Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Penyampaian akhir cerita


Bila ku mendengar suara hujan sore ini


Ku sedang mengingat lagi ribuan rindu hari kemarin


Dingin sendirian tanpa mu


kau menghilang dari kejauhan


Waktu berjalan semakin lama, hanya ada detak jantung rasa sayang


yang berusaha aku rasakan dari mu


seteguk air hujan ingin ku minum


sebagai penawar rasa rindu


aku merindukan segala kata yang kau bilang cinta


Ada hari dimana aku kelelahan menunggu mu


basah kuyup ku berjalan


berusaha tetap setia melewati hujan


kepada bahasa kalbu


tanyakan lagi pada badai kencang ini


apakah semua luka ku dapat terobati?


sangat lama dan kesepian terjebak di cinta mu


...❄️❄️❄️...


Sedang pangeran bersayap hanyalah membujuk ketika serpihan kelopak bunga itu terguncang oleh api yang bagian akarnya membakar dirinya sendiri.


...----------------...


Surat cinta mengudara


To : Pangeran Permadi


Aku tak suka Guntur dan halilintar


Ingin ku berlindung di balik tubuh mu yang besar itu


wahai jin bersayap yang mendambakan putri bangsawan


Tau kah kau setiap malam aku selalu terbangun terhentak tidak bermaya?


Kadang sekujur tubuhku penuh keringat


Kadang ku menangis dan terdiam sendiri


Banyak berbagai makhluk yang di temui sampai dengan tergesa aku ketakutan dan menghindar


di ruang hampa dan oksigen sangat sulit aku dapatkan


namun inilah takdirku dari sesuatu yang sudah tergaris


terkadang ku terjatuh dan berusaha berdiri


taukah kau semua penderitaan ini?


Apakah kau tidak takut menerima kenyataan di balik alam jin putri jati jajar?


Sungguh aku sangat takut dengan diri ku sendiri


ku harap kau membacanya dengan rasa sabar tanpa berkesudahan


...💙💙💙...


Balasan surat dari daun raksasa berwarna coklat tua


Ini tentang pita biru muda yang kau kirim berukir nama ku dengan tulisan darah mu


aku sangat terkejut menerimanya,


tidak kah kau membayangkan semua ini hanyalah kemustahilan sebab kerajaan kita tidak pernah damai


Gangga akan selalu setia menemaniku saat menunggu mu di lembah sungai jin


Ada yang aneh dengan bunga alyssum biru yang kau kirim


Bunga yang tidak pernah layu bahkan saat aku sudah membuangnya di tong sampah


Nanjam telah menyampaikannya kembali padaku


Ini sebuah pesan rahasia pengiriman pasukan ku untuk membantumu kembali merebut singgah sana


sebagai balasan kau telah membantuku di hari lalu


Aku ucapkan terimakasih kau telah kembali


......................


Semua serpihan gulungan kain merah muda telah Gangga bawa menuju pangeran Badar, surat balasan kilat dari putri Arska yang hari itu juga di sampaikan oleh Gangga. Kubangan lumpur hidup hampir menelan setengah tubuh Badar yang terhempas kepakan gagah sayap Gangga. Dia sekuat tenaga meraih akar berduri untuk menarik paksa tubuhnya.


“Arrghh..” jerit Badar melepas satu persatu duri di tangan.


Gulungan itu berlumur darah dari tangan Badar. Dia membalut luka di tangan dengan kain tali pinggang dan berlari mencari pangeran permadi. Sebuah fenomena catatan hitam, dua kubu yang memanas mempunyai gejolak rasa berusaha untuk bersama. Namun hanya menyampaikan surat cinta mereka saja penuh pertaruhan nyawa, darah dan air mata.


Suasana di negeri jin bersinar bercak jingga berkilau membias pantulan menuju menara-menara tinggi yang menjulang ke langit. Ada pertarungan baru di kerajaan Yaksa dengan sorak ramai para pasukan menyerukan pangeran kembali.