
Aku lagi-lagi terjebak di hati mu
Sekarang aku menjadi tahanan yang engkau rantai di dalam ruang hati mu yang terdalam
Kesehatan putri pulih secara drastis, bahkan hingga kini dia tidak mengkonsumsi segala ramuan herbal dan racikan yang bagai makanan sehari-harinya. Putri mulai membenah segala urusan pemerintahan di dalam dan di luar negeri akan urusan negara dan membantu raja memperluas wilayah kekuasaan. Dia juga menekuni akan pelajaran ilmu pengetahuan. Hari ini ptri mendengar kabar dari pengawal pendampingnya, sebuah hal yang membuat dia menjadi meragu akan sosok raja jin bersayap Yaksa.
“Melapor kepada putri, hamba melihat dengan mata kepala sendiri bahwa iring-iringan kerajaan putri dan pangeran Kalingga menuju Yaksa.
“Tetap cari tau apa yang akan mereka lakukan disana” perintah putri Arska.
Tapi sepertinya putri tidak sabar dan ingin menyaksikan sendiri bagaimana cara raja jin bersayap yang begitu memujanya itu menyambut putri jin lain. Tentang putri Helena di era lalu, seolah kenangan itu terhapus begitu saja. Jika bukan karena reinkarnasi, mungkin sang putri tidak akan menerima raja Permadi dan tetap meletakkan sinyal peperangan.
Dengan mengudara bersama Gangga, sang putri pun menuju istana Yaksa. Mereka bersembunyi diantara perbukitan. Putri sangat sulit menyembuyikan hewan kesayangannya itu karena berukuran sangat besar.
“Gangga, jangan bergerak atau bersuara sedikit pun. Aku tidak mau mereka mengetahui keberadaan kita” ucap sang putri.
Dari kejauhan, tampak iring-iringan benderah kerajaan Kalingga memasuki gerbang istana. Ada banyak kuda dan unta yang mengangkut barang dan peti berwarna emas. Putri memperhatikan sebuah tandu yang di tutupi dengan tirai mutiara yang menyibakkan penampakan sosok jin wanita di dalamnya. Ada banyak pengawal mengiringi langkahnya saat menuruni tandu. Putri yang berpenampilan cantik jelita itu membuat sorot mata putri Arska menyala berubah masam.
“Apapun yang terjadi hari ini, raja Permadi tidak boleh sedikitpun dari ku” gumam putri Arska.
Syut. (Anak panah meleset ke batang pohon)
Putri melompat ke tubuh Gangga, dia pun meninggalkan istana. Keberaannya langsung di laporkan oleh ibu suri. Wanita itu menyeringai di depan kaca hias, dia memikirkan ekspresi sang putri ketika melihat kedatangan putri Kalingga ke istana Yaksa.
“Yang mulia ibu suri, putri Kalingga sudah memasuki Aula isyana” ucap dayang pendampingnya.
“Ayo, antar aku kesana.”
Memasuki Aula yang di penuhi para punggawa dan pejabat, di salah satu kursi tampak putri yang sudah mempersiapkan diri itu berdiri menyambutnya dengan membungkukkan badan. Dia berjalan menghampiri ibu suri dan menggandeng tangannya.
“Salam dari kerajaan Kalingga, yang mulia ibu suri yang terhormat. Hamba semula datang satu perjalanan bersama pangeran Darsaon, akan tetapi karena ada kabar dari istana Kalingga yang mendesak membuat belia meminta permintaan maaf kepada yang mulia” ucap putri Kayana.
“Tidak perlu di risaukan, aku mengerti segala urusan negeri jin ini” jawab ibu suri.
Wanita yang silau dengan perhiasan dan barang mewah itu tercengan melihat segala buah tangan yang di bawakan oleh putri kayana. Dia mengusap salah satu kalung berlian yang di berikan oleh sang putri. Senyum merekah di wajahnya, ibu suri tampak senang menerima semua pemberian tersebut. Tidak ada satupun peti emas yang dan barang lain yang dia lewatkan untuk mengetahui isinya. Sementara raja Permadi yang dari tadi enggan menampakkan batang hidung ternyata mengejar putri Arska.