
Jangan lagi bertanya-tanya dimana letak segenap rasa itu sesungguhnya. Sungguh takdir dan nasib yang sadis , sama hal dengan kisah cinta birunya yang berkaitan namun terhalang tembok raksasa. Walau reinkarnasi itu terulang dan sang Raja mencoba memperbaikinya tapi misteri cinta biru masih mempunyai begitu banyak jurang dan rasa pahit belum berakhir.
Flashback on
Putri Arska mengingat lagi segala yang di katakana raja Permadi, hatinya masih terasa beku. Semakin sulit dia mengendalikan rasa benci di tengah ketenangannya tadi merasakan hangat sayap sang raja yang berbeda dari Gangga tetap saja hal itu membuat sang putri kini menggigil di dalam kamar kebesaran.
“Dingin sekali” ucap putri Arska menggertak giginya.
Raja yang tidak tenang dengan pemikirannya memutuskan untuk kembali ke kerajaan Jati Jajar. Namun ketika dia ingin terbang, sang ibu suri terlihat memasuki wilayah kerajaan Yaksa.
“Nenek dari mana?” ucap sang Raja membantunya turun dari kereta.
“Apa? Apakah engkau masih menganggapku nenek dan memperdulikan ku?” ucap ibu suri berjalan di bantu oleh sang Raja.
“Maafkan aku, beristirahatlah.”
“Aku meminta engkau tetap di istana malam ini” kata sibu suri berjalan meninggalkan sang Raja.
Kunang-kunang hutan yang beberapa terinjak oleh Gangga itu mengikuti mereka sampai ke istana. Masuk ke kamar kebesaran putri lalu berterbangan di hadapan. Putri yang sempat menutup dan terlelap terbangun saat kepala dayang mengibas seisi ruangan dangan kipas raksasa.
“Apa yang sudah terjadi?” tanya sang putri melihat lima kunang-kunang yang berkerlap-kerlip mengitari sang dayang.
“Biarkan saja” kata sang putri kembali tidur.
Putri tidak mengetahui hewan berkuku setan itu seharusnya tidak boleh memasuki kamarnya dengan leluasa. Akan menjadi bahaya pada dirinya sendiri dan saat fajar datang jika cahaya kunang-kunang itu tidak terlihat membuat redung kekuatan yang dia miliki. Sementara Raja Permadi masih gusar memikirkan sang putri memutuskan untuk menuju kerajaan sekalipun ibu suri sudah menghalanginya.
Raja yang menjelma menjadi seekor angsa putih memperhatikan sang putri sudah terlelap melihat beberapa cahaya kunang-kunang tebang di atasnya.
Raja memerintahkan hewan-hewan itu untuk kembali ke hutan. Namun mereka bertebangan kea rah Gangga. Kini Raja menyadari ketidak sengajaan gannga yang menginjak mereka karena ingin menemui putri Arska. Raja menyayat sedikit jarinya dan meneteskan di kaki Gangga sebagai pengganti agar kunang-kunang itu kembali ke hutan.
Musuh kerajaan yang menjadi pelindung putri mahkota kini hadir di hidupnya. Sang Raja dan putri bagai matahari dan rembulan yang tidak pernah bisa menyatu namun saling membutuh kan dan berkaitan di langit yang sama.
Sepanjang malam dari luar kamar putri, sang raja menjaga putri. Dia merelakan diri tidur di atas pohon besar di dekat kamar sang putri untuk meyakinkan diri kalau putri baik-baik saja. Sesekali dia melirik melihat sang putri menggigil kedinginan, tapi rasa khawatir setengah memudar saat dayang pendampingnya yang setia merawat dia semalaman.
“Putri, aku percaya engkau akan bisa melewati semuanya” gumam raja.
...----------------...
Jangan lupa tetap dukung author dengan like sebanyak-banyaknya👍🏻, komen, taburan bunga mawar🌹, vote, favorit♥️, rate bintang lima🌟🌟🌟🌟🌟 dan secangkir kopi hangat☕. Terimakasih dengan sabar mendukung, salam persahabatan selalu🙏🏻