Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Gemerlap asa


POV Putri Arska


Sesekali sifatnya memang teramat dingin dan sedikit kejam. Dia bisa mengubah detak jantung menjadi beku dan bergemuruh saat siapapun melukai hatinya. Tapi sepertinya pangeran Permadi telah berhasil menyematkan namanya di hidup putri Arska. Kamus kesetiaan dan sifat jujur selalu putri pegang teguh. Kesepian sedang melanda dan mengguncang pikirannya saat segala rasa yang dia punya sedang di raih oleh pangeran Permadi. Putri jati jajar yang mempunyai kekuatan ghaib itu berusaha menstabilkan udara yang semakin dingin. Ada hal yang harus dia pelajari sebelum bisa mengendalikan kekuatannya yang bisa membunuh dirinya sendiri atau orang berpisah dari sosok jin bersayap yang dia cinta.


Tepat sudah genap 180 hari kita melewati badai berkepanjangan ini, maka aku akan mempersembahkan segala yang ku punya hanya untuk mu kekasih ku.


-Dari pangeran Permadi-


Dia sedang membius paksa hati putri Arska seutuhnya untuk nya, melayang gulungan kertas kerajaan yang bertuliskan tinta perak ukiran tangannya. Gangga menjatuhkan gulungan tersebut tepat di kamar putri Arska. Putri meraih benda yang terselip bunga alysum biru itu dengan sudut pandang terkesima.


Kau kah itu? gumam putri langsung membukanya.


Malam menjadi saksi bisu kerinduan nya kini kepada pangeran bersayap. Dia menekuk wajah dan membuang kembali segala perasaan yang menggetarkan hati. Dua jin dengan peperangan tiada henti tidak bisa bersatu dan mengikat tali biru selamanya. Putri menghempaskan tubuhnya di atas kasur dan menenggelamkan wajah di balik bantal.



Di dalam kumparan bunga tidur yang baru saja sejenak memejamkan mata. Putri Arska bermimpi berada di Padang bunga Peony yang sangat luas. Seekor kupu-kupu berwarna biru berkali-kali menghampiri dan bertengger di salah satu pucuk bunga yang sedang mekar. Seolah dia sedang mengabarkan sosok keajaiban yang akan di mulai di hidupnya. Menghempas dari segala keindahan itu, tiba-tiba Samar terdengar suara panggilan yang memanggil namanya.


"Putri..putri Arska" dari balik jendela sosok hewan mirip Gangga terbang menggigil kerajaan jati jajar.


...----------------...


"Kemana perginya putri salju itu?" ucap pangeran berbisik kepada kedua dayang timur.


"Siapa maksud pangeran?"


"Putri Arska.."


Semenjak kejadian lemparan anak panah yang di tujukan oleh putri kepada nya. Dia bergelar dengan julukan putri mahkota salju yang berhati dingin. Pangeran Tranggala menyiapkan taktik kembali untuk mencoba menguasai hati putri jati jajar.


"Putri sedang di kamarnya, apakah pangeran ingin meninggalkan pesan?" tanya dayang timur mengikuti langkahnya.


"Katakan aku menunggu nya di perjamuan sekarang"


"Baiklah pangeran.."


Tanpa sepengetahuan para penghuni istana, pangeran Tranggala yang tidak sabar bertemu putri Arska langsung mengendap-endap memasuki kamar putri mahkota. Dia berhasil berdiri di depan pintu dan mencoba mendorong perlahan.


"Pergi kau!" teriak putri Arska dari dalam kamar.


Seakan dia telah mengetahui kehadiran pangeran Tranggala.