
Lembaran koyakan kertas usang
Halaqah menikung dan pemisah jejak rasa tumpahan pekat hitam. Masih ada senja di hati yang rapuh, menyeruak menulis kisah sinar menyerang dari segala arah. Setelah berhasil merobek kepompong palsu yang terbungkus di salah satu dedaunan. Begitu pula akar pohon yang sudah tidak bisa di tegakkan lagi. Terimakasih atas luangan semu yang tidak akan terlupakan seumur hidup ku..
......................
KEMBALI KE CINTA BIRU
Badai pasir menerjang tumbuhan alyssum biru di musim dingin. Daun berguguran, di iringi langit yang meredup menenggelamkan jiwa yang sedang di landa duka. Katanya sepasang sayap akan melindungi kelopak bunga langka ghaib yang baru tumbuh setelah ribuan tahun lamanya. Akan tetapi sayap itu membentang berlawanan arah dari kepakannya menghempas serbuk sari kepunyaan kekuatan sosok putri bangsawan yang membuatnya semakin melemah.
Cinta…
Apakah kamu bisa mengungkapkannya?
Apakah kalimat ini terkesan begitu majemuk?
Sungguh aku terlena melihat lagi corak senja yang terlalu pekat terik membakar segala rasa rindu pada mu. Genangan di sudut manik netra hampir mengering, seakan sudah terlalu banyak meluapkan emosi jiwa yang meluluh lantakkan derita.
Tapi kali ini aku menggapai itu lewat sisa pasir waktu di dalam tetesan embun yang terlalu dingin.
Saat ku tunggu kembali memberi kekuatan untuk mengulang buku cerita baru bersama ku.
...----------------...
ARSKA DI MASA YANG AKAN DATANG
Waktu itu dia sudah menghembuskan nafas terakhir. Mengubur cinta dan jasad selamanya. Ruh dan sukma yang sudah pergi tetap di bawa dengan suratan takdir yang tidak pernah dia lupakan. Rahasia kematian sebenarnya belum ada yang mengetahui. Sementara Astro tetap menangis dan meratapi kepergian sang kekasih.
Semula dia berpikir akan tekad bulat untuk bisa bersatu dengan pujaan hati dengan segal perjuangan yang dia lakukan. Tapi, waktunya tidak cukup bagai suara gemercik air melambungkan sang fajar berusaha mengairi sungai yang menyambut mentari. Sebab kemarin malam dia sudang melakukan perjalanan menuju Arska. Detik, menit, terjebak tidak cukup angin yang terlalu kencang dan guncangan dari lapisan alam jin berkali-kali menghalangi.
Di balik awan terselubung sihir, mantra dan gencatan senjata dari para makhluk halus yang merajalela. Berebutan ingin menguasai keistimewaan mata ghaib pemilik pewaris kerajaan keturunan terakhir yang hidup di dua dunia. Dalam lelap, putri Arska melihat seseorang yang mirip dengan dirinya sendiri.
“Apakah aku sedang tertidur? Atau tubuhku telah terpisah? Seingat ku tadi sedang di dalam medan perang melawan Futon. Lagi-lagi dia menyerang ku dengan ombak api” gumam putri Arska membolang kanmata.
Namun terasa kaku dia menegaskan lemparan jarak pandang,
“Putri, wahai putri Arska bangunlah..” samar suara cenayang Han membayang di udara.
Sinar terik jingga keorange-orangean muncul membasahi netra sang putri bagai tertusuk lalu berkedip perlahan membuka jelas melihat sekitar yang tampak berbeda. Bentuk berbeda di masa yang akan datang, energy dan kekuatan tidak setajam di dunia jin.
Terlihat seorang pria yang berlinang air mata bersujud di dekat tempat tidurnya, Tubuh sang putri yang terasa sangat berat untuk bergerak. Seperti seluruh tulang persendian remuk redam. Hanya jemari saja yang bisa dia gerakkan. Astro yang menyadari wanitanya yang semula dia pikir telah tiada.
“Maharani, kekasihku kau kembali?” lirih suara lelah yang begitu setia dan teramat cinta kepada wanita itu. Dia mengusap air mata dengan cepat beranjak memeluk tanpa henti.
“Inilah wanita yang ku cinta, sayang dan sangat setia kepada ku” gumam Astro.
Hampir saja tubuhnya yang lemah itu di semayamkan di tempat peristirahatan terakhir. Wajah yang selalu menyejukkan hati dan menggetarkan jiwa. Arska yang sedang di tubuh maharani. Dia tidak membalas pelukan Astro. Para seorang pria yang begitu mirip dengan Raja Permadi di dunia jin. Namun, seolah kepenatan yang membelenggu tidak bisa di tepis dan berganti dengan yang lain. Hanya ada Raja Permadi di hatinya. Akan tetapi, gerakan dan perlakuan yang dia dapat telah melekat walau baru melihat pria tersebut. Seorang manusia yang sangat mengkhawatirkannya.
Putri Arska yang belum menyadari Astro adalah reinkarnasi jelmaan Raja Permadi. Begitu pula dirinya yang telah pergi dari dunia jin dan terlahir kembali menjadi manusia di dalam tubuh Maharani. Mengapa tuan putri Arska seperti terdampar di masa depan? Apakah dia benar-benar telah meninggalkan alam jin? Rahasia besar ini, seolah membangunkan tubuh Maharani yang seharusnya sudah terbujur kaku dan beristirahat selamanya.
Sajak tidak bertepi semalam pertempuran terakhir kita. Arska telah menunggu bertahun-tahun lamanya. Namun, bayang ilusi tumpuan dingin membuncahkan kata terpisah.
Flashback
Awal mengenal mu
Di udara kamu menjerat dengan berbagai rayuan tumpahan kolam madu dan pembuktian perjuangan panjang. Di sela hari ku menjalani dua dunia. Terkadang aku sedang bermimpi di dalam wujud dari seorang putri.
“Ku mencintai mu…” ucap Astro.
...Dia selalu saja menggoda dan melayangkan segala rasa sampai pada hari ini ku merindu. #Maharani...
Mereka menyulam hari bersama. Setelah Astro benar-benar bisa mencuri hati Maharani.
“Aku disini, berjanji menjemput mu untuk ku miliki selamanya. Wanita yang sangat keras kepada, lembut hatinya dan setia mencintai mu. Maharani, ada yang aneh pada diri mu hari ini. Engkau tampak bermuram seperti biasanya” bisik Astro mencurahkan rasa hati tidak terkira.
Perlahan wajah Maharani memerah, darah terasa hangat. Astro menggenggam erat tangannya. Dalam benak tidak ingin melepaskan.
“Jangan pergi dan tinggalkan aku lagi” ucap Astro.
...----------------...
Kepada para pembaca yang budiman jangan lupa tinggalkan jejak dukungan like👍🏻, komentar yang membangun, favorit♥️, rate bintang lima⭐⭐⭐⭐⭐, 🌹, kopi,☕ dan vote. Terimakasih salam santun dan persahabatan selalu🙏🏻