
Waktu tidak menjadi pembatas jarak yang sedang berjauhan
Hujan menjadikan perasaan terlalu hangat dengan genangan yang menjadi sepercik tanda kerinduan
Kamu..
Atas dasar apa masih mendekap ku?
Aku terjebak disini
di cinta yang kau berikan untuk ku
Ini bukan jiwa dan tubuhku, ini adalah pemilik asli dari sosok Raja kedua Yaksa. Astro kembali membuka mata di dunia nyata. Nafasnya terengah-engah, dia melihat di sekeliling ruangan ada banyak orang-orang yang menemani. Baru saja dia kembali dari alam jin, masuk ke dalam tubuh Raja jin bersayap terkuat dan terbang melintasi angkasa. Astro yang kini kembali ke dunia manusia sayup-sayup membuka mata dan mendapati dirinya sedia kala. Jarum infus yang menggantung dan tabung oksigen masuk terpasang. Setelah mengetahui sinyal detak jantungnya yang kembali stabil, dokter segera berlari dan memeriksa keadaannya.
Beberapa menit kemudian.
“Apa yang sudah terjadi padamu? Selama seratus hari kau mengalami koma” Tanya salah satu lelaki paruh baya.
“Ah kenapa aku terbangun pada saat sekarang” ucap Astro mengusap kepalanya.
Praghh.
Pukulan melayang tepak di kepalanya, wanita tua yang terlihat sedang menangis kini tangisannya semakin mejadi-jadi.
“Maafkan aku nek..”
Astro berusaha menghindari pukulannya. Dia mengingat lagi cerita akhir saat dia sedang memeluk putri Arska. Sosok jin yang memiliki raut wajah dan segalanya yang sangat mirip dengan Maharani. Dia berusaha menggerakkan tubuh untuk bangkit dan berdiri. Semua orang masih menatap dan seolah menghadang.
"Kau mau kemana?" tanya salah satu pria bertubuh gemuk.
"Kau mau kemana? apakah kau sudah tidak ingat siapa Aku? aku Feri sahabat mu" ucapnya kembali lalu mengguncang tubuhnya.
Astro masih belum menjawab, dia menepis cengkraman tangan lelaki tersebut dan berlari terbata-bata menuju luar ruangan. Tubuhnya terasa sangat berat dan kaki masih sulit berlari cepat. Semua orang yang terkejut melihat dia meninggalkan rumah saja, membuat adegan buronan yang begitu mengundang ketegangan.
Dia masih memakai baju rumah sakit dan berlari tanpa alas. Perjalanan yang ingin dia tuju adalah perpustakaan umum yang berada beberapa kilometer dari arah dia sedang berada. Astro ingin mencari lagi pusara lubang hitam dan menyelesaikan tumpahan rindu pada sosok yang mirip dengan wanitanya di masa lalu.
"Sayang, aku datang!" seru Astro menaiki anak tangga.
...----------------...
Di atas lembah sungai jin dua sosok penguasa kerajaan itu masih saling mendekap tanpa henti. Pelukan Raja Permadi yang semakin erat membuat keduanya melupakan putaran hari yang membuat bumerang antar keduanya. Obor raksasa menyala, barisan kuda hitam jin dan pasukan pemanah mengepung wilayah lembah sungai jin. Mereka sudah mendengar letak arah kepergian Raja Permadi dan putri Arska.
Raja yang sudah mengetahui para pasukan Yaksa dan jati jajar saling berjalan berlawan arah maka membuat dia semakin tidak ingin melepaskan sang putri.
Hu, ha, hu..
(Tak kalah suara pasukan Taraya membaca mantra menerbangkan arwah para leluhur dan penghuni roh halus yang berada di dalam air sungai dan gua lembah jin.
"Raja harus tunduk kepada kita!" ucap kepala suku Taraya berkeras.
"Argh, argh.."
Raja Permadi menekan bagian kiri kepalanya.
Sihir yang sedang bekerja pada jin itu membuat dia sedikit goyah dan melemah.