
Tabu gendang tanda kemenangan pertama kali di sematkan oleh kerajaan jati jajar. Sebuah tanda kekuasaan bergema oleh sorak para prajurit yang mengangkat senjata. Semua itu tidak di dapat jika tidak ada campur tangan dua jin yang sudah memberikan sinyal magnet satu sama lain. Pasukan Yaksa mundur teratur bergerak meninggalkan lembah sungai jin.
"Menang..!" sorak ramai suara prajurit jati jajar tanpa henti.
Pengambil alih sebagian wilayah Yaksa dan pemenjaraan setengah pasukannya. Raja jati jajar tidak sepenuhnya menjadikan kerajaan tersebut menjadi runtuh, dia membiarkan musuh pergi dan menyatakan bahwa Peperangan akan berlanjut dan jika kalah kembali maka kerajaan Yaksa akan menjadi milik jati jajar.
Prang, prang!
Cerek batu pecah terbanting ke lantai, seisi ruangan hening seketika menunduk tidak berani mengeluarkan sepatah katapun.
"Memalukan sekali! kita pulang dengan membawa kekalahan!" bentak Raja lalu menarik pedang menuju ke arah panglima perang.
"Hentikan Raja, ku mohon.." lirih suara ratu Layana mengurungkan niatnya untuk menebas kepalanya.
Suasana kembali tenang, kemudian sosok penasehat kerajaan membuka lembaran peraturan tata Negera jin di depan mimbar.
"Bersama dengan kekalahan hari ini, maka raja aja di turun takhta dan di gantikan oleh putra mahkota kerajaan jin untuk memimpin kerajaan Yaksa!" ucap penasehat jin menutup gulungan.
Secepat pula masa perasingan pangeran Permadi di selesaikan dan di tempatkan semula pada posisi yang lebih baik.
...----------------...
Aku akan segera menikah kan mu dengan putri Helena! gumam ibu suri menarik sudut senyuman lalu merapikan rambut yang sedang berhiaskan giok emas.
Pemberian stempel kerajaan di tangan pangeran Permadi. Peletakan mahkota raja di atas kepala pangeran Permadi, kini dia telah resmi menjadi raja Yaksa di alam jin. Penghormatan pada ibu suri, raja dan ratu Layana. Setelah itu di penghormatan untuk raja yang baru di mulai di depan mimbar kerajaan.
"Beri hormat untuk raja baru di kerajaan Yaksa!" perintah punggawa kerajaan secara lantang.
Raja dan ratu pindah ke istana timur meninggalkan kerajaan Yaksa. Hukum kerajaan bahwa di dalam sebuah istana tidak boleh memiliki dua raja, karena ibarat di dalam satu dunia tidak boleh ada dua matahari. Setelah acara peresmian Raja baru untuk pangeran Permadi, ayahanda dan ibunda beliau langsung berpindah segera mengemas barang di hari itu pula.
"Ayah, ibu kenapa tidak besok saja meninggalkan ku dan istana Yaksa?" tanya pangeran Permadi berdiri di depan pintu kamar kebesaran.
"Mulai sekarang kau harus bisa memimpin kerajaan dengan bersikap Arif dan bijaksana, ibu akan lebih sering menanyakan kabar mu pada kasim baru" ibu suri mengusap pangeran dan meletakkan sebuah gelang bunga akar hijau perak di tangannya.
"Untuk apa engkau memberikan ini padaku wahai ibunda? tinggal lah lebih lama di istana"
"Semua sudah menjadi peraturan kerajaan dan berikanlah ini pada sosok wanita yang sangat kau cintai.."
Apakah ratu Layana mengetahui bahwa pangeran Permadi diam-diam mencintai putri Arska? jangan lupa vote, like, komen, favorit dan rate novel author agar lebih rajin update ya, Terimakasih 💙