Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Kalung permata hijau


"Sebaiknya anda kembali lagi di hari esok, Raja dan Ratu sedang sibuk mengurus putri mahkota” ucap kepala kasim menunduk.


Dengan tenang Ratu Harun menarik tusuk konde dari sanggulnya lalu meletakkan ke tangan sang kasim.


“Ku mohon bantulah aku.”


Melihat benda itu, tangan sang kasim bergetar dia berlari sambil menggenggam tusuk konde naga menuju kamar kebesaran.


“Wahai yang Mulia ada hal penting yang ingin hamba katakan” ucap sang kasim di depan pintu.


Setelah dia di persilahkan masuk, sang kasim menunjukkan tusuk konde ke sang Ratu.


“Tamu spesial ku, biarkan dia masuk ke aula istana” ucap sang Ratu Jati Jajar.


“Baik yang mulia.”


Sang kasim meminta ijin untuk meninggalkan ruangan. Sang Raja bertanya siapakah yang Ratu sebut tadi. Dengan menggenggam tangan sang Ratu, Raja Jati Jajar seolah trauma dengan banyaknya musuh yang ingin membunuh para sosok yang dia sayang.


“Ratu ku, walau bagaimana pun engkau harus berhati-hati dan waspada. Kita tidak mengetahui tipu muslihat musuh dan segala di balik kebaikan yang mereka utarakan.


Berjanjilah” kata sang Raja.


“Hamba selalu mendengarkan nasehat Raja”


Bertemu di Aula kerjaan, Ratu Harun yang masih menyamar menjadi kepala dayang istana di kerajaan Gurun Pasir duduk bersama dengan ratu Jati jajar. Tusuk konde milik sang Ratu seolah menjadi jalan mulus sang Ratu Harun untuk bertemu dengannya.


“Terimakasih atas kebaikan yang mulia Ratu memberikan tusuk konde itu tapi hamba tidak pantas untuk menerimanya” ucap Ratu Harun.


Dia meletakkan kembali benda bernilai itu ke tangan sang Ratu. Mereka saling berpelukan seolah sudah menjadi dua sahabat akrab yang baru bertemu setelah sekian lama. Dayang datang membawa the bunga teratai lalu menyeduh dan menuang ke cangkir mereka.


“Perihal dayang pendamping putri Helena, semua yang tidak terlepas dari ilmu sihir hitam yang dia anut” jawab Ratu Harun.


“Lalu, apakah engkau dayang pendamping dari Ratu?”


Mendengar pertanyaan Ratu Jati Jajar, sang Ratu Harun meletakkan cangkirnya. Dia takut bahwa Ratu Jati Jajar mengetahui identitasnya dan menganggap bahwa dirinya penghianat karena telah membohonginya. Menyembunyikan siapa sebenarnya siapa dirinya, tetap saja di balik semua itu sang Ratu Jati Jajar seolah telah mengetahui siapa sosok yang di hadapannya itu.


“Hamba adalah sosok pendamping dayang Ratu Harun, dia adalah Ratu yang sangat bersahabat dan peduli dengan kabar jati jajar” ucap Ratu harun.


Melihat penampilan Ratu harun sebagai dayang pendamping Ratu terlihat sangat mewah dengan jubah kerajaan, hiasan anting, gelang giok bedan kalung permata berwarna hijau yang dia kenakan. Ratu Jati Jajar seolah sedang menanyakan sampai dimana kejujuran sosok yang katanya sedang berpihak pada dirinya itu.


“Lalu, apa yang membuat Ratu Harun begitu tertarik dengan kerajaan ini?


Ratu Harun melepaskan kalung dan memberikannya kepada sang Ratu Jati Jajar.


“Dia sangat tertarik untuk melindungi kerajaan Jati Jajar sekalipun tidak pernah bertemu dengan Ratu dan putri Mahkota. Setelah beliau mengetahui bahwa hamba mempunyai hubungan baik dengan Ratu Jati Jajar, dia menitipkan benda ini untuk membantu keselamatan sang putri.”


Ratu Harun memberikan kalung miliknya sendiri untuk menebus segala pertolongan yang di berikan oleh Ratu Jati Jajar di masa lalu.


“Hanya ini yang bisa aku berikan untuk mu wahai Ratu Jati Jajar” gumam Ratu Harun.


“Tidak, katakana padanya aku tidak bisa menerima pemberiannya”


Ratu Jajar meletakkan kembali benda itu ke tangan sosok yang di hadapannya mengatakan dayang pendamping Ratu Harun.


...----------------...


Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak penyemangat untuk author. Tetap tekan like👍, komen, favorit❤️, vote, rate bintang lima⭐⭐⭐⭐⭐, serpihan bunga mawar🌹 dan secangkir kopi hangat ya☕. Salam persahabatan selalu..