Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Keheningan putaran ghaib


Tolong di tekan favorit โค๏ธ rate bintang 5, komen dan like seikhlasnya ya all.. Berkah selalu ๐Ÿ™


...๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™...


Aku baru saja menerima surat mu kemarin dan kini kita terpisah lagi dengan segudang lemparan hujan es. Segala ramuan yang sudah tertelan paksa benar-benar sudah menghapus ingatanku. Beribu kata dan cerita yang sudah kita tulis bersama kini menghilang dan hangus terbakar. Tapi rasa sakit masih terasa, seperti ada yang hilang di dalam hatiku. Kamu..


..._Putri Mahkota Jati Jajar_...


Bersama dengan suratan takdir ini maka dia masuk ke dalam raga sosok jin bersayap yang menempati masa kejayaan kedua.


Putaran waktu di alam dunia jin terbuka, gumpalan awan seolah mengitari sinar matahari. Hawa dingin mengusik kulit memasuki pori-pori dan berusaha membekukan sendi-sendi tulang. Mata sosok jin cenayang menyala tajam dari muara hijau. Dia masih mengadakan sembahyang di salah satu pura ghaib bersama para cenayang lainnya. Cenayang karang adalah cenayang kedua yang memiliki kekuatan menembus lorong waktu di masa lalu dan depan. Dia sudah mandi keringat dengan kaki bergetar, lututnya sulit berdiri tegak. Sebuah lembaran penglihatan mengenai Raja Yaksa dan putri jajar tentang dua garis penyatuan takdir di ambang batas pemisah namun tetap berhubungan dengan rantai biru muda sedang di landa musibah besar.


โ€œKarang.. kau mau kemana?โ€ teriak cenayang Han mengejar dengan bersusah payah.


Baju sembahyang yang panjang menyapu tanah. Di dalam gelapnya hutan dayang Han hampir tergelincir ke dalam lumpur hidup. Sedikit lagi kaki kanannya terhisap bersama anggota tubuh.


Jejak bayang punggung Karang lenyap menghilang bersama kabut malam dan awan yang menutupi sinar rembulan.Karang menuju istana Jati jajar untuk melihat keadaan keduanya, Raja Permadi dan putri Arska yang sudah terpisah di alam dunia di dalam satu raga yang berisi dua jiwa yang berbeda. Setelah insiden pemanahan Raja Permadi yang sedang menjelma menjelma menjadi seekor angsa, sosok jin bersayap terkena anak panah tepat di jantungnya. Dia terjatuh dari ketinggian menara istana dan terhempas bersama serpihan sayapnya. Kepala yang terbentur keras mengalami pendarahan hebat. Bumi jin bergetar merasakan darah Raja Yaksa yang mengalir tanpa henti, Raja yang di ambang sekarat itu hampir menghembuskan nafas terakhir. Jiwanya sedang berada di alam lain dan tubuhnya menghilang. Para prajurit tidak menemukan dimana jatuhnya seekor angka yang sudah mereka panah. Cenayang Karang telah menutupi sekujur tubuhnya dengan jubah putih yang dia kenakan dan menggeret memasuki hutan.


...----------------...


Setelah kata perpisahan ini kita kan semakin sulit menggapai Waktu. Hempasan angin yang berbeda, tanah berwarna merah dan air hujan yang terasa lebih dingin. Suasana yang bisa membelenggu dari kaki-kaki raksasa jin, suara aneh yang terdengar dan sinar mentari yang terlalu terik menyengat sampai ke pori-pori kulit.


Hari yang sepi tanpa lalu lalang keramaian orang-orang yang melintas di jalur perkotaan. Astro baru saja ingin keluar dari perpustakaan umum setelah menganalisis cerita sejarah kerajaan di masa lampau. Tapi di salah satu rak buku yang tinggi, dia melihat sebuah buku yang janggal. Pria yang ingin mencari bahan penelitian untuk menambah informasi bahan kerja membuat dorongannya untuk meraih buku bersampul usang tersebut. Kuning langsat wajahnya, rambut tersisir rapi dan berpakaian maskulin. Goresan wajah yang mirip dengan makhluk ghaib di alam lain itu kini sedang menuju takdirnya.


Dia masih berdiri di balik lemari, membuka lembar pertama. Kertas setengah hangus dan berdebu, tapi hal yang menarik sudut pandangnya adalah sebuah bunga berwarna yang masih tampak segar dan harum. Bunga alysum yang terbawa di dunia nyata. Tiba-tiba terdengar suara aneh dari balik dinding, dia masih memegang buku dengan melangkahkan kaki mendekati sumber. Terlihat sebuah putaran cahaya hitam yang mengejutkannya. Tangan perlahan ingin menyentuh pusara tersebut. Lima detik berlalu, dia langsung tertarik dan terbawa masuk ke dalam sebuah jalan panjang tidak berpenghuni.


โ€œArghh.. tolong!โ€