
Raja menarik tangan putri lalu mendekapnya sekali lagi. Hatinya teramat gelisah saat manik netra putri Arska tidak enggan membalas tatapannya. Dia menarik tangan sang putri lalu mendekapnya sekali lagi.
"Raja, sudah cukup. Biarkan aku pergi" ucap putri Arska. "Jangan memintaku untuk melepaskan mu karena hal itu tidak akan terjadi" jawab sang Raja. Dari kejauhan, pengawal raja Permadi menghampiri mereka, tapi dia berhenti dan berbalik ketika sudah membungkukkan lalu membalikkan badan melihat Raja yang terlalu erat memeluk sang putri.
"Maafkan hamba wahai raja." Tangan Raja Permadi hanya mengulur meminta obat luka bakar yang dia perintahkan olehnya.
Setelah memberikan obat kepada raja, sang pengawal mengambil posisi menjauh darinya. Sementara di kerajaan jati jajar, panglima perang sudah di cambuk oleh ibu suri. Penyampaian dari perkataan sang raja untuknya membuat ibu suri menjadi marah dan meninggalkan Aula. Dua algojo telah menyiksa pengawal pendamping raja itu.
"Cepat katakan, dimana raja Permadi berada!" ucap ibu suri membentak.
Sang panglima tidak menjawab ataupun ingin memberitahunya. Dia tidak ingin raja di tangkap telah bersama salah satu jin musuh Yaksa. Para algojo mencambuk dia lagi sampai kulitnya terkoyak mengeluarkan banyak darah menetes menggenangi kaki ibu sur yang berada di dekatnya.
"Cepat katakan atau engkau akan mati!" bisik ibu suri.
Dia mengambil garam lalu menempelkannya pada luka sang panglima. Suara rintihan kesakitan sang panglima menahan perih. Sang panglima begitu setia kepada Raja Permadi sekalipun nyawanya hari ini tidak bisa di ampuni. Ibu suri yang kejam itu meminta algojo menguliti dada sang panglima. Terlhat sudah enam kali menguliti daging secara waras ke tubuh sang panglima. Kasim Jou berlari menghampiri ibu suri lalu berlutut.
"Wahai yang mulia yang agung, hamba mohon kasihanilah dia" ucapnya.
"Berani sekali kau masuk kesini. Bahkan jika sekarang kalian berdua mati, sang raja tidak akan mengetahuinya" Ibu suri mencambuk kasim Jou sebanyak lima kali.
"Tolong lah wahai ibu suri, sesungguhnya hamba kesini untuk memberitahu akan perintah sang Raja meminta hamba untuk mengikuti panglima" ucap kasim Jou.
"Penjarakan mereka berdua!" ucap Ibu suri melotot pergi menuju Aula.
Dia melupakan bekas tapak kaki nya yang penuh darah. Dia berjalan meninggalkan jejak sampai ke Aula, para pengawalnya juga tidak menyadari dan melanjutkan tugas. Di dalam sel tahanan, panglima sudah tampak sekarat.
"Engkau adalah panglima Raja, engkau harus kuat sampai Raja kembali" kata kasim Jou.
"Bagaimana raja bisa mengetahui keberadaan kita? wanita licik itu tidak mengurung kita di tempat ruangan terpencil" jawab panglima bernada lemah.
...----------------...
Raja menarik dan menggendong tubuh putri Arska ke arah pohon semula mereka bersama. Putri yang masih kesal dengannya langsung menggigit sebelah kiri pundak Raja Permadi. "Tidak ku sangka kekasih ku suka menggigit ku" ucap Raja Permadi tidak perduli dengan gerakan putri Arska.
Dia menurunkan putri, sang putri berdiri di bawah pohon sambil menatap tajam Raja. Sang Raja menunduk berjongkok mengobati luka bakar pada kaki sang putri kemudian meniupnya beberapa kali.
...----------------...
Jangan lupa jejak dukungan favorit ❤️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 vote, like 👍 komentar positif atau halu, setangkai bunga mawar 🌹 dan secangkir kopi hangat ☕ Terimakasih banyak, salam santun