
Kita bertemu kembali di medan perang, kali ini engkau tidak mengenaliku sama sekali
Wahai tuan putri ku, aku tidak sempat membawakan mu bunga Allysum biru
Banyak sekali berbagai serangan yang aku hadapi
Tapi ketahuilah kalung ini masih melingkar di leher ku
Aku menanti bertemu engkau dan gangga kembali
#Raja Permadi
...💙💙💙...
Tatanan pura muara hijau kembali tersusun seperti semula. Kepala suku muara hijau menggelar acara do’a untuk arwah cenayang Karang. Begitu pula cenayang Han yang masih bermeditasi di dalam salah satu tempat pertapaan. Setelah fenomena dan tragedy lalu akhirnya putri Arska kembali dan kini sedang tertidur di atas ranjang kebesaran. Di posisi itu, pangeran Tranggala melotot memikirkan ulang sebab apa dirinya kini berada di kerajaan Yaksa bersama pasukan telaga hitam. Waktu yang tidak terhenti dan tidak berlalu namun segala kisah ini akan menjadi misteri di kehidupan antar penghubung dua dunia.
Di alam dunia fana
Sang ratu masih terus berjalan meninggalkan Astro, dia menuju kaki air terjun yang deras. Dia tidak memperdulikan teriakan Astro. Di tengah deras air terjun yang jatuh terlihat kilatan cahaya hijau menyala. Dengan susah payah sang putri meraih cahaya tersebut, air yang sangat deras dan bebatuan licin. Dari belakang Astro memeluk tubuhnya, dia benar-benar tidak ingin kehilangan wanitanya untuk kedua kalinya.
“Ini kau, apakah engkau sudah lupa siapa aku? Maharani, coba ingat lagi janji yang sudah kita buat bersama” tanya Astro.
Apa bedanya Astro dan Raja Permadi? Keduanya adalah reinkarnasi dari dua alam untuk mencari keberadaan wanita yang di cinta. Begitu pula dengan sang ratu dan Maharani, penyatuan jiwa yang pernah hidup di era masa lalu dan kini. Ramuan yang berasal dari gerhana bulan dan cangkang lembah sungai jin yang memutuskan segalanya. Pembatas ruang dan waktu serta bencana akan segera terjadi karena setengah ingatan Raja Permadi dan Astro masih membayang kejadian yang pernah terjadi. Dia tidak ingin membuang rasa cintanya.
“Maharani untuk sekali ini saja ikutlah dengan ku melihat acara lentera di museum bekas peninggalan kerjaan terdahulu” ucap Astro.
“Maksud mu kerajaan yang mana? Aku pernah mendengarnya pesta lentera sebagai harapan setiap sosok jin.” Ucap sang putri.
Ingatan sang putri yang terputus samar melupakan bagian-bagian lain. Sang putri merasakan sakit pada bagian jantungnya, langkahnya semakin lama dan perlahan tertinggal di belakang Astro. Melihat hal itu, Astro menggendong belakang sang putri walau dia meronta tidak ingin di angkat.
“Kau pasti lelah berjalan sejauh ini” ucap Astro sambil tersenyum.
Dia tidak memperdulikan orang-orang di sekitar yang melirik mereka. Baginya yang terpenting adalah bisa bersama Maharani dan melewati waktu sebentar sudah cukup membahagiakan.
“Turunkan aku! Aku sangat membenci mu!” ketus sang putri.
Dia mengingat tingkah Raja Permadi yang sesuka hati berusaha mengambil hatinya.
“Maharani kau dengar, aku sudah bertahun-tahun menanti mu. Terakhir kali kau menghancurkan hati ku dengan meninggalkan ku selamanya. Kini kau hadir kembali maka aku tidak akan melepaskan mu”
...----------------...
Tetap dukung author dengan serpihan semangat bunga mawar 🌹 favorit ❤️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 vote, komen dan like. Terimakasih salam santun🙏🏻