Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Hujan di hati ku


Bagian mana yang akan di perbaiki jika luka itu masih membekas di hati? katanya cinta biru mengudara dan tidak akan pernah terhenti.


...🔥🔥🔥...


Mencoba mempercayakan sayap raksasa itu mengepak hanya untuk ku.


Telah tertutup sudah rumput yang hijau di sekitar seluruh wilayah kerajaan Yaksa. Tanah merah itu terlihat semakin menyala dengan rumput hijau yang berubah menjadi warna darah. Begitupun dedaunan coklat yang berubah memerah. Seluruh penghuni kerajaan terkejut melihat perubahan alam. Raja memerintahkan untuk segera memakamkan jasad Futon secara layak.


“Tapi raja, dia adalah pemberontak kerajaan” ucap panglima perang.


“Walau bagaimanapun dia sudah mempunyai banyak jasa bagi Yaksa” kata sang Raja.


Tangis ibu suri melihat Futon tiada, dia memeriksa sekali lagi apakah jin itu masih bernafas. Huson yang murka melihat saudaranya di bunuh langsung mengarahkan pedang ke arah sang Raja. Dia di kepung oleh para prajurit dan pengawal, sang pengawal membawanya ke penjara bawah tanah karena berencana ingin membunuh Raja.


“Raja cepat lepaskan Huson” ucap ibu suri menangis sesenggukan.


Dia memegang erat tangannya sang raja sambil berkali-kali memohon. Hari ini dia tidak memperdulikan hiasan wajah yang luntur tersapu air mata. Ibu suri mengambil pedang dari salah satu prajurit lalu mengarahkan tepat di lehernya.


“Aku akan bunuh diri di hadapan mu jika kau tidak menuruti permintaan ku”


Raja langsung merampas pedang dari sang nenek dan pergi meninggalkannya. Dia tidak ingin terlihat menjadi raja yang lemah di hadapan seluruh jin prajurit Yaksa.


...----------------...


Di ruangan kebesarannya Raja menekan luka pada lengan kanan yang masih terasa sakit. Dia menghentikan kegiatan lalu menarik laci mengambil potongan kain milik tuan putri Arska. Memandang kain itu sampai tidak mendengar perkataan sang kasim yang dari tadi berharap dia menyadari kehadirannya.


“Raja…” panggil sang kasim terakhir kali sambil membungkuk.


Lamunan sang raja membuyar lalu melirik kearah sang kasim. Tangannya memberikan sebuah kantung plastik besar kepada sang kasim.


“Petik lah beberapa lembar daun besar untukku” ucap sang Raja.


Dari luar benteng tembok terdengar bunyi terompet sebanyak dua kali, lalu pengawal sang Raja hadir memberikan kabar kedatangan putri Helena. Raja dengan berat hati menyambut kedatangan sang putri. Dia memerintahkan para dayang untuk mempersilahkannya masuk aula kerajaan. Sementara ibu suri yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan sang putri langsung menyuruh kepala dayang langsung mengantarkan keruangan kebesarannya.


“Putri Helena tiba..” ucap sosok pengawal memberikan aba-aba.


Setelah sang putri menuruni kereta kuda, dia langsung di ajak oleh kepala kasim menuju Aula. Akan tetapi sang kepala dayang mengalihkan gerakan kaki sang putri untuk menuju ke ruang kebesaran ibu suri.


“Silahkan putri menuju Aula” ucap kepala kasim.


“Maaf putri, ini adalah perintah dari ibu suri” ucap kepala dayang menunduk.


...----------------...


Jangan lupa dukung author dengan serpihan semangat bunga mawar 🌹 favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 vote, like, komentar dan secangkir kopi ☕ terimakasih, salam persahabatan selalu