dari cenayang Karang yang seolah menghantui mimpi indahnya.


"Hah, hah, hah" suara samar menggema dengan hembusan nafas dingin ke arah wajah ibu suri.


Dia sangat terkejut, sampai para pengawal yang sedang berjaga di depan pintu terhentak dari tidurnya.


"Arghh.. arghh..!" pekiknya mengacak-acak rambut dan menepuk wajah.


"Ibu suri apakah anda baik-baik saja?" tanya salah satu pengawal.


"Diamlah, jangan masuk! aku akan melanjutkan tidurku kembali!" jeritnya lalu menuju cermin.


Ketika dia sedang melihat cermin, tampak ada sosok bayangan berbaju putih melayang mendekatinya. Wajahnya hancur, mata bolong bernanah dan ada luka bekas tebasan di leher yang terus menerus mengeluarkan darah. Sosok arwah penasaran yang menuntut pemakaman jasad secara layak kepada nya. Tapi apakah ibu suri mengetahui kehendak dari gangguan tersebut?


"Arghh!" jeritan melengking ibu suri memecahkan bedak dan riasan di atas meja. Di menekuk tubuh dan bergerak tanpa arah.


Dubraggh.


Salah satu pengawal jin yang tidak sabar ingin mengetahui kejadian yang terjadi langsung mendobrak paksa pintu dan melihat ibu suri telah jatuh pingsan. Dahinya berdarah dan wajahnya begitu pucat.


"Ada apa? kenapa ibu suri bisa celaka seperti ini? aku baru saja selesai berperang dan hanya sehari meninggalkan istana!" ucap Raja Permadi membantu mengangkatnya.


Walau bagaimanapun dia tetaplah sosok nenek di negeri jin. Sekalipun sosok lain di dalam tubuh Raja Permadi tidak mengenalinya. Astro menggenggam erat tangan ibu suri dan menatap raut wajahnya yang tampak kesakitan. Apa yang sebenarnya terjadi?