
Dari Maharani di dalam putri Arska
Aku pergi untuk selamanya
jangan mengejar atau menyatakan rasa bersalah
Sungguh matahari dan rembulan tidak akan pernah bisa menyatu dan Bahagia
Segala duka, penantian dan harapan peradaban dunia jin tertutup Kembali bersama cahaya rembulan meredup lara
Tentang bunga Allysum biru, masa gelap terang sepenggal kisah luka
Mata ghaib hanya sebuah titipan, begitupula sukma yang pernah menghirup nafas lagi setelah minum ramuan dari masa depan nyatanya tetap bisa membawa ruh Kembali berpulang di keabadian.
...❄❄❄❄❄...
Setelah bersekutu dengan iblis Wanita tua, Darson semakin angkuh karena melanjutkan sekutu pada suku Taraya. Kekuasaan dan keabadian, keduanya sangat rakus keinginan memiliki. Dia melanggar syarat pada kepala suku Taraya. Sekujur tubuh berubah berwarna merah, urat hijau menonjol di atas permukaan kulit. Tanduk tumbuh di kepalanya merubah penampilan pangeran Kalingga yang terkenal sangat tampan itu.
“Arggh! Arggh!! Kenapa tubuh ku berubah?” jeritnya ketakutan.
“Pangeran, tenangkan diri anda. Pangeran!” seru sang penjaga utama. Dia sedari mengendap-endap hingga membuntuti Darson sampai ke wilayah Taraya. Tanpa persetujuan dari sang pangeran Darson, si penjaga utama menarik tubuhnya lalu meninggalkan tempat tersebut.
“Hahahah!” tawa kepala suku Taraya.
...----------------...
Perang besar yang sebelumnya di katakan oleh sang permaisuri ternyata telah mencapai titik waktu. Hingga matahari hampir terbenam, kedua kerajaan itu masih tetap bertarung di atas tanah yang sudah bermandikan darah, potongan tubuh dan jasad para pasukan jin. Sekalipun sang raja menyerang, dia enggan menuju Gerakan mengarah ke sang putri. Akan tetapi dari kejauhan terdengar suara gemuruh angin bercampur suara aneh. Cahaya kilatan merah datang dari kerajaan Yaksa, semua mata tertuju pada keanehan itu sembari di tengah peperangan.
Henka telah membuka ruang bawah tanah, tanpa ragu lagi bersama rasa penasarannya begitu dalam mengabaikan pesan sang permaisuri. Dia tetap berdiri di depan pintu, mata melotot memastikan benda apa yang keluar dari dalam. Suara mengerikan, abu berterbangan dan bunyi patahan tulang seperti sedang berjalan. Tiba-tiba tangan berkuku tajam mencengkram lehernya. Jin berbentuk hewan aneh. Henka dalam hitungan detik di lahap habis bahkan beberapa makhluk aneh lain berebutan mengunyah sisa serpihan jari-jemari.
Ribuan makhluk telah berabad-abad di dalam tanah telah di bangkitkan Kembali. Rahasia Yaksa kini terungkap sebelum lembah sungai jin subur dan damai dahulu kala berubah menjadi sungai berdarah. Para makhluk siluman aneh berhasil melahap setengah prajurit Jati Jajar. Tabu bunyi shofar terhenti, para perangkat pejuang Jati Jajar hampir kehabisan tenaga menepis serangan brutal mereka.
“Putri! Ayo kita segera pergi dari sini!” teriak Raja Permadi.
Dia menarik paksa tangannya, akan tetapi sang putri mendorong sang raja hingga dia hampir tejatuh dari atas kuda.
“Putri, ada dengan mu?” ucap sang raja.
“Aku akan merubah cangkang ini menjadi satu kedamaian, percayalah” ucap sang raja mengejar sang putri.
“Wahai raja, apa yang bisa engkau ubah setelah kejadian pahit ini terulang lagi? Mata ghaib ku menyala mengabarkan penghianatan mu!”
Di era berikutnya, sang putri tetap melihat tidak akan pernah ada kata damai untuk kedua kerajaan itu. Bukan hal mengenai api dari putri Helena, Kayana atau gejolak rasa lain dari para putri mahkota lainnya. Ini tetang pedang raksasa sang raja yang akan segera menikamnya dari belakang.
Kerajaan Jati Jajar akan segera lenyap, dari sisi barat pasukan Kalingga menyerang tanpa henti. Darson mengeluarkan semburan api melahap seluruh istana hingga merata. Dari sisi Timur, cenayang Han yang sudah di rasuki oleh cenayang Karang kini membangkitkan prajurit Jati Jajar yang sudah tewas dengan kekuatannya. Ghaib di lawan ghaib, begitupun sihir di lawan sihir. Dalam satu malam kerajaan jati Jajar Kembali utuh, Han dan Darson saling menyerang di udara. Di dalam pura, kepala cenanyang ikut membantu membekukan para makhluk kanibal Yaksa. Tongkat sihir kepala suku Taraya terhentak sebanyak tiga kali di udara. Dia menggerakkan petir menyambar seluruh pasukan Yaksa.
“Tidak!” jerit raja Permadi.
Di menyerang sang kepala suku Tara, di sisi lain Darson merubah diri semirip mungkin menyerupai putri Arska. Dia menebas kepala ibu suri Yaksa tepat di hadapannya.
“Nenek!” teriak sang raja menangkap tubuh ibu suri.
Raja tidak menyangka sang putri begitu tega membunuh keluarganya. Dia mengepakkan sayap meletakkan jasad sang ibu suri di perbukitan lembah sungai jin. Sosok Darson yang masih menjelma menyerupai sang putri itu tertawa menyeringai. Dia membawa sang ibunda raja Permadi sambil menyeret paksa menggunakan rantai besi. Suara jeritan kesakitan, pedang tajam sudah terangkat di udara. Melihat hal itu dengan sigap sang raja menarik pedang raksasa miliknya. Dia menancapkan pedang tepat di punggung sang putri.
Putri Arska semula berlari menghentikan sosok jin palsu yang menyerupainya akan tetapi sang raja tidak menyangka bahwa sosok tadi bukan lah sang putri Arska.
“Ugghh, raja Permadi” lirih suara sang putri.
Pedang raksasa hewan bersayap yang selama ini melindunginya kini membawa nyawanya. Raja Permadi benar-benar menyesal atas tindakannya. Dia pun langsung membanting Darson di udara, sayap terayun melemparkan sosok musuh itu menuju lahar gunung Merapi.
“Arghhhh!” jerit Darson.
Selesai membunuh pangeran Kalingga, sang raja bergerak mencabut pedang yang tertancap di tubuh sang putri. Tapi sang putri menghalanginya, dia hanya menggelengkan kepala. Menatap kosong sang raja dengan senyuman tipis enggan membalas sentuhan tangan raja jin yang terasa sudah tidak hangat lagi.
“Engkau tidak mempercayai ku, bukan aku yang membunuh ibu suri” bisik sang putri.
“Maafkan aku putri! Bertahanlah! Aku akan segera Kembali mencari ramuan di pura muara hijau.”
Sang raja buru-buru membawanya terbang di tengah hujan yang sangat deras. Langit seolah telah mengabarkan kabar duka. Kalimat terakhir di iringi mata ghaib tertutup selamanya.
Tentang pil opium, kini merebak di berbagai negeri jin. Darson mendapatkan tahta dan bisa hidup Kembali meski sudah terlempar di dalam lahar gunung Merapi. Sesuai janji kepada para ibllis dan suku Taraya. Dia setiap Masehi memberikan tumbal untuk para iblik dan kepala suku Taraya di samping keinginan dan janji segala kekuasaan tidak terhingga.
Di sisi lain, kedua kerajaan yang tidak pernah damai berperang itu masih berdiri. Dendam Jati Jajar semakin mandarah daging setelah mengetahui kematian putri Arska di tangan sang raja Permadi. Catatan mata ghaib yang belum terbaca oleh raja dan ratu Jati jajar. Mengenai mata ghaib di sela musim dingin. Bencana alam jin tidak terkendali karena pondasi mata ghaib terlepas bersama empat elemen dunia. Buku rahasia itu di kabarkan di masa depan akan terbaca oleh salah satu cenayang pura muara hijau. Namun, sampai saat ini rahasia berlapis keganjilan itu belum di ketahui oleh para cenayang yang berusaha membukanya.