
Hujan salju telah berhenti, sinar mentari menampakkan diri di batas cakrawala yang mengabarkan kehangatan di dunia jin. Tumbuhan yang semula terbungkus es yang membeku kini bersemi dan tumbuh menampakkan kelopak bunga dan dedaunan menyegarkan arunika. Hampir setengah tahun lamanya bunga allysum biru enggan mekar sebagai hiasan yang selalu tersemat di surat cinta biru. Kini setelah mengetahui kabar kedatangan mentari, raja kembali menulis tinta kerinduan yang dia tulis untuk sang putri Jati jajar.
...đź’™...
Baru kali ini aku merasakan rasa sakit jauh dari sisi mu
Duhai pemilik hati yang selalu aku rindu
Habis sudah butir kata rindu jika sedetik saja bertemu
Aku menunggu mu
Teruntuk tuan putri Arska
...đź’™...
Punggawa senior kerajaan itu berdiri di hadapan raja dan ratu, dia membekukan tubuh lalu memberi hormat kepada keduanya.
“Raja, berita kemenangan ini pasti sudah menyebar ke seluruh penjuru negeri. Walau bagaimana pun kita harus menunggu keputusan putri. Sang putri sudah berjuang sekuat tenaga sampai dia terluka. Raja harus mempertimbangkannya lagi agar menunda untuk mengambil tindakan.”
Sang raja akhirnya paham hal dan tindakan apa yang harus dia lakukan. Semula dia akan memenjarakan para prajurit telaga hitam dan meruntuhkan istananya. Namun, sepertinya dia juga harus menunggu keputusan dari sang putri. Pertemuan itupun di bubarkan, raja kembali ke ruangan kebesarannya.
...----------------...
Secara rahasia, panglima perang Jati jajar dan raja Yaksa itu bertemu di perbatasan wilayah kerajaan. Kedua terlihat sudah akrab karena karena keyakinan panglima atas kesetiaan raja yang rela berkorban untuk sang putri.
“Raja, sampai saat ini sang putri belum sadar dan begitu pula dengan Gangga” ucap panglima.
“Ratu ku itu pasti akan sadar kembali, begitu pula dengan Gangga. Hewan raksasa pemarah itu tidak semudah itu mati sekalipun terkena seribu racun anak panah. Tolong kabari aku jika terjadi hal yang genting” kata sang raja sambil menepuk pundaknya.
“Aku akan mengingatnya yang mulia.”
Para pasukan telaga hitam mendapatkan perhatian khusus setelah dekrit istana menyetujui bahwa mereka bukanlah tahanan. Barak tenda di didirikan dan bahan pangan serta sandang di cukupi oleh menteri keamanan.
Meskipun mereka sudah tergolong sebagai pengikut sang putri, raja Permadi mengirim penjaganya untuk berbaur ke dalam tenda dan berjaga jika mereka melakukan pemberontakan.
“Raja, kenapa penjaga Yaksa di tempatkan di barak darurat itu?” tanya panglima jati jajar.
“Kita harus selalu waspada, jangan sampai mereka mempunyai niat buruk kepada Jati jajar setelah runtuh kerajaan Telaga hitam. Kau lihat pergerakan mencurigakan pada beberapa prajurit di sisi kiri sana? Pandangan mereka tampak penuh kebencian. Makanan yang di hadapan mereka tidak tersentuh sedikitpun, Begitu pula pakaian prajurit yang masi bersimbah darah masih mereka kenakan” kata sang raja.
“Engkau sangat teliti dan selalu mengetahui hal ganjil seperti itu. Jika saja engkau sebelumnya adalah musuh maka kemungkinan besar kerajaan Jati jajar akan hancur” ucap sang panglima.
“Sudahlah, dahulu memang kerajaan ku adalah musuh terbesar Jati jajar. Tapi setelah kehadiran putri Arska, dua kerajaan yang melegenda dengan peperangan sengitnya ini berubah menjadi kedamaian” pungkas sang raja.
Raja Permadi yang sangat pandai membaca situasi memiliki banyak rencana dan taktik dalam berperang. Di samping itu dia memiliki pasukan kawanan hewan bersayap yang terletak di segala penjuru.