
Ingin ku mengatakan bahwa goresan luka masih membekas
Dingin dan panas bersimpangan mengurai ilusi tidak terbatas
Jubah perang yang terkena darah para sosok jin di saat itu menyimpan misteri akan para arwah yang bergentayangan melewati dua perbatasan dunia jin dan manusia. Beberapa diantara mereka mengincar cucu buyut dari kerajaan jati jajar. Merasuki beberapa tentara dan prajurit menjadi peran penghianat dan perlahan menghancurkan kerajaan dari dalam.
Flashback
Ini tentang dirinya di masa lalu. Seseorang yang pernah berhasil merebut cinta seorang anak bangsawan. Di dunia nyata mereka pernah mengatakan untuk saling setia. Ikatan yang terjalin hangat terpisah kan oleh kematian.
Sebelum hari indah itu pergi.
Senja menghilang menggores luka dan menerbangkan bermilyar daun rindu tentang kepergian. Hari lalu menapaki ingatan senyum yang sudah memudar. Sebelumnya pernah ada mentari yang memberi sinar hangat. Diiringi dengan rasa yang menggelora.
Tepat di hari Jumat pukul 21:00 WIB. Di keheningan malam ada panggilan indah yang sudah di bisikkan oleh lelaki berumur 32 tahun. Dia berjuang sekuat dengan segala upaya Astro untuk meraih cinta dari Maharani. Bejana sebab akibat dan segala duka mereka mulai dari musim panas.
Maharani seseorang yang memiliki hati sedingin salju. Dia berkali-kali menutup rapat hatinya. Maharani yang terlalu sibuk dengan segala penampakan hantu dan makhluk-makhluk astral di hidupnya membuat dia enggan menerima tumpahan rasa yang berusaha di layangkan melalui sinyal di udara.
POV MAHARANI
Mimpi buruk, hari lelah, segala penampakan tiada akhir. Selama sisa hidupnya dia selalu di ganggu oleh berbagai macam makhluk halus yang merusak wajah berseri dan pikiran menjadi kacau berantakan. Dia sudah pergi dari dunia fana, setelah pertempuran melawan makhluk halus. Dia sudah berpulang di keabadian dan tidak bisa lagi kembali. Wajah putih, pipi merah merona dan gerai rambut panjang yang pernah dahulu pernah Astro kagumi.
"Engkau kah itu? cinta yang pernah meninggalkan ku di dunia nyata?" batin Astro memegang erat tubuh Arska.
Mereka saling menatap dan terbang bersama di udara. Pandangan keheranan pada putri yang menggangu. Sosok jin yang di hadapannya seolah tampak berbeda. Pandangan yang lebih hangat dan tanpa henti mencari-cari arah yang sedang dia amati. Di hadapannya seperti bukanlah penunggu yang terlihat nyata adanya. Mereka mendarat di atas perbukitan lembah sungai jin. Dengan lembut dia mengusap wajah sang putri. Keduanya saling terpaku, putri seakan kembali menemukan sosok yang telah lama pergi.
Tanpa ragu dia memeluk sosok raja kedua Yaksa begitu erat. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun dan semakin mendekap sampai sosok jin itu tidak bisa bergerak. Bagaimana lagi hatinya akan kembali terguncang saat mengetahui didalam tubuh raja Permadi adalah Astro di dunia manusia?
Demikian dengan Astro yang menghanyutkan kerinduan pada Maharani yang pernah meninggalkan nya di dunia manusia.
Jika kedua perbedaan membiasakan luka dan kesesakan jiwa
lalu bagaimana ini bisa di sebut dengan melepas rindu?
"Putri, apakah kau mengenal siapa aku? bisik sosok jin bersayap itu tanpa membalas pelukan sang putri.
"Apa maksudmu?"
Putri buru-buru melepaskan pelukannya dan berjalan mundur.
"Aku, bukan begitu wahai putri ku. Aku sangat merindukanmu. Apakah kau melupakan pelukan ku saat kita bersama di lembah sungai jin?"