Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Mimpi putri Arska penuh kekhawatiran


Bisikan itu melambungkan sejuta angan dalam sayap yang kokoh mengepak tiada henti menuju putri jati jajar. Dia enggan menoleh ke belakang atau mengetahui siapa saja sosok yang telah menumpahkan darah demi melawan musuh. Takdir yang berbeda ketika musuh yang di hadapannya kini menjadi cinta biru yang teramat dia cinta. Pemisah takdir ini perlahan akan mereka alami tanpa di sadari membuah air mata mengering yang ada hanya kerinduan. Raja Permadi selalu mencari cara dan berupaya melindungi putri Arska di balik tubuhnya yang berasal dari era lalu. Raja yang pernah membunuh kerajaan jati jajar di masa kekuasaannya.


Tiada yang mampu menghalangi raja Permadi sekalipun harus menentang ibu suri. Dia tidak akan lelah dan pasrah dengan segala ketentuan garis kehidupan yang ada di dirinya.


...----------------...


...Antara langit dan bumi itu tidak bisa terpisahkan...


...Terikat dalam takdir sekalipun dua sosok jin mengalami rasa sakit saat terpisah...


...Takdir langit menyatukan mereka dalam kehidupan selanjutnya...


Energi yang membalikkan situasi perang meneteskan darah di tanah dan bebatuan dunia jin. Di alam bawah sadar, putri kembali bermimpi sedang berperang melawan kerajaan Yaksa.


Sebelumnya dia melewati mimpi yang berputar sangat aneh. Berada di sebuah wilayah yang penuh dengan es dan hujan salju. Putri tidak menyadari akan sumber tumpukan kekuatan nya yang berada ketika rembulan tertentu awan hitam. Sendiri, dia berdiri membawa pedang perak pemberian sang raja. Sepi tiada yang menjadi rekan untuk bertarung.


Di ujung sana sudah ada pasukan yang akan menyerangnya.


Tubuh sang putri penuh keringat, dia menggigil kedinginan sampai tubuhnya bergetar. Mimpinya terhenti mendengar suara raja Permadi membangunkannya.


“Putri…” panggil sang raja.


Suara jin bersayap yang katanya sangat mencintaiku, tadi adalah mimpi. Lihatlah, kini aku di selamatkan olehnya sekali lagi di dalam kobaran api yang hampir membakar ku hidup-hidup” gumam putri Arska.


Putri membuka mata, sayup sangat berat dia menerjang hawa ngantuk yang berlebihan bersama mimpi yang mengganggu pikirannya. Setelah raja Permadi memberi sinyal di udara, pengawal dan panglima terpercaya raja hadir di hadapan mereka.


“Maafkan lah kami wahai raja, kami mendapatkan titik tumpu sinyal sangat jauh dari lokasi yang mulia berada” ucap panglima membungkuk.


Kemudian keduanya membungkuk lagi ketika melihat putri Arska. Sosok jin walau termaksud dari wilayah jati jajar yang mereka hormati. Semua itu karena misi mereka berdua selama ini adalah mencari informasi apa saja mengenai putri Arska dan di tugas kan oleh sang raja untuk melindunginya.


..._To be continued_...