Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Sidang


Surat mengudara:


Teruntuk tuan mahkota Jati Jajar


Rindu dan cinta ku terlalu berlebihan


Kesetiaan tetap mengepak sayap ke arah mu


Mengkhawatirkan mu setiap hari tuan putri ku


Aku akan selalu mencintaimu


Wahai putri sampai kapan engkau tidak pernah mengetahui sedalam mana perasaan ini?


...πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯...


Teruntuk Raja Yaksa:


Deretan kelukaan, secukupnya mengisahkan lara mengisap rasa Raja Yaksa:yang berbeda


Ada yang masih tetap menunggu di kesetiaan Waktu


Semua hanyalah kehampaan derita


Kira saja berapa daun yang bisa engkau hitung saat kelelahan ku


Racun, empedu, sihir semua menghancurkan semua kepercayaan


...πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯...


Tanah jin bergetar, cahaya bulan sabit membantu ilmu cenayang di pura hijau. Mereka mendengar suara lain di balik udara. Suara rintihan kesakitan minta berbelas kasih kepada siapapun yang mendengarnya.


Nafasnya terputus-putus, dia sudah tidak tahan lagi menahan semua rasa saki. Cenayang Karang mengehentikan meditasi, tangannya terbuka lebah lalu mengucapkan mantra mencari tau siapa yang sedang membutuhkan bantuan itu. Kemudian dia berlari menuju kolam abadi dekat lembah sungai jin. Permintaan mencari tau masa depan dan masa kini di air ajaib yang hanya di lakukan dengan satu kali pertanyaan seumur hidup.


Cenayang Karang merelakan kesempatan itu dengan mencari tau gambaran siapa sosok yang begitu menyedihkan di muka bumi jin pada malam ini. Tangan sang cenayang Karang hendak memutar air kolam keabadian. Tapi gerakan di hentikan oleh cenayang Han.


"Han, apa yang sedang kau lakukan? apakah engkau yakin akan menggunakan nya?" tanya cenayang Han.


Karang melepaskan tangan Han lalu mengucapkan kembali mantra. Dia memutarkan penglihatan dari keajaiban kolam melihat sosok jin yang terluka parah di dalam penjara. Nampak nafasnya sudah terputus, cenayang langsung mengucap mantra putih mengirim setengah kekuatannya untuk membantu jin tersebut.


"Karang! itu akan membuat sisa umur mu berkurang!' teriak Han berusaha menghentikan.


Mengantar kan mantra bukan lah hal mudah. Cenayang Karang yang memiliki hati yang lembut. Mengirim energi positif aura putih. Langit berpihak kepada tabib Inka.


Perlahan tabib Inka kembali bisa menggerakkan tubuh berdiri lalu mengusap wajahnya. Tangannya berasap mengepul warna hijau. Dia merasakan tubuhnya pulih, setengah matanya berbeda. Dia bisa melihat hal ghaib dari para arwah tahanan yang mati di tempat itu.


Tapi, sekalipun malam itu tabib Inka bisa selamat dari kematian. Esok harinya dia di eksekusi di tengah halaman istana. Raja gurun ke empat tetap memutuskan hukuman mati sang tabib. Dia di ikat di tengah halaman, sosok algojo bersiap mengangkat pedang seraya akan memenggal kepala sang tabib. Pedang milik algojo terbelah menjadi dua.


Gurun pasir tergulung oleh badai angin. Mereka semua tersiram pasir sampai bahkan bola mata para pengawal ada yang terkena hembusan pasir membuat darah mengalir dengan jeritan.


"Arghh..!"


Kepanikan melanda kerajaan gurun.


Setengah dari para pengawal menghilang di dalam badai. Ada yang sampai terhisap oleh gulungan pusara tanpa tersisa apapun. Suasana kerajaan gurun porak-poranda waktu itu.


...----------------...


Jangan lupa tetap dukung author dengan serpihan jejak like sebanyak-banyaknyaπŸ‘, komentar positif atau halu, favorit ❀️, rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟, vote, setangkai bunga mawar 🌹 dan secangkir kopi hangat β˜• terimakasih telah sabar menghadapi kekurangan author πŸ™ salam santun


Happy new year! selamat tahun baru, semoga di menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun semalam.