Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Perjuangan


Cinta tidak mengubah dunia yang sepi


Suara kepakan sayap melemah tetap tegak menerjang badai yang tidak kuat membuat dia tidak sadarkan diri. Sayapnya sudah di incar oleh pasukan Taraya, sosok sukma dan ruh yang gentayangan itu berhasil melewati berbagai kehidupan hanya untuk mencelakainya.


“Lihatlah, raja bersayap terkuat kini berada di tangan kita” ucap kepala suku Taraya.


Raja di ikat oleh akar berduri yang tajam degan mantra yang di tiup dari kepala suku Taraya. Akar yang berduri itu melukai sekujur tubuhnya. Darah yang menetes akibat luka mengoyak kulitnya, semakin raja bergerak maka robekan luka pada kulitnya semakin lebar.


“Argghh” Raja merontah berupaya lterlepas dari ikatan.


Dia di letakkan di atas meja batu raksasa sebagai sesembahan. Para suku Taraya menginginkan sayap raksasa miliknya.


“Raja, hari ini adalah hari kematianmu. Tidak ada yang bisa menolongmu sekalipun langit sedang menatap mu. Ihihihhh” ucap kepala suku Taraya.


Rencana iblis yang di sembah oleh para suku Taraya adalah mengumpulkan kekuatan dari para jin untukmemperkuat ilmu dan kebangkitannya.Suara hentakan kaki suku Taraya memegang tombak dengan berseru berjalan mengitari sang raja.


“Hu, ha, hu” ramai suara mereka menyaksikan kepada suku Taraya memegang sebuah pedang raksasa yang tampak tajam. Dia menaburkan bunga-bunga, air yang sudsh di bacakan mantra itu berubah menjadi darah menghitam melumuri seluruh pedang.


“Arska, tidak mengapa aku kehilangan sayap yang kuat ini asal tetap bisa bersama mu di setiap kehidupan. Aku tidak boleh mati karena tidak kuat menanggung rasa sakit” gumam Raja Permadi.


“Raja, dalam hitungan ketiga. Kau harus bisa menarik benang merah yang berada di dekat makhluk itu” gema suara cenayang Han.


“Siapa yang ingin menggagalkan rencana ku?” ucap kepala suku Taraya.


Dia mengerahkan para arwah jin seribu tengkorak untuk membuka bungkusan pelindung sang cenayang. “Aku kenal aura ini, sosok cenayang hijau berani ikut campur urusan ku!” ucap kepala suku Taraya.


Raja tidak bisa meraih benang merah yang cenayang katakana, tangannya tidak sampai karena sayapnya seolah telah terpaku oleh benda yang sangat tajam. Semakin dia berusaha menggapai maka sayap itu tertarik mengeluarkan darah yang mengalir begitu deras.


“Raja! Waktu ku tidka banyak lagi. Cahaya matahari akan menembus sinarku, sosok kepala Taraya penganut iblis memiliki pewaris ilmu yang besar” ucap cenayang.


Dari atas langit, Gangga mengepak sayap membawa putri Arska. Sang putri menggunakan mata ghaibnya agar berhasil masuk ke hutan terlarang tempat suku Taraya berada. Dia menggunakan busur anak panah berisi bola api untuk membidik tepat di punggung kepala suku tersebut.


Brakk. Pedang raksasa terlepas dari tangan sang kepala suku. Putri juga membidik, melepaskan beberapa busuk ke arah tengkorak hitam. Satu persatu hancur dengan suara teriakan mengerikan menggema. Raja Permadi pun berhasil menggapai benang merah untuk memasuki fortal berpindah menuju kerajaan Yaksa.


“Putri!” teriak sang Raja.


Putri di kejar oleh pasukan suku Taraya, gangga menepis setiap sihir angin yang di lemparkan oleh kepala suku. Ketika mereka menembus hutan untuk keluar, kaki Gangga tertarik oleh tali berduri sehingga kehilangan keseimbangannya. Melihat hal itu, putri melompat dari tubuh Gangga lalu menebas akar berduri dengan pedangnya.